BOJONEGORO SUARABANGSA.co.id — Musim kemarau panjang ini yang melanda wilayah Bojonegoro, pemuda desa Wedi tidak menyurutkan semangatnya Diki (24) untuk mengais rezeki. Pemuda asal Desa Wedi ini memanfaatkan cuaca terik dengan berjualan es buah dan es campur di Jalan Kali Anyar, tepatnya di depan Lapangan Cadika (Lemcadika).
Meski masih berstatus lajang, Diki mengaku tidak gengsi membuka lapak di pinggir jalan demi meraih kemandirian ekonomi. Usaha yang ditekuninya setiap hari tersebut membuahkan hasil di tengah teriknya sengatan matahari.
“Meskipun belum berkeluarga, saya tidak malu untuk jualan di pinggir jalan. Setiap hari pendapatan kurang lebih Rp500 ribu sampai Rp750 ribu,” ujar Diki saat ditemui di lokasi jualannya, Rabu (30/9/2026).
Keberhasilan Diki menjadi gambaran inspiratif bagi kalangan muda di pedesaan. Hal ini membuktikan bahwa ketekunan dan kejelian melihat peluang usaha dapat menghasilkan pendapatan stabil tanpa terhalang gengsi. Kesegaran es buah dan es campur racikannya terus menjadi incaran warga sekitar serta pengguna jalan untuk melepas dahaga.
Menurutnya setiap hari, Diki bersiap dan mulai menyajikan es buah sejak pagi. Jam operasional lapaknya disesuaikan dengan tingkat keramaian pembeli yang melintas di kawasan tersebut.
“Jam delapan, kalau telat jam sembilan pagi saya sudah buka. Kalau sepi, jam dua siang baru habis. Tapi kalau lagi laris, jam 12 siang sudah habis,” pungkas Diki.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















