Harga Uang Koin Kelapa Sawit Saat ini Tembus 280 Juta

- Admin

Rabu, 17 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SUARABANGSA.co.id – Lagi viral saat ini tentang harga uang koin pecahan Rp 1.000 berbahan logam dengan lambang kelapa sawit, pasalnya uang koin tersebut dibandrol dengan harga mencapai Rp 100 juta.

Harga yang dibandrol hingga mencapai ratusan juta rupiah itu dilakukan di market place toko online seperti Bukalapak, Shopee, hingga Tokopedia.

Seperti pantauan suarabangsa.co.id bahwa uang logam dengan gambar kelapa sawit tersebut yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI) sejak 8 Maret 1993 itu ada yang ditawarkan dengan harga mencapai Rp110 juta per keping.

Hal tersebut diketahui di market place Shopee dengan akun bernama ’50fw4n’ yang berlokasi di Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur itu membandrol harga uang keping bergambar kelapa sawit seharga Rp 110 juta.

Bahkan, dalam keterangan di akun marketplace Shopee 50fw4n memberikan rincian pembayaran melalui cicilan, yaitu dengan jangka 2 tahun dengan rincian 24×4.583.333. Harga yang fantastis untuk uang koin ini yang merupakan hasil produksi di era 1996 atau sudah berusia sekitar 24 tahun.

Baca Juga:  Hendak Temui Perempuan yang Dikenal di FB, Pria di Sumenep Dikira Penculik Anak

Bahkan, di akun Shopee milik ‘leinanurhalizah‘ itu yang berlokasi di kota Jakarta Timur membandrol uang koin kelapa sawit nya senilai Rp 280 juta per kepingnya. Harga yang ditawarkan tersebut hampir setara dengan harga mobil HRV 1.5 S CVT.

Dilansir dari CNN Indonesia, salah seorang penjual yaitu Annas mengatakan, bahwa ia menjual uang koin kelapa sawit sebenarnya sudah dilakukannya sejak 2015 silam. Ia mengaku berjualan koin ‘jadul’ alias jaman dulu itu karena banyak peminatnya.

“Karena memang ada peminatnya, banyak orang yang cari untuk koleksi atau sebagai bahan mahar,” ujar Annas kepada CNNIndonesia.com, Rabu (17/06).

Baca Juga:  Tujuh Pengacara Dampingi PC PMII Sumenep

Tak hanya itu, menurut Annas, ketertarikan para pembelinya semata-mata hanya sekedar memenuhi hasrat koleksinya terhadap barang-barang lama. Namun kendati demikian, uang kelapa sawit tersebut menjadi viral akhir-akhir ini karena harga yang dipatok sangat tidak masuk akal.

“Sering banget viral begini, tapi kalau orang tahu, harga pasarannya sebenarnya ya cuma Rp2.000 sampai Rp3.000 saja. Jadi yang viral sampai jutaan itu hanya hoaks (kabar bohong) saja,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, saat dilansir dari detikfinance salah satu kolektor dan penjual uang kuno asal Gresik Gus Ahmad Legen mengatakan, harga ratusan juta tersebut hanya dibesar-besarkan oleh pihak tertentu.

“Sebenarnya yang viral sampai harga berjuta-juta itu menurut saya dilebih-lebihan. Kenyataannya tidak demikian, saya punya stok 3.000 keping dan harga jualnya normal Rp 2.500 sampai Rp 4.000 per keping,” bebernya.

Baca Juga:  Dua Desa di Pamekasan Menjadi Kampung Tangguh Bebas Narkoba, Empat Desa Lainnya Menunggu Giliran

Gus Ahmad menceritakan, sejak uang kelapa sawit menjadi viral, sudah banyak orang yang menghubunginya untuk menjual uang koin kelapa sawit nya dengan harga fantastis.

“Banyak yang telepon saya, ‘pak mau beli koin saya nggak, harganya Rp 3 juta’ ya saya bilang ngawur harganya. Dia bilang harganya mahal, ya saya sampaikan ke dia, jual saja ke sana di sini harganya normal,” tandasnya.

Lebih jauh Gus Ahmad menjelaskan, bahwa harga yang ditawarkan saat ini sangatlah tidak masuk akan, sebab uang koin tersebut kata dia, masih banyak di masyarakat.

“Teman-teman saya yang kolektor juga tertawa saja melihat berita uang koin itu harganya mahal sekali,” pungkasnya.

(Sumber: CNN Indonesia, detikfinance)

Berita Terkait

Warga Batang-Batang Sumenep Ditemukan Meninggal Terbakar
Warga Bungur Bojonegoro Hantam Ibunya Pakai Paving, Lalu Menyerah Tanpa Busana
Jejak Sindikat Narkoba Terendus di Laut Kepri, 2,6 Ton Sabu Cair Digagalkan
Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
Tim DVI Berhasil Ungkap Identitas Lima Korban KMP Mutiara Sentosa II
Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Produksi Minyak Merosot, Bojonegoro Pacu Pencarian Cadangan Baru di 17 Kecamatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Puluhan Tahun Tanpa Kepastian, Korban Penggusuran Jembatan Glendeng Bojonegoro Menagih Hak Sertifikat Tanah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Bahas Masalah Transportasi Laut, Bupati Sumenep Perjuangkan Masyarakat Kepulauan ke Kementerian Perhubungan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:03 WIB

APBD Perubahan Bojonegoro 2026 Disepakati, Setyo Wahono Minta Perangkat Daerah Hindari Proyek Mangkrak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:18 WIB

Pembangunan Bendungan Karangnongko Deadlock, DPRD Bojonegoro Desak Pucuk Pimpinan dan APH Turun Tangan

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:15 WIB

Bupati Setyo Wahono Ajak Media Gaungkan Layanan Unggulan RSUD dan Rencana Kampus UB di Bojonegoro

Berita Terbaru