Demi Cairkan Siltap, Kades Sembung Bojonegoro Lunasi PBB P2 Meski WP Belum Bayar Semua

- Admin

Rabu, 9 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Desa Sembung Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro telah menyelesai pembayaran PBB P2. Dan bahkan sudah mencairkan Siltap untuk Perangkat Desa.

Kepala Desa Sembung Moh. Arif Wahyudin mengatakan, untuk pembayaran PBB P2 telah selesai dilunasi dan hal tersebut sangat diharapkan perangkat desanya.

Bagaimana penghasilan tetap (Siltap) yang ditunggu oleh perangkatnya sangat tergantung dari pencairan Anggaran Dana Desa (ADD). Meskipun obyek pajak yang diluar kota belum lunas, yang di Jakarta maupun di Surabaya dan di Kota lain, dengan kebijakan kades walaupun berat PBB P2 telah dilunasi.

“Itu sangat memberatkan di desa maupun di kota, itu sangat memberatkan, yang disebabkan oleh obyek obyek WP yang di luar kota, Jakarta mau pun di Surabaya, kalau Pajak PBB P2 harus lunas 100 persen,” terangnya.

Ia menambahkan, Perangkat Desa yang membantu pemerintah Daerah untuk menarik pajak, kalau dirinya sudah maksimal dalam bekerja tiap bulanya maka mestinya pemerintah daerah wajib untuk mempertimbangkan, karena setiap perangkat desa tersebut yang diharapkan hanya dari siltap saja.

Baca Juga:  Operasi Zebra Semeru, Polsek Kerembangan Terjunkan 10 Personel

Untuk terkait Pajak yang masih di Wajib pajak atau di bawa perangkat desa mestinya pemkab Bojonegoro kordinasi dengan Desa, kenapa PBB P2 ini tidak bisa 100 persen.

“Sebenarnya kita menunggu siltap, andainya siltap itu bisa cair satu bulan seperti PNS PNS, mungkin pajak itu bisa lunas, kenapa seperti itu, yaa karena Perangkat Desa siltapnya tidak bisa cair, jadi bila di bawa perangkat itu ya wajar wong siltapnya tidak bisa cair,” ungkapnya.

Disingung terkait Wajib Pajak yang diluar kota atau nakal, Moh . Arif Wahyudin yang mantan aktifis PMII tersebut mengatakan hal tersebut mestinya bisa dikordinasikan dengan Desa. Mestinya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) minta data kepada Desa WP mana saja yang nakal tidak membayar dan nunggak beberapa tahun, bukan menghentikan siltap dan tidak membayarkan ADD, karena hal tersebut tidak ada di Perda maupun di PP-nya.

Baca Juga:  Empat Kendaraan Mengalami kecelakaan Beruntunan di Tok Waru 

“WP yang nunggak tidak bayar Pajak mestinya Bapenda yang menarik, ya caranya, Kordinasi Dengan Desa dan mana saja yang belum bayar pajak PBB P2,” harapnya.

Disingung terkait Jatah pungut (Japung) Desa selalu mendapat hak pembagian dari Pemerintah Daerah (Pemda), Kepala Desa yang akrab dipanggil Mas Ayik tersebut mengatakan, Per Kwitansi jatah pungut (Japung) untuk desa hanya mendapat 1500 rupiah dan itu masuk di Bantuan Keuangan Khusus (BKK) hal tersebut dianggap masih kecil dan kurang untuk desa, dan kalau desa Wajib Pajaknya banyak yang diluar kota dan Daerah hal tersebut sangat riskan bila PBB P2 semua dibebankan kepada Desa.

“Per kitir itu japung hanya 1500 rupiah, kalau WP-nya luar kota apa cukup akomodasi 1500 rupiah, dan perangkat Desa itu tiap kitir datang selalu nagih dari rumah ke rumah, jadi kalau bisa dinaikan lah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Terkait Pemutusan Listrik Sepihak di Bojonegoro, Ini Tanggapan Praktisi Hukum

Dengan cairnya Siltap untuk perangkat Desanya, maka kepala Desa Sembung dengan kebijakannya maka kekurangan PBB P2 yang sekitar Sebelas juta rupiah tersebut dibayar sendiri, kenapa hal tersebut harus ditutup dan dilunasi, semua itu demi Siltap yang ditunggu oleh perangkat desanya bisa cair.

Imbuhnya, sebenarnya kekurangan PBB P2 tersebut bisa dipotongkan dengan siltapnya perangkat Desa tersebut (Bila ada perangkat yang membawa uang PBB P2) oleh internal desa, dan tidak perlu ADD dihentikan oleh pihak Pemkab Bojonegoro.

“Saya tidak sepakat kalau di Desa dibebankan harus 100 Persen lunas baru cair ADD nya, itu tidak masuk di aturan Perda mau pun di Peraturan lainya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru