Isak Tangis di Kaligede, Saat Martabat Kemanusiaan Terhadang Lumpur Bojonegoro

- Admin

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Raut duka di wajah keluarga almarhum warga Dusun Kaligede, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, harus bertambah berat pada Rabu malam (4/2/2026). Bojonegoro provinsi Jawa timur.

Di tengah suasana berkabung, mereka masih harus bertaruh nyawa dan tenaga menembus jalanan yang lebih menyerupai kubangan lumpur daripada akses publik.

Sebuah video yang viral di jagat maya baru-baru ini menjadi saksi bisu betapa infrastruktur di ujung barat Bojonegoro ini seolah terlupakan oleh deru pembangunan.

Ambulans yang membawa jenazah dari RSUD Bojonegoro terpaksa menyerah di titik Masjid Samin. Akses yang tak lagi bisa ditembus roda membuat warga harus memikul tandu jenazah sepanjang tiga kilometer di bawah pekatnya malam dan licinnya tanah hutan.

Baca Juga:  Bupati Bojonegoro Datangi Rumah Balita Meninggal Tenggelam, Ibu Korban Langsung Peluk Bupati

Kepala Desa Meduri, Hariyono, mengonfirmasi bahwa Dusun Kaligede memang menjadi titik paling rawan.

Menurutnya, kerusakan ini bukanlah cerita baru. Namun, hingga kini, janji pembangunan yang diharapkan tak kunjung menyentuh tanah mereka secara menyeluruh.

“Kondisi ini sangat menghambat, bukan hanya saat ada warga yang meninggal, tapi juga nadi ekonomi desa,” ungkapnya.

Desa Meduri, yang dihuni oleh 4.471 jiwa, sebenarnya adalah wilayah yang potensial. Sebagai lumbung kayu jati berkualitas dan produsen jagung yang melimpah, desa ini seharusnya menjadi motor ekonomi.

Baca Juga:  Biaya PTSL di Desa Wedi Bojonegoro Capai 500 Ribu, Ketua Panitia Sebut Sudah Sesuai Perjanjian

Namun, kenyataannya berbanding terbalik. Akibat jalan hancur, biaya angkut hasil bumi membengkak berkali-kali lipat, yang berujung pada rendahnya harga jual di tingkat petani.

Kondisi di Meduri memantik pertanyaan besar mengenai realisasi regulasi. Secara hukum, UU No. 2 Tahun 2022 dan UU No. 34 Tahun 2006 telah mengamanatkan bahwa pemerintah pusat maupun daerah bertanggung jawab atas ketersediaan jalan yang layak guna menjamin pelayanan publik.

Lebih jauh lagi, Bojonegoro dikenal sebagai kabupaten dengan kekuatan fiskal tinggi berkat Dana Bagi Hasil (DBH) Migas. Kehadiran “jalan maut” di perbatasan ini menjadi kontradiksi yang menyakitkan di tengah melimpahnya anggaran daerah.

Baca Juga:  Sopir Se-Bojonegoro Gelar Aksi Damai di Depan DPRD, Suarakan Enam Tuntutan Krusial

Peristiwa pilu di Kaligede ini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Masyarakat tidak lagi sekadar menuntut kenyamanan berkendara, melainkan menuntut martabat kemanusiaan yang setara.

Karena bagi warga di perbatasan hutan Meduri, setiap tetes hujan kini bukan lagi dianggap sebagai berkah, melainkan ancaman isolasi dari peradaban.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Waduk Pacal dan Embung Tersier Pacal Dangkal, Bojonegoro Desak BBWS Turun Tangan
Mediasi Sempat Alot, Akhirnya 10 Eks Karyawan PT BAI Bojonegoro Sepakat Damai
Pererat Kekeluargaan, Koperasi KAREB dan PT KAS Gelar Doa, Besok bersama warga desa juga lakukan hal sama, akan Santuni Ratusan Anak Yatim
Ojol Bojonegoro Berbagi 500 Paket Takjil di Jalan Pemuda
Ketua Projo Bojonegoro: Pengakuan Rismon Sianipar Adalah Kematian Narasi Fitnah Ijazah Jokowi
Begini Suara Syukur dari Pedal Listrik, Kisah Lansia Bojonegoro Terima Bantuan Presiden RI Becak listrik
Menteri LH Bersama Bupati Bojonegoro Pimpin Curve, dan Bersih-bersih di Program Indonesia Asri
Bocil di Bojonegoro yang Sempat Dilaporkan Hilang, Keluarga Menolak Diotopsi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:23 WIB

Presiden Bantu Tukang Becak, Politisi Gerindra Bojonegoro: Langkah Nyata Kepedulian Presiden

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:11 WIB

Menghidupkan Harapan di Sekolah Rakyat Bojonegoro, Kala Negara Hadir Memanusiakan Manusia

Kamis, 22 Januari 2026 - 03:44 WIB

Gus Ipul di Bojonegoro: Bansos Kini Tak Lagi Permanen, Data Diperbarui Tiap 3 Bulan

Kamis, 8 Januari 2026 - 03:52 WIB

Sengkarut Bantuan Listrik Bojonegoro, Data Damisda dan Realita Lapangan Tak Sinkron, Warga Tanjungharjo Jadi Korban

Jumat, 4 Juli 2025 - 16:26 WIB

Yayasan Milik H. Her Memberikan Bantuan Bedah Rumah pada Warga Konang Pamekasan

Kamis, 5 Juni 2025 - 21:23 WIB

Kandang Katandur Farm Menyerahkan Hewan Qurban Milik Presiden RI ke Bupati Pamekasan

Selasa, 20 Mei 2025 - 22:11 WIB

Satu Rumah Warga di Sampang Roboh Diterjang Angin Kencang, BPBD Salurkan Bantuan

Selasa, 20 Mei 2025 - 20:40 WIB

Bersama BPJS, Bupati Bojonegoro Berikan Santunan Jamsostek

Berita Terbaru