Forkopimda Jatim Dampingi Kunjungan Kerja Wapres Ma’ruf Amin

- Admin

Jumat, 1 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Forkompimda Jawa Timur dampingi kunjungan Wakil Presiden RI bersama Menteri Perindustrian dan Menteri Koperasi UKM melakukan kunjungan kerja di wilayah Jawa Timur, pada Kamis (30/9/2021).

Gubernur Jatim, Pangdam V/Brawijaya, Pangkoarmada II, Kapolda Jatim, dan Kabinda Jatim, mendampingi Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin, bersama para mentri diantaranya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, dan Menteri Koperasi UKM Teten Masduki, melakukan kunjungan kerja di Jawa Timur, dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan prekonomian di wilayah Jawa Timur selama masa pandemi covid-19.

Kunjungan kerja Wapres di Jawa Timur diawali dengan rapat kerja bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Bupati Probolinggo, Bupati Bojonegoro, Bupati Lamongan, Bupati Bangkalan dan Bupati Sumenep, yang daerahnya telah ditetapkan sebagai wilayah prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem di Provinsi Jawa Timur di tahun 2021.

Dalam sambutannya Wapres mengapresiasi inisiatif dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Timur dalam upaya menanggulangi kemiskinan yang telah dilakukan selama ini. Terutama beberapa program-program yang telah dilaksanakan seperti Program Jatim Puspa, Pemberdayaan BumDes, Desa Berdaya, PKH Plus dan lainnya. Namun demikian Wapres mengingatkan bahwa tetap diperlukan kerja ekstra keras untuk memastikan pengentasan kemiskinan ekstrem dapat diwujudkan pada akhir tahun 2024.

Baca Juga:  Walikota Padang Sidempuan Ambil Sumpah Jabatan Eselon II, III & IV, Ini Daftarnya

Wapres meminta agar pemerintah Provinsi Jawa Timur dan kelima kabupaten prioritas di tahun 2021 perlu menentukan lokus prioritas dan sekaligus memfokuskan sumberdaya serta mendorong percepatan pengurangan kemiskinan ekstrem dengan menggunakan kombinasi antara indikator persentase penduduk miskin ekstrem dan juga jumlah penduduk miskin ekstrem di satu wilayah.

Kombinasi dua indikator ini diharapkan dapat mengarahkan pemerintah daerah untuk memilih wilayah, bukan hanya dengan persentase penduduk miskin ekstrem tinggi, namun juga dengan penduduk ekstrem yang besar.

Khusus untuk lima Kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang menjadi prioritas di tahun 2021 ini, total jumlah penduduk miskin ekstrem mencapai 508.571 jiwa, dengan total jumlah rumah tangga miskin ekstrem 265.180 rumah tangga.

Jumlah tersebut terdiri dari Kabupaten Probolinggo dengan tingkat kemiskinan ekstrem 9,74 persen, dan jumlah penduduk miskin ekstrem 114.250 jiwa. Kabupaten Bojonegoro dengan tingkat kemiskinan ekstrem 6,05 persen, dan jumlah penduduk miskin ekstrem 50.200 jiwa. Kabupaten Lamongan dengan tingkat kemiskinan ekstrem 7,37 persen, dan jumlah penduduk miskin ekstrem 87.620 jiwa. Kabupaten Bangkalan dengan tingkat kemiskinan ekstrem 12,44 persen, dan jumlah penduduk miskin ekstrem 123.490 jiwa. serta Kabupaten Sumenep dengan tingkat kemiskinan ekstrem 11,98 persen, dan jumlah penduduk miskin ekstrem 130.750 jiwa.

Baca Juga:  Sejumlah Oknum Pegawai Puskesmas Camplong Kerap Bolos, Begini Kata Sekda Sampang

Pada kesempatan rapat koordinasi di Gedung Grahadi ini, Wapres juga menegaskan bahwa besaran alokasi anggaran di tahun 2021 untuk penanggulangan kemiskinan bukanlah isu utama, karena sesungguhnya alokasi anggaran dari kementerian/lembaga dan pemerintah daerah cukup besar.

Namun demikian tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana membuat program-program tersebut konvergen dan terintegrasi dalam menyasar sasaran yang sama.

Konvergensi ini penting untuk memastikan berbagai program terintegrasi mulai dari saat perencanaan sampai pada saat implementasi di lapangan, sehingga dapat dipastikan diterima oleh masyarakat yang berhak.

Wapres juga menyampaikan bahwa dalam mengupayakan penanggulangan kemiskinan ekstrem di tahun 2021 yang tinggal tersisa tiga bulan ini, Pemerintah telah berkomitmen untuk membantu upaya percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem, melalui penambahan alokasi anggaran yang secara khusus diprioritaskan pada lima kabupaten yang ditetapkan di tahun 2021 ini.

Baca Juga:  Pengamanan Pelantikan Presiden, Kapolda Jatim Imbau Anggota Tidak Bawa Senpi

Tambahan alokasi pendanaan untuk penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui bantuan sosial tunai dalam kerangka pemulihan ekonomi nasional (PEN), sebagai respon terhadap dampak pandemi Covid-19 tersebut, akan diberikan kepada lima kabupaten prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem di Provinsi Jawa Timur selama tiga bulan hingga akhir tahun 2021. Untuk dapat menjangkau sasaran yang tepat, yaitu kelompok masyarakat miskin ekstrem di masing-masing kabupaten prioritas, diperlukan pemutakhiran data kelompok penerima manfaat (KPM) bantuan sosial tunai tersebut.

Usai melakukan rapat terbatas di gedung Grahadi, rombongan Wapres bersama para Menteri dan Forkopimda Jatim melakukan peninjauan stand pemberdayaan masyarakat dan kawasan industri halal safe and lock di Sidoarjo.

Pelaksanaan peninjauan maket dan masterplan PT. Makmur Berkah Amanda Tbk. didampingi oleh Adi Teja Surya, Direktur PT. Makmur Berkah Amanda Tbk. Kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan gudang dan produk-produk unggulan UMKM Halal Industri Park Sidoarjo dan diakhiri dengan pelepasan secara ceremonial kendaraan kontainer produk UMKM Halal Industri Park Sidoarjo yang akan di ekspor ke Nagoya Jepang oleh Menteri Perindustrian.

Berita Terkait

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027
Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan
Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027
Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA
Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021
Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru