Sampah di Sampang Nantinya bisa Ditukar Emas, Pegadaian Syariah Gandeng Bank Sampah Sakera

- Admin

Jumat, 16 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Dalam rangka memperingati Hari Bersih-bersih Sedunia atau World Cleanup Day 2022, Pegadaian Syariah Cabang Sampang menggandeng Bank Sampah Sakera untuk program memilah sampah menjadi emas.

Nantinya, sampah-sampah yang terkumpul di bank sampah tersebut akan bisa ditukar dan dikonversikan menjadi emas. Hal ini sebagai upaya mengurangi sampah rumah tangga di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Pimpinan Cabang Pegadaian Syariah Sampang, Eka Chandra Hertiansyah mengatakan, bahwa dengan adanya kerjasama antara Pegadaian dengan Bank Sampah Sakera, dapat mendorong masyarakat untuk lebih semangat dalam pengolahan sampah.

“Sampah ini memiliki nilai ekonomis jika dipilah dengan baik. Sampah yang telah dipilah dapat dibawa ke Bank Sampah dan ditabung menjadi tabungan emas,” kata Eka Chandra, Jumat (16/09/2022).

Baca Juga:  KPU Sampang Buka Pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati, Cek Syarat Minimal Suaranya

Keuntungan yang diperoleh melalui program sampah menjadi emas, kata dia, saldo minimal tabungan tidak harus besar karena seribuan rupiah pun bisa dicatat dalam tabungan tersebut.

Uang hasil penukaran sampah yang sebelumnya dinilai terlalu kecil dan kurang berharga, maka ketika ditabung dalam bentuk emas akan terlihat hasilnya.

“Ketika ditukarkan kembali dengan uang, maka harga emasnya juga dibeli dengan harga jual terbaru sehingga sangat menguntungkan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Eka Chandra, prinsip tabungan emas ini nantinya dapat ditukarkan dalam bentuk rupiah, selanjutnya dicetak dalam bentuk fisik batangan maupun perhiasan dan saldo dapat digadaikan serta 3,5 gram emas untuk dijadikan jaminan pembiayaan naik haji.

Pihaknya berkomitmen untuk turut serta terlibat bersama bank sampah dan pemerintah mengurangi kadar sampah serta mengelolanya menjadi penghasilan tambahan masyarakat.

Baca Juga:  Membandel, Dump Truk Angkut Pasir dan Tanah Tanpa Tutup Terpal Masih Berkeliaran di Sampang

“Sampah ini memang menjadi masalah diberbagai Kota, yang paling penting bagaimana kesadaran kita mengelola lingkungan agar sampah ini dapat menjadi zero,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Bank Sampah Sampang Ahmad Junaidi mendukung dan mengapresiasi program yang ditawarkan oleh Pegadaian Syariah Cabang Sampang Kota tersebut.

Menurut pria yang akrab dipanggil Edy itu, program memilah sampah menabung emas tersebut bisa menarik minat warga untuk menjaga lingkungan sekaligus mengedukasi terkait pengelolaan sampah.

“Dengan adanya program ini, tidak hanya perekonomian masyarakat yang meningkat, tujuan utama membuat lingkungan bersih pun bisa terealisasi karenanya,” ujar Edy.

Edy pun berharap dengan program tersebut semakin meningkatkan minat dan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan sampah nonorganik sebagai salah satu sumber pendapatan selain menjaga lingkungan.

Baca Juga:  Berkas Pengalihan Selesai Ditandatangani, PT PJA Segera Kelola PI Migas Blok WMO

“Kami berharap dengan adanya bank sampah ini dapat menciptakan lingkungan yang sehat. Selain itu, kehadiran bank sampah ini diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan,” kata Edy.

Menurut Edy, dalam kondisi ekonomi saat ini, terutama untuk kalangan ibu-ibu rumah tangga, keberadaan Bank Sampah yang bisa ditukar dengan emas, dapat menjadi peluang yang bagus untuk menabung.

Sehingga penghasilan dari suami mereka bisa difokuskan untuk kebutuhan rumah tangga, sementara hasil di Bank Sampah bisa ditabung jadi emas.

“Saya sangat berharap peluang ini jangan disia-siakan. Masyarakat harus bisa memanfaatkan kesempatan ini. Kapan lagi bisa menabung emas,” pungkasnya.

Berita Terkait

Perkuat Layanan Kanker, Siloam Hospitals Surabaya Operasikan LINAC dan CT Simulator
EastFood Indonesia 2026 Bidik 20 Ribu Pengunjung, Perkuat Posisi Jatim sebagai Pusat Industri Pangan Indonesia Timur
Resmikan PT NPHI, Bupati Bojonegoro Lepas Pengiriman Perdana 7,5 Ton Chip Porang
EastFood dan AllPack Surabaya 2026, Momentum Penguatan Industri Pangan, Kemasan, dan UMKM Nasional
SDN Tanjungharjo IV Bojonegoro Padukan Konsep Modern dan Agamis, Kades Tegaskan Dukungan Pendidikan
Sukses Genjot PAD di Tengah Efisiensi Anggaran, Dinpora Bojonegoro Diapresiasi Komisi C
Sistem Pemilu Berubah, Gus Fauzan Pastikan Mesin Politik PKB Bojonegoro Siap Hadapi Tantangan 2029
DPRD Bojonegoro Fasilitasi Dengar pendapat terkait Bendungan Karangnongko, Bahas Transparansi Santunan Rp 8 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:23 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Siloam Hospitals Surabaya Operasikan LINAC dan CT Simulator

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:39 WIB

Resmikan PT NPHI, Bupati Bojonegoro Lepas Pengiriman Perdana 7,5 Ton Chip Porang

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:14 WIB

SDN Tanjungharjo IV Bojonegoro Padukan Konsep Modern dan Agamis, Kades Tegaskan Dukungan Pendidikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:36 WIB

Sukses Genjot PAD di Tengah Efisiensi Anggaran, Dinpora Bojonegoro Diapresiasi Komisi C

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:20 WIB

Sistem Pemilu Berubah, Gus Fauzan Pastikan Mesin Politik PKB Bojonegoro Siap Hadapi Tantangan 2029

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:03 WIB

DPRD Bojonegoro Fasilitasi Dengar pendapat terkait Bendungan Karangnongko, Bahas Transparansi Santunan Rp 8 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:59 WIB

Gelar RDP Soal Konser Ungu, Komisi C DPRD Bojonegoro Pastikan Bebas APBD dan CSR

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:04 WIB

Kasus Dugaan Ijazah Ilegal Legislator Bojonegoro: Ketua KPU Dipanggil Polisi untuk Klarifikasi

Berita Terbaru