PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id — Memasuki musim pancaroba yaitu pergantian musim kemarau ke musim penghujan biasanya akan diikuti dengan datangnya berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pamekasan, dr Nanang Suyanto mengatakan bahwa, pihaknya mengantisipasi hal tersebut dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat.
“Kami lakukan sosialisasi melalui media elektronik, radio dan media online untuk peningkatan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), yaitu dengan gerakan 3M plus,” terangnya, Senin (02/11/2020).
Mantan Kepala UPT Puskesmas Teja ini juga menambahkan bahwa, gerakan 3M tersebut adalah Menguras, Menutup dan Menimbun barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Sementara Plusnya dengan cara kimia bisa dengan obat nyamuk, oles dan semprot, selain itu bisa dengan cara biologi, yaitu dengan memelihara ikan pemangsa jentik atau menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk seperti lavender dan serreh,” tambahnya.
Nanang menegaskan, apabila ada warga yang sudah terkena gejala penyakit DBD segera dibawa ke Puskesmas terdekat atau rumah sakit.
“Jika ada warga yang terkena penyakit DBD secepatnya dibawa ke puskesmas terdekat, disini ada sebanyak 21 puskesmas dan 2 rumah sakit rujukan milik pemerintah yang ada di Kabupaten Pamekasan yang sudah siap,” ujarnya lagi.
Selain itu, dr Nanang juga mengungkapkan bahwa, di Kabupaten Pamekasan hingga saat ini sudah ada 135 kasus DBD.
“Jadi total dari bulan Januari hingga Oktober 2020 sudah ada 135 kasus DBD dengan angka kematian 1 orang, yaitu anak-anak umur 7 tahun yang ada di wilayah Puskesmas Kadur,” pungkasnya.















