Mas Kiai Fikri Ajak Santri Gapura Lawan Politik Sembako

- Admin

Rabu, 9 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – KH. Ali Fikri Warits melakukan pertemuan bersama santri dan simpatisan gerakan Santre’ Bini’ Asareng Kyae Fikri se Kecamatan Gapura di Pondok Pesantren Al-Marzuki Battangan, Gapura Timur, Gapura, Sumenep, Rabu (09/09).

Dalam pertemuan tersebut, pria yang mulai akrap dipanggil Mas Kiai Fikri itu menjelaskan ijtihad politik Alm. KH. A Warits Ilyas. Pertama, selama hidup, K Warist tidak pernah keluar dari keputusan PPP. Hal ini beliau ikuti ketika saat ini dipercaya oleh Partai PPP untuk mendampingi Fattah Jasin dalam pilkada Sumenep.

Baca Juga:  Sakit Hati Diputusin, Pria Asal Sumenep Culik dan Cabuli Mantan Pacarnya

Kesediaan Kiai Fikri menjadi Calon Wakil Bupati mendampingi Fattah Jasin bukan hasil keinginan pribadi, tetapi bagian dari tugas partai yang memberikan rekom calon wakil bupati kepada dirinya.

“Dari awal saya sudah sampaikan, kalau bukan PPP yang merekom, saya tidak mau. Saya tidak mau dicalonkan hanya dianggap tokoh atau dinilai punya massa yang banyak,” jelas Kiai Fikri.

Kedua, Kiai Fikri menjelaskan dalam tradisi keluarganya, tidak pernah mengenal kata golput. Kiai Warits selalu mengajarkan untuk melakukan istikharah mencari calon pemimpin yang paling baik, bukan yang akan menang.

Baca Juga:  Datangi Kantor SKK Migas, Gemma Pedang Tuntut PI 10 Persen untuk Bangkalan

Dalam kesempatan itu, Kiai Fikri mengajak para santri untuk melawan politik sembako yang saat ini mulai marak diberbagai daerah. Politik dengan cara demikian akan menghancurkan nilai kesantrian dan menghambat perjuangan para kiai untuk mendapatkan pemimpin yang lebih baik.

“Mari bersama-sama jadikan momen pilkada ini menjadi sarana ibadah kepada Allah, agar tidak terpengaruh pada politik uang,” pungkasnya.

Berita Terkait

Lampu Sorot di Balik Panggung Konser: Menyoal Transparansi Dana Sponsor dan CSR BPR Bank Daerah Bojonegoro
Sengketa TKD Desa Belun Temui Jalan Buntu: Camat Temayang Bungkam, Dinas PMD Sebut Tak Bisa Bergerak Tanpa Dokumen
Wujudkan Asta Cita Melalui Otoda, Pemkab Bojonegoro Raih Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik 2025
HUT BPR Bojonegoro Ke-30 Menuai Sorotan: Diduga Tabrak Perda KTR dan Regulasi Sponsor Rokok
Aset Desa Berubah Jadi Milik Pribadi Ahli Waris Pemdes Sebelumnya, Program Koperasi Merah Putih Terancam Layu Sebelum Berkembang
Warga Pamekasan Ini Butuh Uluran Tangan, Hidup Dalam Keterbatasan
Moch Mansur: IPSI Bojonegoro Harus Tegak Lurus pada Aturan, Jangan Terpancing Klaim Sepihak
KDMP di Desa Belun Bojonegoro terganjal dengan SHGB dan SHM, desa Belun terancam tidak punya KDMP

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 19:47 WIB

Lampu Sorot di Balik Panggung Konser: Menyoal Transparansi Dana Sponsor dan CSR BPR Bank Daerah Bojonegoro

Selasa, 28 April 2026 - 12:11 WIB

Sengketa TKD Desa Belun Temui Jalan Buntu: Camat Temayang Bungkam, Dinas PMD Sebut Tak Bisa Bergerak Tanpa Dokumen

Senin, 27 April 2026 - 17:58 WIB

Wujudkan Asta Cita Melalui Otoda, Pemkab Bojonegoro Raih Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik 2025

Minggu, 26 April 2026 - 11:45 WIB

HUT BPR Bojonegoro Ke-30 Menuai Sorotan: Diduga Tabrak Perda KTR dan Regulasi Sponsor Rokok

Sabtu, 25 April 2026 - 20:11 WIB

Aset Desa Berubah Jadi Milik Pribadi Ahli Waris Pemdes Sebelumnya, Program Koperasi Merah Putih Terancam Layu Sebelum Berkembang

Jumat, 24 April 2026 - 19:59 WIB

Moch Mansur: IPSI Bojonegoro Harus Tegak Lurus pada Aturan, Jangan Terpancing Klaim Sepihak

Jumat, 24 April 2026 - 08:15 WIB

KDMP di Desa Belun Bojonegoro terganjal dengan SHGB dan SHM, desa Belun terancam tidak punya KDMP

Jumat, 24 April 2026 - 08:10 WIB

Polemik Konser 3 Dekade BPR Bojonegoro: Antara Isu Anggaran Rp1,1 Miliar, Penjualan Tiket, dan Transparansi Aset Daerah

Berita Terbaru