STIT Al Karimiyyah Menggelar Wisuda ke-8 Sarjana Strata 1

- Admin

Rabu, 4 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Karimiyyah, Beraji Gapura, Sumenep, Madur, Jawa Timur menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-8 Sarjana Strata 1 di gedung Korpri, Rabu (04/09).

Adapun yang diwisuda kali ini berjumlah 181 mahasiswa dan mahasiswi yang terdiri dari jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasan Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Dr. Ach. Syaiful A’la, M.Pd.I, Ketua STIT Al Karimiyyah dalam sambutannya mengatakan, tugas sarjana ketika kembali ke masyarakat adalah melakukan pengabdian.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Resmikan Gedung Smart School SMPN 3

Salah satu tugas sarjana yang tak kalah penting, kata dia, yaitu melakukan perbaikan berbagai problem di masyarakat.

“Tugas Anda nanti melakukan pengabdian dengan cara memikirkan kemajuan dan melakukan perbaikan di masyarakat,” imbuh Syaiful.

Ia juga berpesan, agar para sarjana tidak hanya mengenyam pendidikan di tingkat strata 1 saja, melainkan melanjutkan ke Pascasarjana hingga S3.

“Jangan berhenti sampai di sini,” tegas Syaiful.

Sementara itu, Bupati Sumenep, KH A. Busryo Karim juga menyampaikan hal yang tak jauh beda. Bahwa saat ini para sarjana memang dituntut untuk menguasai teknologi.

Baca Juga:  Kampung Tangguh Semeru Desa Dukuh Kediri Diusulkan Jadi Projek Percontohan

Menurut Bupati, tantangan ke depan akan lebih berat lagi karena memasuki kawasan Industri 0,4. Sehingga, lulusan STIT Al Karimiyyah diharapkan bisa mempersiapkan mulai saat ini.

“Tantangan ke depan akan lebih berat. Maka harus melakukan perubahan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Lampu Sorot di Balik Panggung Konser: Menyoal Transparansi Dana Sponsor dan CSR BPR Bank Daerah Bojonegoro
Sengketa TKD Desa Belun Temui Jalan Buntu: Camat Temayang Bungkam, Dinas PMD Sebut Tak Bisa Bergerak Tanpa Dokumen
Wujudkan Asta Cita Melalui Otoda, Pemkab Bojonegoro Raih Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik 2025
HUT BPR Bojonegoro Ke-30 Menuai Sorotan: Diduga Tabrak Perda KTR dan Regulasi Sponsor Rokok
Aset Desa Berubah Jadi Milik Pribadi Ahli Waris Pemdes Sebelumnya, Program Koperasi Merah Putih Terancam Layu Sebelum Berkembang
Warga Pamekasan Ini Butuh Uluran Tangan, Hidup Dalam Keterbatasan
Moch Mansur: IPSI Bojonegoro Harus Tegak Lurus pada Aturan, Jangan Terpancing Klaim Sepihak
KDMP di Desa Belun Bojonegoro terganjal dengan SHGB dan SHM, desa Belun terancam tidak punya KDMP

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 19:47 WIB

Lampu Sorot di Balik Panggung Konser: Menyoal Transparansi Dana Sponsor dan CSR BPR Bank Daerah Bojonegoro

Selasa, 28 April 2026 - 12:11 WIB

Sengketa TKD Desa Belun Temui Jalan Buntu: Camat Temayang Bungkam, Dinas PMD Sebut Tak Bisa Bergerak Tanpa Dokumen

Senin, 27 April 2026 - 17:58 WIB

Wujudkan Asta Cita Melalui Otoda, Pemkab Bojonegoro Raih Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik 2025

Minggu, 26 April 2026 - 11:45 WIB

HUT BPR Bojonegoro Ke-30 Menuai Sorotan: Diduga Tabrak Perda KTR dan Regulasi Sponsor Rokok

Sabtu, 25 April 2026 - 20:11 WIB

Aset Desa Berubah Jadi Milik Pribadi Ahli Waris Pemdes Sebelumnya, Program Koperasi Merah Putih Terancam Layu Sebelum Berkembang

Jumat, 24 April 2026 - 19:59 WIB

Moch Mansur: IPSI Bojonegoro Harus Tegak Lurus pada Aturan, Jangan Terpancing Klaim Sepihak

Jumat, 24 April 2026 - 08:15 WIB

KDMP di Desa Belun Bojonegoro terganjal dengan SHGB dan SHM, desa Belun terancam tidak punya KDMP

Jumat, 24 April 2026 - 08:10 WIB

Polemik Konser 3 Dekade BPR Bojonegoro: Antara Isu Anggaran Rp1,1 Miliar, Penjualan Tiket, dan Transparansi Aset Daerah

Berita Terbaru