Revolusi Demokrasi Efisien: DPC Projo Bojonegoro Usulkan Pilpres-Pilbup Serentak, Pilgub-Pilwali Cukup Melalui DPRD

- Admin

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Projo Bojonegoro melontarkan gagasan besar untuk mereformasi sistem demokrasi Indonesia guna menyelamatkan keuangan negara.

Pengalaman pilkada serentak 2024 Dengan proyeksi anggaran Pilkada Serentak 2024 yang menembus Rp 41 triliun. Mustakim selaku Ketua DPC Projo Bojonegoro menilai beban NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) telah mencekik ruang gerak APBD untuk pembangunan masyarakat.

Lanjutnya, Efisiensi namun tanpa Menghilangkan Kegembiraan dan esensi demokrasi.

Mustakim mengusulkan skema pemilihan yang lebih taktis dan hemat biaya,

Pilkada Bupati dan Pilpres, Tetap dilakukan secara langsung dan serentak untuk menjaga kedekatan pemimpin dengan rakyat di basis kabupaten dan nasional.

Baca Juga:  Ops Keselamatan Semeru 2020, Polda Jatim Sosialisasi Covid-19

Pilkada Gubernur dan walikota,Dipilih oleh partai melalui kepanjangan tangan di DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Mekanisme ini sepenuhnya dikontrol oleh internal partai masing-masing sehingga tidak membebani APBN/APBD untuk logistik pemilu masal.

Untuk wilayah dengan status Daerah Khusus seperti DKI Jakarta dan DIY, Projo menawarkan mekanisme yang tetap menjunjung esensi demokrasi namun lebih efisien.

“Untuk Daerah Khusus, internal partai dapat melakukan Musra (Musyawarah Rakyat) guna menggagas pasangan calon (Paslon) dan menyerap aspirasi konstituen lewat program-program yang ditawarkan oleh partai dan paslon. Setelah Musra selesai, internal partai menentukan kandidatnya untuk kemudian diuji secara publik dan dipilih oleh DPRD Provinsi,” papar Mantan Sekertaris DPC Projo Bojonegoro tersebut.

Baca Juga:  Dua Paslon Bupati Sampang Memenuhi Syarat, KPU Buka Masukan dan Tanggapan Masyarakat? Begini Caranya!

Menurut Takim yang akrab dipangil djaeman tersebut, Anggaran fantastis Rp 41 triliun yang mayoritas terserap untuk biaya pengamanan dan mitigasi kerawanan sosial menjadi alasan kuat di balik usulan ini.

“Biaya pilkada itu cenderung biaya pengamanan dan mitigasi kerawanan sosial, dan pilkada serentak juga rentan konflik berkepanjangan saat menjelang pilpres dan pasca pilpres,” ungkapnya.

Imbuhnya,rakyat sering kali rentan terjebak dalam konflik kepentingan yang tajam saat pemilihan langsung di banyak tingkatan.

“Dengan ini, Negara bisa mengurangi beban persoalan yang selama ini selalu menjadi hantu fiskal. Dana hibah NPHD yang sangat besar di daerah bisa dialihkan untuk kepentingan nyata rakyat, sementara partai politik kembali ke fungsinya sebagai wadah musyawarah dan pendidikan politik, serta penyerapan aspirasi yang berkualitas,” tambahnya.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Terima Kunjungan Dari Korem 084/Bhaskara Jaya

Dengan sistem ini, DPC Projo Bojonegoro meyakini pemimpin terpilih tidak lagi terbebani oleh biaya kampanye yang sangat mahal.

Demokrasi tetap berjalan dengan gembira melalui Musra, namun anggaran negara tetap aman untuk pembangunan.

“Ini adalah jalan tengah,Demokrasi Pancasila yang efektif, efisien, dan tetap berpijak pada aspirasi rakyat,” tutupnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027
Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam
Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:01 WIB

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:28 WIB

Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:24 WIB

Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:53 WIB

DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:03 WIB

BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa

Berita Terbaru

Daerah

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Okt 2026 - 19:01 WIB