BOJONEGORO SUARABANGSA.co.id – Pemanfaatan bangunan gudang Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) seluas 100 meter persegi di Desa Grebegan oleh warga untuk kegiatan senam, mendapat respons positif dari pemerintah desa setempat.
Meski progres pembangunan belum rampung 100 persen, aktivitas tersebut dinilai sebagai langkah awal untuk menghidupkan ekosistem di lingkungan koperasi.
Kepala Desa Grebegan, Sam Suhadak, menjelaskan bahwa penggunaan gedung oleh kelompok ibu-ibu saat ini merupakan inisiatif warga sambil menunggu kesiapan operasional penuh dari KDKMP.
“Kegiatan yang dilakukan ibu-ibu ini sebenarnya hanya sekadar mengisi waktu sembari menunggu KDMP loading (beroperasi penuh),” ujar Suhadak saat dikonfirmasi di lokasi, Sabtu (9/5).
Lebih lanjut, Sam Suhadak melihat adanya potensi sinergi antara kegiatan sosial desa dengan unit usaha koperasi tersebut. Menurutnya, keramaian yang diciptakan oleh warga dapat memberikan dampak positif bagi keberlangsungan KDMP di masa depan.
“Nanti kalau sudah masuk proses produksi, selama masih diizinkan oleh pengurus, ya bisa tetap digunakan untuk meramaikan KDMP. Harapannya, ada kegiatan untuk warga dan di sisi lain operasional KDMP tetap berjalan lancar,” tambahnya.
Gudang dengan spesifikasi luas 100 meter persegi ini dirancang sebagai pusat distribusi pangan desa. Kehadiran aktivitas senam ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun pemerintah tidak hanya berfungsi secara ekonomi, tetapi juga mampu menjadi ruang interaksi sosial.
Meski demikian, pengawasan terhadap pengerjaan fisik yang tersisa tetap menjadi prioritas agar saat proses produksi dimulai, gedung tersebut sudah memenuhi standar keamanan dan fungsionalitas yang ditetapkan dalam program KDKMP.
Dengan adanya lampu hijau dari pemerintah desa, warga menyambut baik peluang untuk terus menjadikan area tersebut sebagai pusat kegiatan positif, sekaligus mendukung program ketahanan pangan melalui koperasi desa tersebut.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















