Karyawan Sata Tec Indonesia Mulai Resah, Berharap ada Solusi dari Pemkab Bojonegoro

- Admin

Jumat, 13 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Pasca Penutupan sementara sebuah Perusahaan PT Sata Tec Indonesia oleh Pemkab Bojonegoro pada Kamis 12 Juni 2025 kemarin membuat sejumlah karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut menjadi gelisah, pasalnya jika perusahaan harus berhenti beroperasi terlalu lama maka akan bisa berdampak bagi perekonomian karyawan yang mayoritas juga warga Sekitar Perusahaan di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Totok, salah satu karyawan menyebutkan jika harus mengalami berhenti operasi dalam waktu lama, maka nasib para pekerja juga akan ikut berhenti untuk mendapatkan perekonomian mereka, pasalnya mereka juga akan berhenti bekerja di perusahaan PT Sata Tec di Desa Mereka.

“Kami semua cemas dan juga resah jika nanti pabrik tidak beroperasi, bagaimana dengan nasib kami selaku masyarakat Sukowati yang juga putra daerah dan sudah bekerja di perusahaan,” ujarnya kepada awak media Jum’at (13/5/2025).

Menurut mereka memang jika mengacu pada perijinan, mereka mengaku tidak tahu prosesnya, akan tetapi mereka mengaku hampir 90 persen pekerja dari penduduk Desa Sukowati dengan gaji sesuai dengan UMK (Upah Minimum Kabupaten) Bojonegoro.

Baca Juga:  Geram Dengan Pernyataan Camat Joko, Ratusan Orang Demo Kantor Camat Batang-Batang

Mereka juga mengaku jika ada warga yang menginginkan pabrik ini ditutup karena bau tembakau, dan berdampak pabrik harus memberhentikan pekerja, sehingga pekerja juga meminta kepada pemerintah agar bisa bersifat bijak dalam menangani persoalan warga dan juga pekerja yang juga warga Sukowati.

Sementara itu, Salah satu Manajemen PT Sata Tec, Nur Hidayat juga menyampaikan bahwa pihaknya menghormati apa yang dilakukan pemkab Bojonegoro melakukan penutupan sementara terhadap perusahaan yang beroperasi mengolah Tembakau tersebut.

Akan tetapi sebagai perusahaan yang juga investor di Bojonegoro, pihaknya juga tidak mengabaikan soal perijinan, dan masih terus berproses mulai dari Perlink, Andal Lalin, proses yang harus dipenuhi oleh perusahaan di dinas LH (Lingkungan Hidup) sudah terpenuhi, dan saat ini masih berproses di Dinas PUPR Cipta Karya Bojonegoro.

“Sejak awal kita sudah mulai mengurus proses untuk mendapatkan Ijin, baik proses di Dinas LH sesuai syarat dan regulasi dikeluarkannya perijinan, soal Bau yang kerap dikeluhkan oleh warga juga kami lakukan uji baku mutu melalui tim profesional dan hasilnya uji lab dibawah baku mutu,” kata Nur Hidayat.

Baca Juga:  Maut di Kolam Renang Sampang Water Park, Siapa Tanggung Jawab?

Dirinya ingin di mediasi oleh Pemkab Bojonegoro Untuk mencari solusi bersama terkait masalah yang terjadi, baik dari awal hingga yang terjadi saat ini, karena dirinya juga tidak yakin jika ijin keluar akan dapat menghentikan masalah masalah yang diduga sengaja diciptakan oleh pihak pihak yang memang tidak suka dengan keberadaan pabrik tersebut.

“Kita terima keputusan pemkab, kita juga harus diberi solusi karena ada banyak karyawan yang bekerja di sini, kita siap duduk bersama dengan semua pihak yang terkait, untuk mencari solusi,” paparnya.

Dia juga menyebutkan bahwa pihak perusahaan berinvestasi di Bojonegoro agar bisa memberikan kontribusi peningkatan ekonomi, sehingga dirinya juga berharap diberikan kesempatan bekerja bersama sama masyarakat Sukowati,

“Kita semua tahu bahwa lokasi pabrik ini berada dikawasan industri, dan banyak yang tahu bahwa disini adalah perusahaan pengolahan tembakau, pemdes juga tahu, sehingga semua masalah juga harus diselesaikan bersama sama pemerintah,” tuturnya.

Sebelumnya, Pemkab Bojonegoro secara tegas menghentikan sementara operasional PT Sata Tec Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik pengolahan tembakau tersebut, Rabu (12/6/2024) kemarin.

Baca Juga:  Polemik BKKD Desa Kemiri Memanas: H. Surgi Tantang Transparansi, Camat Malo Sebut di Lapangan Kondusif

Dalam kunjungan itu, Wabup Nurul Azizah menyampaikan bahwa hasil hearing antara manajemen perusahaan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta DPRD Bojonegoro mengungkap bahwa perizinan yang dimiliki PT Sata Tec Indonesia belum lengkap. Atas dasar itu, Pemkab Bojonegoro memberikan peringatan tegas sekaligus kesempatan kepada perusahaan untuk segera melengkapi seluruh dokumen perizinan yang dibutuhkan.

Pemkab memberikan kelonggaran waktu selama dua hari kepada perusahaan untuk menyelesaikan proses produksi bahan yang tersisa, guna mencegah potensi kerugian lebih lanjut.

Wabup juga meninjau langsung proses real pengolahan tembakau di pabrik, termasuk instalasi cerobong asap, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta kondisi air limbah yang dibuang. Berdasarkan hasil tinjauan tersebut, tim merekomendasikan penutupan sementara pabrik.

Terkait dampak sosial dari penghentian operasional, Wabup menegaskan bahwa pelaku usaha memiliki hak dan kewajiban yang harus dijalankan secara seimbang.

“Hak usaha bisa didapat ketika kewajiban dipenuhi. Saat ini kewajiban perusahaan adalah menyelesaikan seluruh perizinan yang masih belum tuntas,” ujarnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027
Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam
Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:01 WIB

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:28 WIB

Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:24 WIB

Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:53 WIB

DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:03 WIB

BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa

Berita Terbaru

Daerah

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Okt 2026 - 19:01 WIB