Tolak Pencabutan Subsidi LPG 3 Kg, Warga Kediri Geruduk Balai Kota

- Admin

Jumat, 7 Februari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI, SUARABANGSA.co.id – Perkumpulan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Komunitas Ikatan Pemuda Kediri (IPK), Paguyuban Saroja dan Komunitas Penggali Kubur (KPK) Kediri Raya menggelar aksi damai di Balai Kota Kediri jalan Basuki Rahmad Kota Kediri, Jum’at (07/02/20) pagi.

Mereka menanyakan kembali terkait sikap tegas dari Pemkot Kediri tentang pencabutan subsidi LPG 3 kilogram yang berdampak pada warga Kota Kediri.

Dalam orasinya, Tomi mengatakan bahwa warga Kota Kediri sangat membutuhkan subsidi itu, karena subsidi Gas LPG kalau dicabut warga menjerit.

Baca Juga:  Miris, Baru Dibangun Jembatan Aladin di Gapura Jadi Tempat Mesum Para Muda-mudi

“Dikarenakan, masyarakat yang mengandalkan gas LPG 3 kilogram untuk menyambung hidup dan mengais rejeki dengan berjualan,” terangnya.

Usai menyampaikan aspirasinya, beberapa perwakilan aksi damai ditemui Kepala DPMPTSP Kota Kediri Anang Kurniawan dan Kepala Kesbangpol  Kota Kediri Tanto Wijohari.

Diketahui, dari hasil pertemuan tetsebut Tanto mewakili Pemkot Kediri tidak bisa memberikan jawaban yang pasti dan terkesan terbelit-belit.

Tomi dkk membubarkan diri keluar dari ruangan khusus Sekkota Kediri sangat menyesalkan kinerja Pemkot Kediri, dari waktu yang diberikan sudah lama, namun sampai hari ini tidak ada sikap  tegas dari Pemkot Kediri terkait rencana pemerintah pusat akan mencabut gas LPG 3 kilogram.

Baca Juga:  Dirlantas Polda Jatim Pimpin Upacara Pemakaman Kombes Pol (Purn) Djoko Triyono

“Kami masih menunggu jawaban dan sikap tegas dari Pemkot Kediri, namun sampai detik ini Pemkot Kediri belum bisa menunjukkan secara resmi terkait sikap tegas tersebut,” ungkapnya.

Berita Terkait

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal
PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah
Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah
BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak
Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:43 WIB

Pererat Kekeluargaan, Koperasi KAREB dan PT KAS Gelar Doa, Besok bersama warga desa juga lakukan hal sama, akan Santuni Ratusan Anak Yatim

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:42 WIB

Ojol Bojonegoro Berbagi 500 Paket Takjil di Jalan Pemuda

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:07 WIB

Ketua Projo Bojonegoro: Pengakuan Rismon Sianipar Adalah Kematian Narasi Fitnah Ijazah Jokowi

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:27 WIB

Begini Suara Syukur dari Pedal Listrik, Kisah Lansia Bojonegoro Terima Bantuan Presiden RI Becak listrik

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:23 WIB

Menteri LH Bersama Bupati Bojonegoro Pimpin Curve, dan Bersih-bersih di Program Indonesia Asri

Minggu, 1 Maret 2026 - 01:04 WIB

Bocil di Bojonegoro yang Sempat Dilaporkan Hilang, Keluarga Menolak Diotopsi

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:38 WIB

Orang Tua Siswa yang Kritik MBG Dilaporkan SPPG, Begini Komentar Ketua DPC Peradi Bojonegoro

Senin, 23 Februari 2026 - 12:39 WIB

Usai Viral, Aktivitas Pungli di TBB Tidak Terlihat Lagi

Berita Terbaru