Amburadul, Pengerjaan Jalan Makadam di Camplong Sampang Ini Disinyalir Proyek Siluman

- Admin

Minggu, 19 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Pengerjaan jalan makadam di Dusun Loloran, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, disinyalir proyek siluman.

Sebab, dilokasi proyek tak ditemukan papan informasi sehingga masyarakat sekitar tidak mengetahui asal muasal proyek tersebut, baik nama pekerjaan, sumber dana, volume serta besaran anggaran. Bahkan, pengerjaan diduga menyalahi besaran teknis (bestek).

Bukan hanya tak sesuai bestek, kualitas pekerjaannya pun jauh dari kata memuaskan dan terkesan asal-asalan. Diduga, awal pelaksanaan pekerjaan itu tidak menggunakan batu besar dan langsung menggunakan sirtu.

Informasi yang didapat kontributor suarabangsa.co.id dari warga setempat, bahwa anggaran proyek yang amburadul tersebut berasal dari dana hibah Provinsi Jawa Timur.

Rosi, salah satu warga setempat sangat menyayangkan kualitas proyek itu. Menurutnya, selain diduga tidak sesuai RAB, pelaksana proyek sudah melanggar UU No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik yang menegaskan sebagaimana dalam Pasal 28 F UUD tahun 1945 serta Perpres No 54 Tahun 2010 dan No 70 tahun 2012.

Baca Juga:  Meski Dilarang, Anak-anak di Sampang Makin Marak Main Sepeda Listrik di Jalan Raya

“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparasi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan,” tegas Rosi, saat dihubungi via pesan singkat WhatsApp, Minggu (19/12/2021).

Pemuda yang juga aktif di lembaga sosial kontrol itu merasa kecewa, sebab pengerjaan proyek yang sangat tidak bermutu itu hanya membuang anggaran saja, dan itu merupakan pembodohan kepada masyarakat.

“Saya sebagai masyarakat sangat kecewa sekali, volume proyek tidak jelas antara titik nol sampai titik terakhir. Tak hanya itu, pekerjaan yang di klaim sudah rampung itu tidak dilakukan pengerasan dengan alat berat alias tanpa di Wales,” sesalnya.

Baca Juga:  Mobil Water Canon Polres Sampang Ikut Bantu Padamkan Api yang Membakar Gudang Rongsok

Menurutnya, pekerjaan yang tidak ada pemadatan sama sekali itu seharusnya dinas terkait segera menegur pihak pelaksana atau yang punya proyek, agar pembangunan jalan yang diharapkan bisa maksimal.

“Tujuannya, agar pelaksanaan proyek yang dikerjakan tersebut di evaluasi dan kalau perlu yang sudah dikerjakan itu dibongkar ulang,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan ke pihak-pihak yang berkompeten, yang punya tanggungjawab dalam hal mengawasi dan memonitoring.

“Saya minta pihak terkait bersikap tegas, sebab ini sudah merugikan masyarakat dan negara. Karena dalam pelaksanaan pembangunan yang bersumber dana dari pemerintah seharusnya di kontrol oleh pihak yang bertanggungjawab,” tegasnya.

Baca Juga:  Tolak Penundaan Pilkades di Sampang dengan Memakai Jas Ansor, Bakal Calon Kades Ini Ditegur Ketua PC Ansor

Menurut informasi, lanjut dia, bahan proyek itu hanya menghabiskan sirtu sebanyak 225 truk dan itupun panjangnya diduga tidak sesuai. Sehingga, hasil pekerjaannya sama sekali tidak maksimal dan sia-sia.

“Sudah saya hitung-hitung satu truk itu harganya Rp 145 ribu. Jadi, total dana yang digunakan dalam proyek jalan ini hanya sekitar Rp 32 juta. Padahal informasi yang saya dapat, anggarannya Rp 200 juta ke mana lebihnya,” ketusnya.

Hingga berita ini dilansir, belum juga ada papan nama proyek atau prasasti sehingga tidak diketahui siapa pelaksana proyek tersebut.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru