Hidup di Rumah Tidak Layak Huni, Pasutri di Pamekasan Ini Berharap pada Dermawan

- Admin

Sabtu, 9 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Pasangan suami istri di Pamekasan hidup di rumah kumuh dan tidak layak huni selama puluhan tahun.

Sepasang suami istri tersebut adalah Aspulla (65) dan Munarya (60) warga Dusun Timur Jalan, Desa Ambender, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur.

Pasangan suami istri (Pasutri) ini sudah sekitar 40 tahun lebih, tinggal di rumah yang kumuh dan tidak layak huni dengan ukuran 2×4 meter, dan didalamnya hanya ada satu kasur dan itupun sudah tidak berbentuk

Baca Juga:  Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Bupati Pamekasan Wajibkan Semua OPD Gunakan Produk UMKM

Munarya menceritakan kehidupan keluarganya bergantung pada tetangganya yang membutuhkan tenaganya.

“Mau gimana lagi, lawong memang kedaan ekonomi hidup saya seperti ini, saya hanya cari rumput buat sapi tetangga, sedangkan suami saya buruh cangkul itupun kalau ad yang nyuruh,” ucap Munarya.

Pasutri yang tidak dikaruniai anak tersebut berharap kepada pemerintah atau Dinas terkait bahkan kepada para Dermawan agar meringankan beban hidupnya.

“Toreh kaule bentoh, (monggo saya dibantu), kasihani saya, saya ingin punya rumah seperti tetangga, meski tidak bagus setidaknya layak buat suami dan saya tempati, terutama jika musim penghujan datang kami tidak ketakutan lagi,” imbuhnya.

Baca Juga:  Subdenpom V/4-3 Pamekasan Laksanakan Ops Gaktib

Bahkan, ia menceritakan ketika ada angin besar, harus berlari ke luar, karena rumahnya takut rubuh.

“Saya juga suami merasa ketakutan jika musim hujan datang, takut kerobohan soalnya,” sambungnya.

Sementara itu, Kholiful Anwar Kaur Keuangan Desa setempat mengatakan bahwa pihaknya selama sudah mengupayakan diajukan, akan tetapi sampai saat ini masih belum ada kepastian.

“Saya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membantu keluarga pak Aspulla, akan tetapi dari pemerintah Pamekasan khususnya Dinas terkait masih belum bisa ngasih keputusan, karena data yang sudah masuk tidak bisa dirolling,” pungkasnya.

loading…


Berita Terkait

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
Pemkab Sumenep Bersama Basnas, Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdamak Kekeringan
Warga Batang-Batang Sumenep Ditemukan Meninggal Terbakar
Warga Bungur Bojonegoro Hantam Ibunya Pakai Paving, Lalu Menyerah Tanpa Busana
Jejak Sindikat Narkoba Terendus di Laut Kepri, 2,6 Ton Sabu Cair Digagalkan
Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Kutukan Migas Bojonegoro: APBD 2027 Diproyeksi Anjlok Rp5,2 Triliun, Tim Kartel Peringatkan Ancaman Lumpuh Fiskal

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Peringati HUT ke-50 Koperasi Kareb, Begini Komentar Wabup Bojonegoro

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Gelar Gebyar Sholawat Bersama Gus Iqdam, Koperasi Kareb Bojonegoro Peringati HUT ke-50, Kurang Lebih 35 Ribu Masa Padati MPS Dander

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Tonton MotoGP Mandalika saat Warga Dilanda Kekeringan, Anggota DPRD Bojonegoro Dikritik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:45 WIB

DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Berita Terbaru