Kasus Penembakan Brigadir J, Perekat Nusantara Minta Semua Pihak Menjunjung Tinggi Asas Praduga Tak Bersalah

- Admin

Minggu, 24 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SUARABANGSA.co.id – Pergerakan Advokat (Perekat) Nusantara menyayangkan dahsyatnya penghakiman di media sosial terhadap Irjen Ferdy Sambo dalam kasus kematian Brigadir J selama dua pekan terakhir. Padahal, proses penyelidikan dan penyidikan masih berlangsung.

Koordinator Perekat Nusantara Petrus Selestinus menilai, narasi yang menjurus kepada berita bohong atau hoax terus diproduksi. Bahkan didaur ulang dari sumber yang tidak dipertanggung jawabkan.

Akibatnya, kata Petrus, masyarakat dicekoki oleh informasi yang tidak berdasar dan mengendalikan arah pemberitaan hingga kinerja Polisi.

“Karena sudah digiring Irjen Ferdy sebagai pelaku, dan terlibat pembunuhan yang dilakukan secara berencana. Padahal, Polri belum menetapkan tersangkanya,” kata Petrus dalam rilis konferensi pers di Jakarta, kemarin Sabtu (23/7/22)

“Jangan sampai pemberitaan di medsos ini sudah menghakimi Irjen Ferdy dan institusi Polri,” sambung Petrus.

Baca Juga:  Buntut Kasus Pembacokan, Keluarga Korban Ramai-ramai Datangi Polsek Robatal Sampang

Meski demikian Petrus juga mengapresiasi atas kontrol kuat masyarakat terhadap kinerja Polri di media sosial. Namun, dirinya khawatir, jika berlebihan atau kebablasan bisa berujung pada peradilan sesat.

“Ini bahaya, seandainya Ferdy Sambo tidak terbukti sebagai pelaku, siapa yang bertanggung jawab ini nanti? Ini bisa masuk fitnah dan mencemarkan nama baik orang,” ungkap Petrus.

Petrus meminta, semua pihak agar menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Termasuk oleh pengacara keluarga Brigadir J. Dirinya berharap, agar pengacara menyerahkan bukti-bukti ke penyidik bukan dibeberkan ke publik.

“Kekhawatiran kami terjadi peradilan sesat. Pegangan kita kan peradilan hukum. Biarkan penyidik bekerja,” lanjut Petrus.

Baca Juga:  Untuk Beli Rokok dan Kebutuhan Sehari-hari, Warga Pasongsongan Curi Motor Tetangganya

Petrus menjelaskan, Polisi sudah sangat terbuka dan akomodatif terhadap setiap permintaan pihak keluarga. Termasuk, menggali kembali kuburan Brigadir J untuk melakukan autopsi ulang.

Namun demikian Petrus mengingatkan, agar sikap akomodatif berlebihan justru malah mengesankan pihak Kepolisian didikte.

“Biarkan Polisi bekerja dibawah norma hukum yang berlaku, jangan dibawah tekanan opini,” pinta Petrus.

Petrus juga meminta, jangan sampai Polisi salah langkah dan menurunkan tingkat kepercayaan publik, yang saat ini sedang tinggi. Bahkan melampaui KPK.

Selain itu, saat ini sudah ada tim yang dibentuk secara berlapis untuk mengawal kasus ini. Mulai dari tim dari pihak Polri, Kompolnas hingga Komnas HAM.

Advokat lainnya di Perekat Nusantara Erick S Paat meminta, publik mempercayakan kasus ini kepada penyidik Polri. Apalagi, sudah ada tim yang dibentuk secara berlapis untuk mengawal kasus tersebut. Mulai dari tim dari pihak Polri, Kompolnas hingga Komnas HAM.

Baca Juga:  HUT Polwan ke-71, Polda Jatim Gelar Istighosah Kubro

“Sudah berlapis begitu masak tidak percaya sih,” katanya.

Erick menambahkan, rencananya Perekat Nusantara akan menghadap Kapolri untuk memberikan dukungan agar bekerja profesional sesuai KUHAP. “Kita atur minggu depan,” tambahnya.

Untuk diketahui ada sekitar 12 orang advokat hadir dalam konferensi pers ini. Selain Petrus dan Erick, tampak juga Pieter Singkali, H. Moh. Satu Pali, Daniel T. Masiku, Antonius M. Safendi, Piterson Tanos, Berechmans M. Ambardi, Vincent Rante Alo, Juanita Valeri Tanamal dan Gideon Tarigan. Kemudian Robertus Mujiono, Brodus, Albertus, Carrel Ticualu dan Posma G. Siahaan. (red)

Berita Terkait

Wakapolres Pamekasan Bagikan Brosur Operasi Keselamatan Semeru
Kapolres Bojonegoro Cek Kesiapan Polisi RW
Kodim Bojonegoro Gelar Sertijab Danramil dan Perwira Staf
Bersama Tim TPID, Polres Bojonegoro Sidak Gudang Beras Bulog
Rumahnya Dilempari Bom OTK, Begini Cerita KPPS di Pamekasan
Rumah Husairi Ketua KPPS di Pamekasan Porak Poranda Dibom OTK, Ini Kata Kapolda Jatim
Hut YPPP ke-49: STIA Pembangunan Jember Meriahkan Perayaan dengan Lomba dan Acara Kebudayaan
Perjuangan Personel Polsek Tambakrejo Bojonegoro Mendistribusikan Logistik Pemilu

Berita Terkait

Senin, 4 Maret 2024 - 18:19 WIB

Ledakan di Asrama Satuan Brimob Polda Jatim Surabaya, Diduga 2 Anggota Polisi Menjadi Korban

Senin, 4 Maret 2024 - 14:04 WIB

Ledakan Bom di Detasemen Gegana Satuan Brimob Surabaya Gegerkan Warga

Sabtu, 2 Maret 2024 - 17:07 WIB

Kantor PKPN Pamekasan Mendadak Jadi Cafe

Jumat, 1 Maret 2024 - 23:10 WIB

Seperti Permainan Petak Umpet, Segel Pintu Bawaslu Pamekasan Kini Terbuka Lebar

Jumat, 1 Maret 2024 - 19:37 WIB

Diwarnai Aksi Saling Dorong dan Blokade Jalan Nasional, LSM Famas Segel Kantor Bawaslu Pamekasan

Selasa, 20 Februari 2024 - 16:42 WIB

Diduga Tekanan Ekonomi, Kakek di Jember Ditemukan Gantung Diri

Senin, 5 Februari 2024 - 18:49 WIB

Akibat Ngantuk Truk Fuso Muatan Paralon Guling Masuk Jurang di Jember

Rabu, 31 Januari 2024 - 19:36 WIB

Insiden Kecelakaan Warnai Kampanye Akbar Paslon 01 di Pamekasan

Berita Terbaru

Peristiwa

Kantor PKPN Pamekasan Mendadak Jadi Cafe

Sabtu, 2 Mar 2024 - 17:07 WIB