Soal Bisnis Q-Net di Lumajang, Ini Pengakuan Para Korban

Q Net, Polres Lumajang

Sejumlah korban saat mendatangi Polres Lumajang

LUMAJANG, SUARABANGSA.co.id – Merugikan banyak oranga, Polres Lumajang, Jawa Timur berhasil membongkar bisnis Q-Net dan meringkus pria berinisial MK (48) warga Desa Singgahan Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun.

MK sendiri merupakan salah satu orang penting dalam bisnis Q-Net.

Salah seorang korban, Muhammad Deni (19) warga Desa Panggung, Kecamatan Padang menceritakan bahwa di perusahaan Q Net mereka hanya makan nasi dan garam.

“Di sana saya hanya dikasih makan nasi sama garam pak, kami selalu diawasi sama senior, makanya pada malam hari, saya melompat melalui jendela bersama teman saya, karena tidak punya uang, saya naik truk hingga Lumajang,” terang Korban Deni.

Baca Juga:  Seorang Kakek di Sumenep Ditemukan Tergeletak Tak Berdaya di Pinggir Pantai

Sementara saksi lainnya, Sariono (54) Warga Desa Kalisemut, Kecamatan Padang mengku sampai meminjam uang ke rentenir agar sang anak yang bernama Taufik bisa ikut bisnis di Q-Net.

“Saya pinjam ke rentenir pak, ini demi anak saya, yang katanya bisa membuat anak saya kaya. Sekarang saya dikejar sama rentenir, sampai sekarang ternyata anak saya juga ya nggak kaya-kaya,” kata Sariono.

Serupa pula dengan korban yang lainnya, Zainul (19) warga Desa Kali Semut Kecamatan Padang juga sampai menjual sapi milik orang tuanya agar bisa bergabung di bisnis Q-Net.

“Ya mau gimana lagi pak, saya pengen punya kerjaan, terpaksa saya jual sapi milik bapak di rumah, tapi sekarang saya bingung, harus gimana. Sedangkan uang saya sudah hilang,” kata Zainul.

Baca Juga:  Truk Gandeng Bermuatan Mie Sedap 'Nyungsep' ke Parit

Sementara, Kapolres Lumajang AKBP Drs. Muhammad arsal sahban SH., SIK., MH., MM., mengatakan, korban-korbannya dicuci otaknya sedemikian rupa.

“Sehingga meyakini bahwa mereka akan sukses kemudian hari, dengan diiming-imingi akan memiliki mobil mewah bahkan rumah mewah hanya dalam jatuh tempo sesingkat-singkatnya,” terangnya.

Kapolres menambahkan, korban tidak sadar jika terperangkap dalam satu bisnis Money Game dan ikut terlibat dalam menipu temen-temennya.

“Bahkan mereka juga berani memaksa orang tuanya, untuk mengirim sejumlah uang, meskipun mereka sadar uang tersebut sangat sulit didapatkan oleh orang tuanya,” tutur AKBP Arsal.

Baca Juga:  Pemilik Senpi Rakitan Ilegal di Lumajang Juga Menyekap Seorang Gadis

Kapolres Lumajang AKBP Drs. Muhammad Arsal Sahban, mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Lumajang, agar berhati-hati dengan modus modus penipuan dan kejahatan lainnya.

“Kalau memang ada hal tersebut, langsung lapor ke Mapolres Lumajang, kami akan tindak lanjuti laporan dari masyarakat disebut,” tegas AKBP Drs. Muhammad Arsal Sahban.

Leave a Reply