Amburadul, Pengerjaan Jalan Makadam di Camplong Sampang Ini Disinyalir Proyek Siluman

DBHCHT Sumenep

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Pengerjaan jalan makadam di Dusun Loloran, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, disinyalir proyek siluman.

Sebab, dilokasi proyek tak ditemukan papan informasi sehingga masyarakat sekitar tidak mengetahui asal muasal proyek tersebut, baik nama pekerjaan, sumber dana, volume serta besaran anggaran. Bahkan, pengerjaan diduga menyalahi besaran teknis (bestek).

Bukan hanya tak sesuai bestek, kualitas pekerjaannya pun jauh dari kata memuaskan dan terkesan asal-asalan. Diduga, awal pelaksanaan pekerjaan itu tidak menggunakan batu besar dan langsung menggunakan sirtu.

Informasi yang didapat kontributor suarabangsa.co.id dari warga setempat, bahwa anggaran proyek yang amburadul tersebut berasal dari dana hibah Provinsi Jawa Timur.

Rosi, salah satu warga setempat sangat menyayangkan kualitas proyek itu. Menurutnya, selain diduga tidak sesuai RAB, pelaksana proyek sudah melanggar UU No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik yang menegaskan sebagaimana dalam Pasal 28 F UUD tahun 1945 serta Perpres No 54 Tahun 2010 dan No 70 tahun 2012.

Baca Juga:  Sesuai Kebijakan Kemenkes, RSUD dr Mohammad Zyn Turunkan Harga Tes PCR Menjadi Rp 235 Ribu

“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparasi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan,” tegas Rosi, saat dihubungi via pesan singkat WhatsApp, Minggu (19/12/2021).

Pemuda yang juga aktif di lembaga sosial kontrol itu merasa kecewa, sebab pengerjaan proyek yang sangat tidak bermutu itu hanya membuang anggaran saja, dan itu merupakan pembodohan kepada masyarakat.

“Saya sebagai masyarakat sangat kecewa sekali, volume proyek tidak jelas antara titik nol sampai titik terakhir. Tak hanya itu, pekerjaan yang di klaim sudah rampung itu tidak dilakukan pengerasan dengan alat berat alias tanpa di Wales,” sesalnya.

Baca Juga:  Pasien Covid-19 Sembuh Bertambah 1 Orang, dan 1 Orang Pasien Salah Informasi Data Lagi

Menurutnya, pekerjaan yang tidak ada pemadatan sama sekali itu seharusnya dinas terkait segera menegur pihak pelaksana atau yang punya proyek, agar pembangunan jalan yang diharapkan bisa maksimal.

“Tujuannya, agar pelaksanaan proyek yang dikerjakan tersebut di evaluasi dan kalau perlu yang sudah dikerjakan itu dibongkar ulang,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan ke pihak-pihak yang berkompeten, yang punya tanggungjawab dalam hal mengawasi dan memonitoring.

“Saya minta pihak terkait bersikap tegas, sebab ini sudah merugikan masyarakat dan negara. Karena dalam pelaksanaan pembangunan yang bersumber dana dari pemerintah seharusnya di kontrol oleh pihak yang bertanggungjawab,” tegasnya.

Menurut informasi, lanjut dia, bahan proyek itu hanya menghabiskan sirtu sebanyak 225 truk dan itupun panjangnya diduga tidak sesuai. Sehingga, hasil pekerjaannya sama sekali tidak maksimal dan sia-sia.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Cek Vaksinasi di SMPN 1 Surabaya

“Sudah saya hitung-hitung satu truk itu harganya Rp 145 ribu. Jadi, total dana yang digunakan dalam proyek jalan ini hanya sekitar Rp 32 juta. Padahal informasi yang saya dapat, anggarannya Rp 200 juta ke mana lebihnya,” ketusnya.

Hingga berita ini dilansir, belum juga ada papan nama proyek atau prasasti sehingga tidak diketahui siapa pelaksana proyek tersebut.

Leave a Reply