Berkat Mengikuti Pelatihan WUB, Pengusaha Songkok di Pamekasan Semakin Sukses

- Admin

Kamis, 19 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Muhammad Taufik warga Desa Duko Timur Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan sukses menjadi pengusaha songkok nasional usai mengikuti pelatihan Wira Usaha Baru (WUB).

Program WUB merupakan program prioritas Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dengan tujuan untuk menciptakan 10 ribu pengusaha baru atau yang dikenal dengan saputangan biru.

Peserta yang mengikuti program tersebut akan dilatih selama 15 sampai 20 hari. Usai mengikuti pelatihan, peserta mendapat sertifikat pelatihan, surat ijin berusaha, bantuan pinjaman modal dengan bunga 0,5 persen dari pemerintah setempat.

Baca Juga:  Tingkatkan Perekonomian Warganya, Pemdes Ponteh Pamekasan Gelar Bazar UMKM

Menurut Taufik, songkok hasil produksinya tersebut sudah banyak diminati oleh masyarakat. Bahkan, pemasarannya pun tidak hanya pada masyarakat desa sekitar. Mulai dari kalangan pondok pesantren hingga pemerintah kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

“Saya memproduksi setelah mengikuti pelatihan di Wira Usaha Baru yang merupakan program bapak bupati Pamekasan sejak mengikuti pelatihan pada tahun 2019 dan menjelang tahun 2022 saya mulai usaha. Mulai dari bahan, peralatan lengkap saya dan mulai sendiri dan Alhamdulillah sekarang sudah ada dua karyawan yang membantu saya untuk kelancaran produksi songkok,” kata Taufik, pengusaha songkok nasional.

Baca Juga:  Resmi Dibuka, Surabaya Printing Expo 2026 Buka Peluang Baru bagi Industri Grafika Nasional

“Saya sudah mulai menerima pesanan dari warga baik dari pemerintah hingga pondok pesantren di lingkungan Kabupaten Pamekasan,” tambahnya.

Kendati demikian, Taufik mengucapkan terim kasih kepada Bupati Pamekasan yang telah membantu untuk mengembangkan bakatnya di bidang produksi songkok. Bahkan, berkat program Bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut dirinya sudah bisa meningkatkan perekonomian keluarganya.

“Terima kasih banyak kepada Bupati Pamekasan yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti kegiatan pelatihan keterampilan. Sebab pelatihan ini saya dapat meningkatkan perekonomian keluarga saya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Polsek Pamekasan Lakukan Edukasi Bahaya Balap Liar

Berita Terkait

VinFast Perluas Layanan Purnajual, Jaringan Servis Tembus 100 Outlet
Perwakilan Kodim Sumenep Tidak Hadiri FGD Tentang Pembangunan KDKMP, Peserta Kecewa
Triv Group dan Gabriel Rey Borong Lima Penghargaan Bergengsi dalam Setahun
Pemerintah Naikkan Titik Impas Harga Tembakau, Petani Dapat Angin Segar
Jaga Stabilitas Harga Tembakau, Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep Ajak PR Lokal Maksimalkan Penyerapan Tembakau Petani
Resmi Dibuka, Surabaya Printing Expo 2026 Buka Peluang Baru bagi Industri Grafika Nasional
153 Perusahaan Ramaikan Surabaya Printing Expo 2026, Usung Transformasi Industri Grafika
Perlunya Mensterilkan Program Makan Bergizi Gratis dari Inefisiensi dan Politisasi Lokal

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:04 WIB

DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:33 WIB

Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:04 WIB

Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:16 WIB

Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun

Rabu, 7 Januari 2026 - 03:55 WIB

Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan

Berita Terbaru