SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Sebagai salah satu upaya dalam mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep, Bupati Achmad Fauzi memberikan bantuan terhadap warganya.
Bantuan yang diberikan Bupati Sumenep tersebut berupa Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), BPJS, aliran listrik dan beras yang diberikan secara simbolis di Balai Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, kepada para penerima bantuan, Selasa (25/01/2022).
“Bantuan ini adalah starategi kami Pemerintah Daerah dalam rangka menekan angka kemiskinan,” ujar Bupati Fauzi.
Selanjutnya, kata Fauzi, bahwa dana bantuan yang disalurkannya tersebut merupakan dana program penanggulangan kemiskinan ekstrim yang berasal dari Pemerintah Pusat, Provinsi serta dari Daerah, sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
“Maka, dengan program ini diharapkan tidak ada lagi kemiskinan ekstrim di daerah-daerah, termasuk di Kabupaten Sumenep,” terangnya.
Selain itu pula, lanjut Fauzi, bahwa dari keberhasilan dalam penanggulangan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Sumenep, juga tidak lepas dari peran dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk juga swasta, dengan melaksanakan program kegiatan yang terpadu serta terintegritas.
“Pastinya, Pemerintah Daerah telah melakukan pemetaan desa dengan kemiskinan ekstrem, agar program yang dijalankan itu menyesuaikan dengan penyebab kemiskinan baik di Kelurahan atau Desa,” ungkapnya.
Selain Bupati Sumenep, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Drs. H. Yayak Nurwahyudi, M.Si menjelaskan, bahwa terdapat lima Kecamatan yang termasuk dalam kategori kemiskinan ekstrim yang ada di Kabupaten Sumenep, yang diantaranya adalah Kecamatan Arjasa, Batang-Batang, Pragaan, Lenteng dan Kecamatan Sapeken.
Sementara kemiskinan ekstrem dalam konsep internasional dimaknai sebagai kondisi masyarakat yang memiliki pendapatan kurang dari sekitar Rp 800 ribu per bulan.
“Bantuan kepada masyarakat untuk penyalurannya dilakukan secara bertahap dan semua bantuan targetnya bisa mengatasi kondisi yang terjadi di tengah masyarakat,” pungkasnya.















