MALANG, SUARABANGSA.co.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PROJO resmi membuka Konferensi Daerah (Konferda) PROJO Jawa Timur 2026 di Kota Malang, Minggu (12/4).
Agenda ini menjadi ajang konsolidasi besar-besaran bagi 38 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Jawa Timur untuk memperkuat barisan organisasi dalam mengawal pemerintahan sekaligus menyongsong peta politik 2029.
Sinergi Strategis dan Pesan Persatuan
Ketua Umum DPP PROJO, Budi Arie Setiadi, hadir langsung untuk membuka acara yang diawali dengan sajian Tari Remo sebagai simbol semangat juang.
Dalam pidatonya, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika ini menekankan pentingnya menjaga kerukunan nasional di tengah dinamika politik.
“Kita ada karena kehendak rakyat, kita berjuang untuk rakyat. PROJO telah mencetak hattrick kemenangan dalam kontestasi pemilu karena selalu bersama rakyat. PROJO ini adalah jimat rakyat,” ujar sosok yang akrab disapa Munic tersebut di hadapan para delegasi.
Budi Arie juga berpesan agar seluruh kader tidak terjebak dalam narasi hoaks dan upaya adu domba.
Ia menegaskan tugas utama PROJO saat ini adalah memastikan keberhasilan program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Bakorwil, serta jajaran Forum Pimpinan Kabupaten (Forpimkab) Malang.
Melalui Kepala Dinas Bakorwil, Khofifah Indar parawansa Gubernur Jawa Timur menyampaikan apresiasinya terhadap PROJO sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan politik di wilayah tersebut.
“Harapannya, PROJO Jawa Timur selalu bersinergi dengan seluruh stakeholder demi terciptanya demokrasi yang sehat dan pembangunan yang berpihak pada rakyat,” ungkap perwakilan Pemprov Jatim saat membacakan pesan gubernur.
Dalam sidang pleno, H. Muhammad Sholeh, SH, M.Si terpilih secara aklamasi oleh 38 DPC PROJO
se-Jawa Timur untuk memimpin DPD PROJO Jatim ke depan.
Pria yang akrab disapa Kang Sholeh ini langsung mencanangkan target ambisius dalam 100 hari kerja pertamanya.
“Kami akan segera melakukan konsolidasi menyeluruh, mulai dari tingkat kabupaten hingga ke tingkat RT. Gerakan kita harus solid, terorganisir, dan tetap setia di garis rakyat,” tegas Sholeh dalam sambutan perdananya.
Ketua DPC PROJO Bojonegoro, Mustakim, menilai suksesnya Konferda ini sebagai bukti kesiapan organisasi menghadapi tantangan masa depan, termasuk dinamika ekonomi global.
“Pak Jokowi telah meletakkan fondasi kuat yang kini diteruskan oleh Mas Gibran. Dengan hadirnya seluruh cabang di sini, PROJO Jatim siap bertransformasi secara elegan menuju demokrasi 2029,” tutup Mustakim.
Jawa Timur merupakan provinsi pertama yang menggelar Konferda di tahun 2026, yang nantinya akan disusul oleh Jawa Barat, Jawa Tengah, serta wilayah luar Jawa dan perwakilan luar negeri dalam waktu dekat.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















