Saat Paripurna Berlangsung di Kantor DPRD Kota Padang Sidempuan, Diduga Pegawai Apotek Kimia Farma Bakar Obat

Lokasi Pembakaran Kotak Obat dan Botol Obat yang sudah di Padamkan.

PADANG SIDEMPUAN, SUARABANGSA.co.id – Peserta dan tamu rapat Paripurna Penetapan P. APBD Kota Padang Sidempuan tahun 2022, mendadak berhamburan keluar dari gedung DPRD.

Pasalnya mendadak bau Asap menyengat tiba – tiba menghampiri seisi ruangan Kantor DPRD Kota Padang Sidempuan, Jum’at (23 /9/2022) sore.

Setelah ditelusuri, ternyata bau menyengat berasal dari Apotik Kimia Farma yang berada persis disamping gedung kantor DPRD Kota Padang Sidempuan.

Terlihat oknum Pegawai dari Apotek Kimia Farma yang diduga sedang membakar bekas obat dan cairan obat yang menimbulkan asap dan menebarkan aroma bau yang menyengat atau tidak sedap di hirup.

Baca Juga:  Polres Sumenep Pastikan Hingga Saat Ini Tidak Ada Kasus Penculikan Anak

Pantauan di lokasi, selain kotak obat, terlihat beberapa botol kosong yang diduga cairannya sudah ditumpahkan ke api yang lagi menyala, sehingga asap dari pembakaran tersebut menimbulkan bau tak sedap.

Salah satu karyawan Apotik Kimia Farma saat dimintai keterangannya mengatakan, yang dibakar tadi hanya kotak obat saja.

“Karena kotak obat tersebut tidak laku dijual,” sebut Uli.

Uli menambahkan, sedangkan untuk botol obat tersebut laku dijual.

“makanya kita buang isinya pak,” tambah Uli kepada wartawan.

Terkait pembakaran kotak dan cairan obat yang dilakukan oleh Apotik Kimia Farma, Plt Kadis Kesehatan Saidah Asro Fauziah Siregar menganggap pembakaran yang dilakukan oleh Apotik Kimia Farma ini menyalahi.

Baca Juga:  BIN Laksanakan Vaksinasi Massal di Masjid Agung Al-Abror Padang Sidempuan

“Saya juga tadi mencium aroma tidak sedap tadi saat mau mengikuti Rapat Paripurna Penetapan P. APBD tahun 2022, selanjutnya kalau betul apa yang dilakukan oleh Apotik Kimia Farma terkait pembakaran kotak dan cairan yang berbentuk obat jelas sudah menyalahi,” terangnya.

Apa lagi jelas – jelas di sekitar Apotik Kimia Farma tersebut ramai aktivitas masyarakat.

“Karena Apotik Kimia Farma dikelilingi perkantoran,” ungkap Plt Kadis Kesehatan kepada Wartawan.

Lanjut, Saidah itu ada juknis juklaknya nanti mau dilihat dan seharusnya itu tidak dilakukan pembakaran terhadap yang berbentuk obat.

Baca Juga:  Ribuan Warga Padang Sidempuan Minta Gus Irawan Pasaribu Lanjut

“Melainkan ditanam supaya tidak menggangu aktivitas dan juga masyarakat disekelilingnya,” jelas Kadis Kesehatan Saidah Asro Fauziah Siregar.

Temukan Kami: