Refleksi Akhir Tahun, PW Muslimat NU DKI Jakarta Bahas Persoalan Bangsa yang Tak Terselesaikan

- Admin

Rabu, 28 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SUARABANGSA.co.id – Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU DKI Jakarta mengajak semua masyarakat untuk melakukan refleksi akhir tahun 2022 berkaitan dengan persoalan bangsa yang hingga kini belum terselesaikan.

“Kita lewati saat-saat pergantian tahun ini dengan melakukan refleksi agar ke depan bangsa ini menjadi lebih baik. Banyak persoalan Jakarta saat ini yang perlu segera mendapat perhatian,” ujar Hizbiyah Wahab Chasbullah saat konferensi pers di kantor Muslimat DKI Jakarta, Jl Kayu Manis Baru Matraman Jakarta, Rabu (28/12/2022).

Menurutnya, ada beberapa persoalan yang menjadi perhatian PW Muslimat NU DKI Jakarta. Di antaranya adalah masih banyaknya warga Jakarta yang belum bisa menerima siaran TV digital setelah proses migrasi siaran TV analog ke siaran TV digital atau dikenal dengan nama Analog Switch Off (ASO) resmi dimulai pada 2 November 2022.

Para pengguna TV analog disarankan untuk memiliki perangkat penting seperti antena dan Set Top Box (STB) agar tetap bisa menikmati layanan siaran TV digital.

“Kurangnya sosialisasi pemerintah soal pemberian Set Top Box (STB) gratis dan how to use-nya masih banyak dirasakan oleh warga di daerah Jakarta,” ucapnya.

Baca Juga:  Dituding Tak Cinta Lingkungan, PT Garam Sumenep Langsung Lakukan Bersih-Bersih

Ditambahkannya juga adalah persoalan kebangsaan menjelang tahun politik perlu mendapatkan perhatian yang serius. Empat pilar kebangsaan (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI & UUD 1945) terus diperkuat di seluruh lapisan masyarakat agar negeri ini tetap kokoh, meski berbeda pendapat dan pilihan. Usaha-usaha untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa ini perlu dilawan secara bersama-sama.

“Generasi muda pun dipupuk terus rasa nasionalismenya sebagai garda masa depan estafet negeri ini. Satu hal lagi fenomena yang tak kalah memprihatinkan dan masih sangat perlu uluran tangan dari semua pihak, yakni nasib korban gempa Cianjur, Awan Panas Guguran (APG) Semeru dan bencana di daerah lain,” paparnya.

Untuk itu kata Hizbiyah, PW Muslimat NU DKI meminta pengurus cabang meningkatkan aksi kemanusiaan.

“Jadi kita meminta kepada pengurus Muslimat di cabang agar meningkatkan gerakan sosialnya dengan mendatangi warga tidak mampu sekaligus memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana atau pun yang lain,” terang Hizbiyah kepada wartawan.

Baca Juga:  Bersama Dinas Pendidikan Provinsi, PWI Jember Menggelar Diklat Public Speaking dan Jurnalistik

Sementara itu, imbuh Hizbiyah, khusus bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus berbenah setelah diputuskannya perpindahan ibu kota ke Kalimantan Timur. Buruknya kualitas udara Jakarta yang sudah melebihi batas mutu udara perlu mendapat perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan melakukan langkah konkrit seperti penganggaran dan penambahan stasiun pemantauan kualitas udara, melakukan pengawasan terukur, penegakan hukum dan transparansi terhadap ketaatan setiap orang terhadap aturan pengendalian pencemaran udara dengan meningkatkan partisipasi publik serta koordinasi bersama pemerintah pusat sebagai bagian dari pengendalian polusi udara di DKI Jakarta.

Perubahan iklim menjadi problem dunia saat ini, curah hujan yang tinggi tentunya membawa dampak bagi Jakarta. Banjir yang menjadi “tamu tak diundang” menjadi pekerjaan setiap pemimpin DKI Jakarta dari masa ke masa.

“Persoalan ini bisa diselesaikan dengan cara duduk bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah DKI Jakarta, daerah penyangga (hulu) serta mengedukasi warga untuk berperilaku cinta dan menjaga lingkungannya,” tandasnya.

Baca Juga:  Ditlantas Polda Jatim Punya Program Satu Polantas Satu Anak Yatim Piatu

Lebih lanjut Hj Hizbiyah menyampaikan, dampak sosial dari pandemi COVID-19 menyasar pada seluruh lapisan masyarakat di Jakarta. Pemulihan ekonomi dilakukan secara serius oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar roda perekonomian warga di tingkat bawah normal kembali. Dampak pandemi bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas juga perlu menjadi prioritas di tahun-tahun mendatang.

PW Muslimat NU DKI Jakarta tambah dia, membuka diri menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyelesaikan persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan. Jaringan Muslimat NU yang tersebar hingga level kelurahan bahkan RW, bisa menjadi motor penggerak setiap saat.

“Kami siap menjadi mitra strategis Pemprov DKI Jakarta dalam mengurai permasalahan sosial kemasyarakatan sehingga negeri ini menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur (sebuah negeri yang indah, bagus, baik dan Allah SWT Maha pengampun kepada para penduduknya). Serta mengimbau masyarakat dalam perayaan tahun baru dilakukan sewajarnya saja, kita habis melewati masa pandemi panjang, lebih baik bermuhasabah dengan doa dan memberikan santunan kepada yang membutuhkan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Rabu, 23 September 2026 - 17:30 WIB

HJB ke-349 Diluncurkan, Bupati Tekankan Refleksi Sejarah dan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru