Pantau Harga Bahan Pokok, Pemkab Probolinggo Lakukan Sidak Tiga Pasar

- Admin

Jumat, 9 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, SUARABANGSA.co.id – Pemerintah Kabupaten Probolinggo melaksanakan sidak di tiga pasar yaitu pasar Baru, Pasar Ketapang dan Pasar Wonoasih, Kamis (08/09/2022).

hal ini dilaksanakan untuk menyikapi fluktuasi harga kebutuhan pokok setelah kenaikan harga BBM oleh tim pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Sidak di Pasar Baru dipimpin oleh Sekretaris Daerah drg. Ninik Ira Wibawati bersama dengan jajaran forkopimda dan anggota TPID. Diantaranya Kajari Hartono, Ketua Pengadilan Negeri Yusti Cinianus Radjah, Pasilog Kodim 0820 Kapten Cba Dandung Kusdiantoro, Kepala BPS Heri Sulistio, Pimpinan Cabang Perum Bulog Sub Divre VIII Probolinggo Ramadan, Kepala Bappeda Litbang Tartib Gunawan, Kepala DKUPP Fitriawati, Plt.Kadinkes P2KB dr. NH Hidayati dan Kepala Diskominfo Pujo Agung Satrio.Pemkot Probolinggo.

Tim menanyakan mengenai harga, stok dan asal barang ke beberapa pedagang. Antara lain ke ke pedagang sembako, pedagang telur ayam ras, cabe, daging ayam broiler dan pedagang daging sapi. Hasilnya, untuk harga daging ayam broiler yakni sebesar Rp 35.000/kg, harga telur Rp 27.000/kg, harga cabe merah besar dan cabe rawit Rp 50.000 – 55.000/kg, harga bawang merah Rp 25.000/kg, harga bawang putih Rp 20.000 – Rp 22.000/kg dan harga daging sapi Rp 110.000/kg.

Baca Juga:  DLH Bojonegoro Angkat Bicara Soal Galian C di Ringintunggal

Usai sidak, sekda menyampaikan bahwa harga kebutuhan pokok di Pasar Baru saat ini relatif tidak terpengaruh dengan kenaikan harga BBM.

“Untuk saat ini masih belum berpengaruh sama sekali ya, jadi nantinya kita pantau lagi,” terang Sekda Ninik.

Dari kegiatan sidak ini, sekda mengharapkan agar laju inflasi di Kota Probolinggo tetap terkendali.

“Harapannya sih memang terkendali, tidak menaikkan inflasi dan masyarakat bisa terjangkau untuk membelinya,” harapnya.

Senada dengan Sekda, Kepala DKUPP Fitriawati juga mengatakan bahwa harga kebutuhan pokok masih stabil.

“Harga masih stabil ya, belum ada dampak dari kenaikan BBM untuk harga-harga bahan pokok,” tambah Fitriawati.

Sementara itu, salah satu pembeli yang ditemui saat berbelanja, Titin mengaku maklum jika ada penyesuaian harga bahan pokok.

“Tidak seberapa, soalnya semuanya juga kan memang harus naik, barangkali gitu,” terang Titin.

Baca Juga:  Forkopimda Jatim Kolaborasi Dengan Menkes dan BNPB Atasi Covid-19 di Bangkalan

Di lokasi terpisah, sidak di Pasar Ketapang yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Budiono Wirawan mengungkapkan hal yang sama. Menurut Budiono, kenaikan harga BBM belum berdampak signifikan terhadap harga bahan pokok.

“Jadi kenaikan dari BBM ini memang belum begitu terasa karena ini masih baru, jadi masyarakat masih menggunakan stok lama,” jelasnya.

Namun begitu, masih kata Budiono, dari 5 komoditi utama yang dipantau terdapat 3 komoditi yang mengalami kenaikan harga.

”Jadi kita memantau paling tidak 5 komoditi, yaitu daging ayam, telur ayam ras, cabe merah, cabe rawit dan bawang merah diantara barang-barang ini terimbas BBM memang ada kenaikan 3 komoditi, yang tidak naik atau cenderung turun itu di bawang merah dan telur,” jelas Budiono.

Diketahui di Pasar Ketapang, harga daging ayam dijual Rp 36.000/kg, harga telur ayam ras Rp 27.000/kg berikutnya harga cabe merah dan cabe rawit Rp 50.000/kg.Serupa dengan dua pasar sebelumnya, hasil sidak di Pasar Wonoasih menunjukkan kenaikan harga bahan pokok masih terhitung wajar. Hal itu diungkapkan oleh salah satu pedagang ayam potong di pasar setempat, Nur Azizah.

Baca Juga:  Mulai Hari Ini, PPKM Darurat Mulai Diberlakukan di Jatim

“Kenaikan bahan pokok sekarang masih terbilang biasa karena naiknya itu tidak terlalu tinggi, naiknya hanya Rp 1.000 sampai Rp 2000,” terang Azizah.

Sidak di Pasar Wonoasih yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo juga tidak menemukan kenaikan harga yang signifikan dari lima komoditi yang menjadi prioritas TPID. Harga telur berkisar Rp 27.500 – Rp 28 ribu; cabai merah Rp 55 ribu – Rp 60 ribu; bawang merah Rp 28 ribu; daging ayam harga terendah Rp 34 ribu hingga Rp 36 ribu; untuk cabai rawit Rp 50 ribu.

“Mengapa kami memilih lima komoditi ini, karena mulai bulan Juli sampai pertengahan Juli, lima komoditi ini harganya meningkat. Di minggu ketiga dan keempat mulai turun kecuali daging dan telur ayam. Bulan Agustus justru semakin turun kecuali terus harganya masih standar,” tutur Kabid Perdagangan DKUPP Erwan Kiswandono.

Berita Terkait

Bahas Masalah Transportasi Laut, Bupati Sumenep Perjuangkan Masyarakat Kepulauan ke Kementerian Perhubungan
DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026
Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
APBD Perubahan Bojonegoro 2026 Disepakati, Setyo Wahono Minta Perangkat Daerah Hindari Proyek Mangkrak
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat
Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
Pembangunan Bendungan Karangnongko Deadlock, DPRD Bojonegoro Desak Pucuk Pimpinan dan APH Turun Tangan

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:03 WIB

APBD Perubahan Bojonegoro 2026 Disepakati, Setyo Wahono Minta Perangkat Daerah Hindari Proyek Mangkrak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:18 WIB

Pembangunan Bendungan Karangnongko Deadlock, DPRD Bojonegoro Desak Pucuk Pimpinan dan APH Turun Tangan

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:15 WIB

Bupati Setyo Wahono Ajak Media Gaungkan Layanan Unggulan RSUD dan Rencana Kampus UB di Bojonegoro

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:47 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Bojonegoro Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Pertanian

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:57 WIB

Bupati Bojonegoro: Koperasi Modern Harus Jadi Penyerap Utama Hasil Bumi, Bukan Sekadar Papan Nama

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:51 WIB

Meski Pendapatan Lampaui Target, DPRD Bojonegoro Soroti DBH Migas hingga Program Gayatri

Berita Terbaru