Portal Digital DPMPD Bojonegoro dan Data Desa Masih Sulit Diakses, Rakyat Hanya Disuguhi ‘Error’

- Admin

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Komitmen Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMPD) Kabupaten Bojonegoro terkait transparansi tata kelola keuangan desa kembali dipertanyakan.

Meski dalam forum dengar pendapat (hearing) sebelumnya otoritas terkait menjanjikan keterbukaan informasi, realitas di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.

Sejumlah portal informasi digital yang seharusnya menjadi jendela publik untuk mengawal Dana Desa justru sulit diakses dan terkesan hanya menjadi formalitas belaka.

Berdasarkan pantauan langsung pada portal SIAP Desa – Produk Hukum, banyak dokumen penting seperti Peraturan Desa (Perdes) maupun dokumen anggaran yang gagal dimuat. Salah satu contoh mencolok ditemukan pada data Desa Talok, Kecamatan Kalitidu.

Baca Juga:  Bupati Pamekasan Sebut Penghargaan WTP Bukti Tata Pengelolaan Keuangan Secara Hati-hati

Meski tercatat telah mengunggah dokumen sejak tahun 2023, saat masyarakat mencoba mengakses file tersebut, sistem hanya menampilkan pesan kesalahan, “Tidak dapat membuka file PDF”.

Ironi Sepuluh Tahun Dana Desa
Kondisi ini dianggap ironis mengingat Dana Desa telah bergulir selama satu dekade sejak tahun 2015 berdasarkan amanat UU Nomor 6 Tahun 2014.

Dengan alokasi triliunan rupiah yang telah dikucurkan dari APBN untuk pemberdayaan dan infrastruktur desa, sistem informasi yang stabil dan transparan seharusnya sudah menjadi standar minimal, bukan lagi kendala teknis yang berulang.

Baca Juga:  26 Desa Tidak Mendapat MosiDes, Inspektorat Bojonegoro: Ada Mekanisme yang Harus Diperbaiki

“Sangat ironis, data tercatat diunggah sejak 2023, tapi sampai sekarang sulit dibuka. Kita bicara soal dana negara yang sudah berjalan sepuluh tahun, tapi akses publik untuk sekadar melihat dokumen anggaran di tingkat kecamatan seperti Kalitidu saja masih dipersulit oleh sistem yang tidak memadai,” ujar salah satu warga desa talok yang mencoba mengakses portal tersebut.

Ketidakmampuan publik mengakses dokumen Siskeudes maupun regulasi tingkat desa ini memicu dugaan adanya “transparansi semu”.

Publik menilai bahwa penyediaan portal digital hanya digunakan sebagai penggugur kewajiban administratif, tanpa ada niat serius untuk benar-benar membuka data tersebut kepada masyarakat luas.

Baca Juga:  Pemkab Bojonegoro mengikuti 'Misi Dagang' Pemprov Jawa Timur di Sumatera Utara

Hingga berita ini diturunkan, kendala teknis pada situs resmi milik pemerintah kabupaten tersebut masih sering ditemui.

Masyarakat berharap pihak DPMPD tidak hanya memberikan janji manis saat forum hearing, tetapi juga melakukan audit teknis terhadap seluruh platform informasi desa agar semangat transparansi yang tertuang dalam UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Bojonegoro.

Sampai berita diturunkan Dinas DPMD belum bisa dihubungi dan memberi kebenaran terkait Web desa talok dan desa-desa Kalitidu yang tidak bisa di akses siskeudesnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Hadir 3 September di Surabaya, Wilbex 2026 Vol 2 Siapkan Ruang Eksplorasi Anak
Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI, Cara BRI Angkat Ekonomi Desa Doudo Gresik
DPC Demokrat Bojonegoro Serap Aspirasi Warga dalam Reses dan Perayaan HUT ke-25
Reog hingga Kambing Meriahkan Malam Puncak Voli Antar-RT di Desa Ngampel Kapas Bojonegoro
DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026
Rayakan HUT RI ke-81, Pemkab Bojonegoro Beri Tali Asih untuk Veteran Kemerdekaan
Pembangunan KDKMP Meddelan Lenteng Sumenep Mendapat Sorotan, Tak Sesuai Spek?
INKADHA dan BAZNAS Sumenep Bersinergi, Perkuat Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Produksi Minyak Merosot, Bojonegoro Pacu Pencarian Cadangan Baru di 17 Kecamatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12 WIB

DPRD Sumenep Meminta Pemerintah Daerah Maksimalkan P-APBD Menghasilkan Program Pro Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:29 WIB

Ketergantungan Dana Pusat Masih Tinggi, Bupati Setyo Wahono Putar Otak Genjot PAD Bojonegoro

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Bahas Masalah Transportasi Laut, Bupati Sumenep Perjuangkan Masyarakat Kepulauan ke Kementerian Perhubungan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:29 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Terhadap Raperda P-APBD 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:52 WIB

Ketua DPRD Sumenep Tegaskan Perubahan APBD Tetap Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:35 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Laporan hasil Pembahasan KUA-PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2026

Berita Terbaru