Belum Ada Tindak Lanjut, Pelaporan Pimpinan DPRD Sumenep Tidak Serius?

- Admin

Selasa, 10 Maret 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Laporan Ketua Fraksi PDI Perjuangan kepada pimpinan DPRD Sumenep, atas kegiatan Perjalanan Dinasnya yang dalam hal biaya hotel, hingga saat ini belum ada tindak lanjut.

Diketahui, bahwa hingga detik ini pelapor dari kasus tersebut Zainal Arifin, selaku Ketua Fraksi PDI Perjuangan ternyata belum melengkapi berkas laporan. Padahal dari pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) sudah meminta untuk tertulis dan membawa sejumlah berkas yang berkaitan dengan biaya hotel dimaksud.

Anehnya kasus ini sudah satu pekan berlalu, dan hingga saat ini masih belum dilengkapi terkait atas laporan yang diminta oleh pihak Kejari.

Baca Juga:  12 Artefak Peninggalan Rasulullah Dipamerkan di Ambunten Sumenep

Beberapa waktu lalu, Zainal Arifin yang didampingi Ketua Fraksi Demokrat Akhmad Jazuli mendatangi Kejari setempat. Ia melaporkan tiga pimpinan DPRD Sumenep atas biaya hotel yang digunakan pada saat kegiatan dinasnya.

Diketahui bahwa pimpinan mendapatkan jatah senilai Rp 8,5 juta per malam, apabila dalam kegiatan dinasnya tersebut harus menyewa kamar hotel sebagai penginapan selama dua malam, maka dana yang diberikan untuk menginap selama dua malam tersebut senilai Rp 17 juta.

Namun, memang selalu ada cara untuk mengambil keuntungan, dan diketahui pimpinan dewan hanya mengambil 30 persen dan tidak menginap di hotel kelas berbintang.

Baca Juga:  Batching Plant Milik PT Sejahtera Jaya Alim Mix di Sampang Diduga Abaikan Kenyamanan Warga Sekitar

Seandainya dana tersebut digunakan untuk menyewa hotel yang lebih elit maka yang pasti bisa, namun justru mereka memilih penginapan yang lebih murah, tentunya agar biaya penginapan dapat dipangkas, sehingga ditenggarai sisa anggaran masuk kantong pribadi.

Menurut Aktifis Sumenep Independen yaitu Sahrul Gunawan menyatakan, bahwa laporan tersebut tak ada tindak lanjut, sehingga terkesan hanya sebagai gertakan semata sampai detik ini.

“Kok belum ada kepastian sampai detik ini ya. Padahal, sudah lama diminta melengkapi berkas. Lebih satu pekan tak ada kepastian apapun. Kami curiga laporan itu hanya gertak sambal,” katanya.

Baca Juga:  Warga Dasuk Sumenep Dicelurit Orang Tak Dikenal

Sementara itu Zainal Arifin menjelaskan, bahwa pihaknya tidak pernah main-main dalam mengusut tuntas kasus biaya hotel tersebut. Menurutnya, saat ini hanya tinggal mengumpulkan beberapa bukti yang diperlukan oleh tim Kejari.

Ia melanjutnkan, bahwa pihaknya tidak pernah main-main, dengan cara apapun pasti akan ditindaklanjuti atas dugaan kasus tersebut.

“Ya, kami masih menyiapkan semua berkas yag diminta kejari. Tetap kami lanjutkan. Minggu kami akan masukkan berkasnya ke Kejaksaan. Kami sudah melakukan kordinasi,” tutupnya.

Berita Terkait

DPC Demokrat Bojonegoro Serap Aspirasi Warga dalam Reses dan Perayaan HUT ke-25
Reog hingga Kambing Meriahkan Malam Puncak Voli Antar-RT di Desa Ngampel Kapas Bojonegoro
DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026
Rayakan HUT RI ke-81, Pemkab Bojonegoro Beri Tali Asih untuk Veteran Kemerdekaan
Pembangunan KDKMP Meddelan Lenteng Sumenep Mendapat Sorotan, Tak Sesuai Spek?
INKADHA dan BAZNAS Sumenep Bersinergi, Perkuat Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
Ribuan Warga Hadiri Tasyakuran Cucu Pertama Ketua Koperasi Kareb Bojonegoro, H. Sutrisno Bagikan 1000 Paket Sembako

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Polda Jatim Ungkap Arisan Online Fiktif, Transaksi Capai Rp 71 Miliar

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Tim DVI Berhasil Ungkap Identitas Lima Korban KMP Mutiara Sentosa II

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Polda Jatim Ungkap Sindikat Penipuan Emas Online, Korban Rugi Rp 3,7 Miliar

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:41 WIB

Lima Terdakwa Kasus Korupsi BSPS di Sumenep Hadapi Replik dan Vonis Awal Agustus

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:30 WIB

Suaminya Indehoy di Kamar Kos Bersama Perempuan Lain, Warga Sumenep Lapor Polisi

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:40 WIB

Polda Jatim Bongkar Sindikat Penyelundupan Gading Gajah Bermodus Jemaah Umrah

Berita Terbaru