Pembangunan Bendungan Karangnongko Deadlock, DPRD Bojonegoro Desak Pucuk Pimpinan dan APH Turun Tangan

- Admin

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id — Polemik pembebasan lahan dan penyelesaian dampak sosial proyek pembangunan Bendungan Karangnongko di Kabupaten Bojonegoro kembali menemui jalan buntu (deadlock).

Rapat audiensi lanjutan yang digelar di Ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (22/7/2026) gagal mencapai kesepakatan.

Audiensi lintas sektor tersebut dipimpin langsung oleh jajaran Pimpinan DPRD Bojonegoro bersama Komisi A dan Komisi D.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan Dinas PU SDA Bojonegoro, Bagian Hukum Setda, Cabang Dinas Kehutanan Jawa Timur Wilayah Bojonegoro, Camat Margomulyo, perwakilan KPH Ngawi dan KPH Padangan, Kepala Desa Ngelo, Kepala Desa Kalangan, Kelompok Tani Hutan (KTH) Margo Tani dan Lestari Mulyo, serta penilai independen dari KJPP Sih Wiryadi Surakarta.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Lakukan Perbaikan Sarana Prasarana RSUD Waru

Desa Ngelo Desak Transparansi Data dan Kehadiran APH. Kegagalan meraih kesepakatan dalam rapat ketiga ini memicu reaksi keras dari pemerintah desa terdampak.

Kepala Desa Ngelo secara terbuka mendesak pimpinan tertinggi instansi daerah beserta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk yang pernah hadir langsung di lapangan guna mencocokkan data juga untuk dihadirkan.

“Saya minta Polres, Kejaksaan, dan Sekda selaku Ketua Tim Terpadu (Timdu) dihadirkan. Kita buka data bersama agar masalah ini cepat selesai,” tegas Kepala Desa Ngelo di hadapan peserta audiensi.

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Mitro’atin, menyuarakan kekecewaannya lantaran pembahasan hak-hak warga telah tiga kali digelar tanpa ada eksekusi nyata dari pihak pengembang maupun pemerintah daerah.

Baca Juga:  Berlanjut, Mutasi ASN Bermasalah di Bondowoso Bakal jadi Materi di LKPJ 2021

Ia pun menyesalkan hadirnya perwakilan instansi yang tidak memiliki wewenang dalam mengambil keputusan.

Atas kondisi tersebut, Mitro’atin meminta forum ditunda dan dijadwalkan ulang dengan menghadirkan seluruh penentu kebijakan utama.

“Saya minta ini dijadwalkan ulang. Nanti Administratur (ADM) Perhutani Bojonegoro dan Ngawi, Polres, Kejaksaan, Dinas PU SDA, serta Timdu harus diundang. Kami akan kawal terus proses ini,” ujar Mitro’atin.

Dalam audiensi tersebut, DPRD bersama perwakilan warga berfokus menuntut transparansi penuh terkait mekanisme alokasi serta penyaluran dana kerahiman (santunan) bagi masyarakat terdampak.

Baca Juga:  Dalam Sosialisasi UU KUHAP Baru Bagi PPNS, Kapolres Berharap, Penyidik harus Menjalankan Tugas Dengan Profesional

Selain dana kerahiman, forum turut mencecar instansi teknis dan tim penilai independen (appraisal) terkait sejumlah hak dasar warga Desa Ngelo dan Desa Kalangan yang belum terpenuhi, di antaranya,

Kompensasi Tanaman Buah: Kejelasan skema dan pembayaran ganti rugi atas tanaman produktif milik warga di lahan terdampak.

Biaya Pembersihan Lahan (Land Clearing): Hak pembayaran atas jasa penyiapan dan pembersihan lahan yang hingga kini belum diselesaikan.

Melalui penjadwalan ulang ini, Wakil ketua DPRD Bojonegoro mitro’atin berkomitmen mengawal ketat proses mediasi hingga seluruh pimpinan instansi terkait hadir untuk memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat terdampak.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Perkuat Sinergi, SMSI Bojonegoro dan Bupati Setyo Wahono Bahas Ekosistem Media Sehat
Merawat Aspirasi Lewat Kerja Nyata, Sally Atyasasmi Sabet Gelar ‘The Inspiring Legislator’
Pemkab Sumenep Dukungan Penuh Rencana Pembangunan KEK Tembakau Madura, Siapkan 30 Hektar
Produksi Minyak Merosot, Bojonegoro Pacu Pencarian Cadangan Baru di 17 Kecamatan
DPRD Sumenep Meminta Pemerintah Daerah Maksimalkan P-APBD Menghasilkan Program Pro Rakyat
Puluhan Tahun Tanpa Kepastian, Korban Penggusuran Jembatan Glendeng Bojonegoro Menagih Hak Sertifikat Tanah
Ketergantungan Dana Pusat Masih Tinggi, Bupati Setyo Wahono Putar Otak Genjot PAD Bojonegoro
Bahas Masalah Transportasi Laut, Bupati Sumenep Perjuangkan Masyarakat Kepulauan ke Kementerian Perhubungan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 12:26 WIB

HUT ke-104 PSHT Bojonegoro: Diikuti Ribuan Anggota, Diapresiasi Bupati dan Ketua Cabang

Minggu, 20 September 2026 - 13:57 WIB

Morula IVF Surabaya Siapkan Grand Prize IVF Gratis di Acara Future Family Planning

Sabtu, 19 September 2026 - 11:47 WIB

Lautan Penonton NDX AKA di Bojonegoro Tetap Kondusif, Ini Rahasia Pengamanan AKBP Yenni

Kamis, 17 September 2026 - 19:18 WIB

TACO dan Robries Ubah Limbah HPL Menjadi Furniture, Pamerkan di IBT Surabaya 2026

Kamis, 17 September 2026 - 19:13 WIB

Dinilai Sudutkan Profesi Jurnalis, ASN Kecamatan Malo Berikan Klarifikasi

Kamis, 17 September 2026 - 13:35 WIB

Warga Bayemgede Bojonegoro Gelar Aksi Demo, Desak Sekdes Dicopot dari Jabatan

Rabu, 16 September 2026 - 14:56 WIB

Bojonegoro Raih Peringkat Ke-2 Jamsostek Award 2026 Tingkat Provinsi Jawa Timur

Rabu, 16 September 2026 - 14:52 WIB

Dugaan Penyerobotan Lahan Waris di Desa Setren Mengemuka dalam Hearing DPRD Bojonegoro

Berita Terbaru