Ada ‘Surat Buta’ di Desa Banuaju Barat Sindir Realisasi BLT DD

- Admin

Kamis, 2 Juli 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Tak tau sabab musabab kehadiran surat buta yang sempat hebohkan masyarakat Desa Banuaju Barat, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep beberapa hari terakhir ini.

Surat buta dimaksud adalah berupa selebaran kertas bertuliskan kritikan yang sepertinya ditujukan kepada pihak Pemerintah Desa Banuaju Barat terkait realisasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD).

Surat buta tersebut, tidak diketahui jelas siapa pembuatnya, dan dengan maksud apa si pembuat menyebar selebaran kertas dengan kalimat sedikit menohok pemerintah desa setempat.

Surat tersebut ditemukan pertama kali oleh Ridwan, salah seorang pemuda Banuaju Barat tersebut pada Selasa (30/06/2020) kemarin.

Surat tersebut tertempel di sebuah bangunan tak berpenghuni di sebelah barat SDN Banuaju Barat.

Baca Juga:  Bersama Pemkab Pamekasan, Bea Cukai Madura Lakukan Operasi Pemberantasan Rokok Ilegal

Menurut Ridwan, ia menceritakan pada media, surat buta tersebut tidak hanya menyebar di satu titik, melainkan disebar di semua Dusun yang ada di Desa Banuaju Barat.

“Mengenai adanya poster gaib tentang pencairan BLT itu di desa kami tercinta Banuaju Barat, saya merasa terharu dan merasa terpanggil untuk mengawal betul pencairan BLT di desa kami. Setidaknya menyadarkan pemuda atau bahkan masyarakat bahwa di desa kami masih belum aman,” kata Wawan panggilan akrabnya, Rabu (01/07).

Kendati demikian, menurut Wawan yang masih berstatus sebagai mahasiswa aktif di salah satu kampus di Jogja sangat menyayangkan adanya surat buta itu. Akan lebih baik lagi seandainya si pengirim surat buta itu mau duduk bersama membahas apa yang sedang dikawal itu.

Baca Juga:  Bojonegoro Raih Penghargaan dan Insentif Fiskal Nasional atas Keberhasilan Percepatan Penurunan Stunting

“Semisal melakukan kajian bersama kemudian melakukan audiensi terhadap aparatur desa,” katanya.

Selain Wawan, salah satu warga Desa Banuaju Barat lainnya adalah Rusdi, pihaknya mengaku mempunyai dua sudut pandang terkait kehadiran surat buta itu. Pertama, kata dia, surat buta tersebut bisa saja pihak Pemdes Banuaju Barat cenderung tertutup sehingga ada pihak tertentu yang menggunakan jalur surat buta untuk menyampaikan kritik dan sarannya.

“Kemungkinan lainnya, bisa saja semua itu merupakan strategi orang-orang yang segan kepada pihak Pemdes Banuaju Barat, tetapi tidak ingin membiarkan ketimpangan terjadi,” tutur Rusdi.

Menanggapi keberadaan surat buta tersebut, Kepala Desa Banuaju Barat, Suninto saat dihubungi via telepon, dirinya mengaku tidak menutup diri terhadap kritik dan saran yang sifatnya membangun, apalagi dari masyarakat Banuaju Barat.

Baca Juga:  Serempet Bus Hingga Beradu Moncong, Dua Kendaraan di Pamekasan Ringsek Parah

“Tetapi kami akan lebih senang apabila saran itu disampaikan langsung kepada kami, sehingga bisa bersinergi antara masyarakat dengan pihak pemerintah desa,” kata Kades dua priode itu.

Terkait isi surat buta yang menyoal realiasasi BLT DD di Banuaju Barat, Suninto mengakui jika baru mencairkan tahap satu. Sedangkan untuk tahap ke dua, masih proses pencairan di Bank BPRS Bhakti Sumekar.

“Yang perlu dipahami BLT DD ini program bukan uang pribadi, ada proses dan aturan. InsyaAllah untuk tahap ke dua akan segerah cair, tergantung bank,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola
Sahkan Perda Pariwisata dan Kabupaten Layak Anak, Bupati Bojonegoro: Bukti Sinergi Kuat Pemkab dan DPRD
Terima Penghargaan di Malang, Cantika Wahono Beberkan Kunci Sukses Inovasi PKK Bojonegoro
Peringati Harkopnas ke-79, Pasar Wisata Bojonegoro Dipadati Ribuan Peserta Jalan Sehat
Bupati Setyo Wahono Lepas Jalan Sehat Harkopnas: Koperasi Pilar Utama Ekonomi Bojonegoro
Lewat Program IVF Morula Surabaya, Pasutri Sumenep Akhirnya Miliki Bayi Kembar Setelah 22 Tahun

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WIB

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terbaru