Warga Luar Kota Serbu Bojonegoro, Jual Uang Baru

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Menjelang hari Raya Idul Fitri 1443 H penyedia jasa tukar uang di Bojonegoro mulai marak. Mereka menjajakan jasanya di pinggir jalan raya.

Ferdin salah satu warga Medan bersama rombongan datang ke Bojonegoro untuk menjajakan dagangan (barter) pecahan rupiah, uang yang baru keluaran bank.

Ferdin bersama rombongan dari Medan ada sekitar 20 orang lebih kost di Bojonegoro selama sepekan ini untuk menjajakan pecahan uang baru, teman teman Ferdin menyebar di beberapa titik keramaian di Bojonegoro, dari alun alun, Jalan Teunku Umar, Veteran, jalan Pemuda dan tempat tempat yang ramai di Bojonegoro.

Baca Juga:  Operasi Patuh Semeru 2019, Dirlantas Polda Jatim Jaring 200.732 Pelanggar

Ferdin saat ditemui awak media Suara Bangsa menceritakan tentang pembagian fee dari hasil barter uang antara dirinya dengan Bos yang mempunyai uang (utama), setelah uang habis baru menyetorkan pada bos.

“Satu hari kira kira ya dari empat juta sampai dua juta kita terjual, untuk fee pembagian hasil penjualan lima lima puluh dengan bos perseratus ribu ada tambahan sepuluh ribu,. Satu plastik ini isinya seratus ribu tanpa dipotong,tapi mas tambah sepuluh ribu pada kita,” terangnya.

Disingung tentang kenapa pilihannya di Bojonegoro, Ferdin menjelaskan Masyarakat Bojonegoro ekonominya mulai membaik, dan orang orang desa mulai banyak ke kota.

Baca Juga:  Lemahnya Pengawasan Perusahaan, Karyawan PT Tanjung Odi yang Bertatus Reaktif Masih Berkeliaran

Imbuhnya, dia dengan rekan rekannya ikut Bos dari Jombang, dan penjualan ini juga membantu warga yang antri di bank.

“Dari pada antri di bank kan mending beli di kita, lha tambahan biaya itu bagian dari ongkos akomodasi (ganti pelayanan antri di bank), saya ikut bos Jombang mas,” pungkasnya.

Leave a Reply