Grebek Tempat Prostitusi, Polda Jatim Amankan 26 PSK di Wisma Penantian Lumajang

DBHCHT Sumenep

SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Unit III Renakta Subdit IV Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengamankan Tersangka NS alias Mami Ambar (41) di rumahnya “Wisma Penantian” Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang lantaran diketahui telah melakukan tindak pidana perdagangan orang atau biasa disebut prostitusi.

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan Tersangka Mami Ambar berhasil diamankan berkat adanya laporan dari salah satu korban yang berhasil melarikan diri dan melapor kepada pihak Kepolisian.

“Korban TR kabur melompat tembok belakang rumah mami Ambar sehingga terluka,” ujarnya di Mapolda Jatim, Kamis (25/11/2021).

Baca Juga:  Daihatsu Ayla Terlibat Kecelakaan Beruntun

Selanjutnya korban menghubungi travel untuk menuju Jakarta namun mobil Luxio yang disopiri Ipay mengikuti dari belakang hingga sampai di Surabaya korban turun dan minta tolong ke warga.

“Korban diantar warga melapor ke polisi jika dirinya dijual oleh Mami Ambar untuk melayani para pria hidung belang pada, Selasa (16/11/2021) lalu,” jelasnya.

Gatot menyampaikan, untuk mendapatkan korbannya, Nesi menawarkan lowongan kerja sebagai LC di Pulau Bali melalui media sosial Facebook. Dengan iming-iming gaji besar mulai Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per bulan.

Baca Juga:  Sebulan Diresmikan, Sistem E-TLE Sudah Jaring 6.035 Pelanggar Lalin

Melihat tawaran itu, para korban akhirnya tertarik sehingga bertandang ke “Wisma Penantian” Namun rupanya, mimpi mereka tak berbuah kenyataan. Selama ditampung di rumah tersangka, para korban justru dijual sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) dengan bayaran Rp 200 ribu sekali melayani tamu.

Lanjut Gatot, ketika kasus ini diungkap, petugas kepolisian mendapati ada sebanyak 29 perempuan yang dipekerjakan sebagai PSK di wisma tersebut.

“Ketika dilakukan pengungkapan oleh teman-teman Ditreskrimum Polda Jatim, ini ada 23 perempuan dewasa dan ada enam perempuan yang masih dibawah umur,” tutupnya.

Baca Juga:  Ruang Makan Hotel Grand Bali Beach Kebakaran

Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 12 undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 600 juta.

Leave a Reply