DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026

- Admin

Selasa, 18 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep menggelar paripurna penyampaian Nota Keuangan Rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026, Selasa (18/08/2026).

Nota Keuangan itu disampaikan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melalui Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim di hadapan pimpinan dan anggota DPRD.

Dalam nota tersebut dijelaskan, perubahan APBD merupakan respons pemerintah terhadap perkembangan yang tidak sesuai asumsi Kebijakan Umum APBD.

“Perubahan APBD merupakan wujud penyesuaian rencana program, kegiatan dan keuangan pemerintah daerah dalam melaksanakan kewenangan penyelenggaraan pelayanan umum dan pembangunan,” ujar KH. Imam Hasyim saat membaca Nota Keuangan APBD Perubahan 2026 mewakili Bupati Sumenep. Selasa (18/08/2026).

Lebih lanjut, Wabup Kiai Imama sapaan akrabnya menegaskan, penyesuaian anggaran diperlukan agar arah pembangunan daerah tetap berjalan dan mampu merespons kondisi ekonomi terbaru.

Baca Juga:  Sistem Keamanan Dipertanyakan, Komisi IV DPRD Sampang Prihatin ada Pasien Kabur dari Rumah Sakit Sukma Wijaya

“Efisiensi belanja daerah dan optimalisasi penggunaan anggaran harus menjadi perhatian, termasuk peningkatan pendapatan asli daerah melalui inovasi dan pengelolaan potensi daerah,” katanya.

Diketahui, dalam rancangan perubahan tersebut, pendapatan daerah Sumenep semula Rp2,471 triliun menjadi Rp2,296 triliun, atau berkurang Rp175,16 miliar.

Penurunan pendapatan itu terutama berasal dari pendapatan transfer pusat yang berkurang Rp212,71 miliar, menjadi sekitar Rp1,913 triliun setelah perubahan.

Namun, Pendapatan Asli Daerah justru mengalami peningkatan sebesar Rp40,77 miliar atau 12,20 persen, dari Rp334,30 miliar menjadi Rp375,08 miliar.

Sementara itu, belanja daerah juga mengalami penyesuaian dari Rp2,655 triliun menjadi Rp2,613 triliun, atau turun sekitar Rp42,34 miliar.

Belanja operasi meningkat 1,97 persen menjadi Rp1,998 triliun, sedangkan belanja modal naik 32,37 persen menjadi Rp188,88 miliar.

Belanja tidak terduga juga meningkat signifikan sebesar 525,50 persen, dari Rp5 miliar menjadi sekitar Rp31,27 miliar.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Mutasi 75 Pejabat Administrator, Diharapkan Pelayanan Lebih Maksimal

Sedangkan belanja transfer mengalami penurunan 28,01 persen, dari Rp547,72 miliar menjadi sekitar Rp394,31 miliar.

Dari perubahan pendapatan dan belanja tersebut, terdapat defisit anggaran sebesar Rp317,03 miliar yang kemudian ditutup melalui surplus pembiayaan netto.

Penerimaan pembiayaan meningkat 69,14 persen menjadi Rp317,03 miliar, sementara pengeluaran pembiayaan yang sebelumnya Rp3,225 miliar menjadi nol rupiah.

Ketua DPRD Sumenep H. Zainal Arifin memimpin langsung jalannya rapat paripurna penyampaian Nota Keuangan Raperda Perubahan APBD 2026.

Zainal menegaskan, pembahasan perubahan APBD harus dilakukan secara cermat agar setiap kebijakan anggaran tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Perubahan anggaran harus memastikan disiplin, efisiensi dan akuntabilitas, sehingga program yang dijalankan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Zainal.

Baca Juga:  Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Soroti Pengadaan Alkes di RSUD Tamayang

Menurutnya, DPRD bersama pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan setiap program prioritas memperoleh dukungan anggaran yang tepat.

Sebelumnya, DPRD Sumenep juga menekankan pentingnya KUA-PPAS sebagai jembatan antara perencanaan pembangunan daerah dan penganggaran.

Dalam dokumen Nota Keuangan, penyusunan perubahan APBD mengacu pada regulasi pengelolaan keuangan daerah serta perubahan kebijakan ekonomi nasional dan Provinsi Jawa Timur.

Pemerintah juga mempertimbangkan inflasi, perubahan harga komoditas, kebijakan fiskal nasional, efisiensi belanja, serta optimalisasi pendapatan asli daerah.

Selanjutnya, rancangan perubahan APBD akan menjadi bahan pembahasan bersama antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk penyempurnaan sebelum memasuki tahapan berikutnya.

Penyampaian Nota Keuangan ini sekaligus menegaskan komitmen eksekutif dan legislatif menjaga kesinambungan pembangunan serta memastikan pengelolaan keuangan daerah memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

Penulis : Hairul

Editor : Putri

Berita Terkait

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA
Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021
DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022
Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang
Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru
Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:03 WIB

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:45 WIB

DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Berita Terbaru