Jelang Idul Fitri, Warga Sampang Mulai Berburu Baju Lebaran, Pedagang Teriak Begini

- Admin

Jumat, 28 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Membeli baju Lebaran sudah menjadi tradisi bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Begitu juga dengan warga Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Dari pantauan kontributor suarabangsa.co.id, pada Jumat (28/03/2025) malam, para pengunjung terlihat mulai membanjiri sudut-sudut toko pakaian yang ada di wilayah itu untuk berburu baju bedug atau baju Lebaran.

Beberapa tukang parkir sudah mulai menawarkan pengunjung yang datang untuk menitipkan kendaraannya di trotoar jalan.

Kebanyakan dari mereka umumnya terlihat datang bersama keluarga dan turut membawa anak kecil. Meski begitu, tidak jarang juga ada pengunjung yang datang seorang diri.

Ya, inilah saatnya memilah-milih baju untuk Lebaran. Kalangan keluarga muslim sibuk membeli busana Lebaran, baik untuk di pakai silaturahmi maupun saat sholat Idul Fitri 1446 Hijriah yang tinggal dua hari lagi.

Baca Juga:  Kapolres Sampang Bantah Anggotanya Bekingi Kasus Dugaan Penipuan Jual Beli Mobil

Berbagai model pakaian seperti gamis, baju koko, blouse, baju anak dan dewasa menjadi favorit. Selain itu, banyak juga yang mencari baju seragam keluarga agar tampil kompak saat hari raya.

Salah seorang karyawan toko pakaian, Dewi mengatakan bahwa pada tahun ini pengunjung yang mampir ke gerainya sedikit berbeda dengan tahun lalu. Dimana biasanya mendekati lebaran cukup ramai, tetapi kali ini sedikit sepi.

“Menjelang Lebaran kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini agak sepi, tetapi jika dibandingkan hari biasa lumayan meningkat,” kata Dewi disela-sela melayani pembeli.

Baca Juga:  Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Daerah di Sampang Terendam Banjir

Dewi menduga sedikitnya pengunjung yang datang diakibatkan oleh beberapa faktor. Pertama persaingan dengan pasar online yang semakin meningkat hingga kondisi ekonomi yang lesu.

“Padahal tahun-tahun sebelumnya, disini lumayan ramai pembeli menjelang Lebaran tiba. Bahkan, saat pandemi Covid-19 pun tidak sesepi saat ini,” ungkap Dewi.

Adapun penurunan penjualan tahun ini dibanding tahun lalu, kata Dewi, diperkirakan mencapai 50%. Terkait dengan omzet, ia tidak menjelaskan seberapa besar yang didapatnya pada tahun ini.

“Wah, susah mas, susah ngitungnya, pokoknya turun 50 persen,” keluhnya.

Senada dengan Dewi, toko pakaian lainnya juga mengalami nasib yang sama yakni naiknya pelanggan menjelang Lebaran 2025. Namun tahun ini sedikit berbeda.

Baca Juga:  SAH! Koperasi Desa Merah Putih Padang Trucuk Bojonegoro Resmi Berbadan Hukum

“Alhamdulillah, ramai pelanggan, tapi kalau dibanding tahun lalu, mungkin tahun ini sedikit turun,” ungkap karyawan toko lainnya.

Terpisah, salah seorang pembeli, Khairun Nisa, mengaku sudah menjadi kebiasaan di keluarganya untuk membeli baju baru setiap jelang Lebaran Idul Fitri.

“Malam ini belanja pakaian untuk saya dan suami serta dua anak kami, jadi beli empat stel. Tidak seragam modelnya sih, tapi warna yang kami miripkan,” tutur Khairun Nisa.

Tak hanya pakaian dikenakan untuk shalat, ibu dua anak ini juga belanja baju-baju casual untuk jalan-jalan.

“Hari pertama baju muslim. Hari kedua baju casual yang santai untuk jalan-jalan misal ke tempat wisata atau lainnya,” tukasnya.

Penulis : Abdus Salam

Editor : Putri

Berita Terkait

Lampu Sorot di Balik Panggung Konser: Menyoal Transparansi Dana Sponsor dan CSR BPR Bank Daerah Bojonegoro
Sengketa TKD Desa Belun Temui Jalan Buntu: Camat Temayang Bungkam, Dinas PMD Sebut Tak Bisa Bergerak Tanpa Dokumen
Wujudkan Asta Cita Melalui Otoda, Pemkab Bojonegoro Raih Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik 2025
HUT BPR Bojonegoro Ke-30 Menuai Sorotan: Diduga Tabrak Perda KTR dan Regulasi Sponsor Rokok
Aset Desa Berubah Jadi Milik Pribadi Ahli Waris Pemdes Sebelumnya, Program Koperasi Merah Putih Terancam Layu Sebelum Berkembang
Warga Pamekasan Ini Butuh Uluran Tangan, Hidup Dalam Keterbatasan
Moch Mansur: IPSI Bojonegoro Harus Tegak Lurus pada Aturan, Jangan Terpancing Klaim Sepihak
KDMP di Desa Belun Bojonegoro terganjal dengan SHGB dan SHM, desa Belun terancam tidak punya KDMP

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 19:47 WIB

Lampu Sorot di Balik Panggung Konser: Menyoal Transparansi Dana Sponsor dan CSR BPR Bank Daerah Bojonegoro

Selasa, 28 April 2026 - 12:11 WIB

Sengketa TKD Desa Belun Temui Jalan Buntu: Camat Temayang Bungkam, Dinas PMD Sebut Tak Bisa Bergerak Tanpa Dokumen

Senin, 27 April 2026 - 17:58 WIB

Wujudkan Asta Cita Melalui Otoda, Pemkab Bojonegoro Raih Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik 2025

Minggu, 26 April 2026 - 11:45 WIB

HUT BPR Bojonegoro Ke-30 Menuai Sorotan: Diduga Tabrak Perda KTR dan Regulasi Sponsor Rokok

Sabtu, 25 April 2026 - 20:11 WIB

Aset Desa Berubah Jadi Milik Pribadi Ahli Waris Pemdes Sebelumnya, Program Koperasi Merah Putih Terancam Layu Sebelum Berkembang

Jumat, 24 April 2026 - 19:59 WIB

Moch Mansur: IPSI Bojonegoro Harus Tegak Lurus pada Aturan, Jangan Terpancing Klaim Sepihak

Jumat, 24 April 2026 - 08:15 WIB

KDMP di Desa Belun Bojonegoro terganjal dengan SHGB dan SHM, desa Belun terancam tidak punya KDMP

Jumat, 24 April 2026 - 08:10 WIB

Polemik Konser 3 Dekade BPR Bojonegoro: Antara Isu Anggaran Rp1,1 Miliar, Penjualan Tiket, dan Transparansi Aset Daerah

Berita Terbaru