TAPSEL, SUARABANGSA.co.id – Bukti dukungan program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA Simarboru), Sitompul Luat Marancar bersama kelompok tani akhirnya berdamai.
Diketahui perdamaian itu dilaksanakan di Dusun Gunung Tua, Desa Gapuk Tua, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sabtu malam (26/02/2022) sekira pukul 23:00 Wib.
Pantauan awak media turut hadir pada acara perdamaian tersebut hadir dari keturunan oppu datu manggiling sibange-bange yang juga sudah menjadi anggota yayasan riandja sangap gabe arita yakni Hotma Tua Sitompul (51) Pahlawan Sitompul (63) Halomoan Sitompul (58) kemudian Tajuddin Sitompul (51), ketua yayasan riadja sangap gabe arita Albiner Sitompul M.S.I, S.I.P, dan pihak dari kelompok tani dan juga keturunan raja tinamboran marancar yakni muaddas sebagai ketua lelompok tani naju muambe, Parlaungan ketua Kelompok tani marancar julu, Rosul Pilihan Ketua kelompok tani simaninggir, Mangolui Pasaribu sebagai ketua kelompok tani haunatas satu, kemudian Lepi Pasaribu Ketua kelompok tani haunatas dua, kemudian didampingi raja adat luat marancar yusuf siregar gelar baginda kali rajo.
Hotma Tua Sitompul Koordinator Sitompul luat marancar membenarkan perdamaian tersebut terlaksana dan menyampaikan kepada awak media pihaknya meyakini ketua yayasan riadja sangap gabe arita yang menjembatani dengan pihak kelompok tadi berdamai.
“Ini murni dari hati kami yang paling dalam, kami yakini bahwa H. Albiner Sitompul M.S.I, S.I.P sebagai ketua yayasan riadja sangap gabe arita dan juga kami anggap sebagai orang tua kami agar menjembatani berjalan nya kesuksesan perdamaian antara kami pihak sitompul luat marancar dengan pihak kelompok tani keturunan raja Tinamboran,” ujarnya
Lanjut Hotma Sitompul, untuk diketahui bersama perdamaian ini akan diselesaikan secara musyawarah mufakat secara adat dan ini semua atas dasar kesadaran bersama untuk menciptakan ketentraman di wilayah Kecamatan Marancar tampa ada unsur paksaan dari pihak manapun.
“Sebelumnya sudah pernah kami sampaikan kepada rekan-rekan media Sambung Hotma Tua Sitompul, bahwa kami sekeluarga sitompul yang ada di marancar menjamin tidak ada lagi konflik di kecamatan marancar dan siap bekerja sama dengan tokoh adat dan pemangku kepentingan untuk mendukung penyelesaian pembangunan PLTA Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan,” tegasnya.
Sementara Raja Adat Luat Marancar Yusuf Siregar (baginda kali rajo) mengatakan usai terselesaikannya acara perdamaian mengucapkan rasa sangat bersyukur sebab sangat mendukung terciptanya kedamaian di Kecamatan Marancar sehingga keluarga yang sempat retak bisa bersatu kembali.
“Malam ini adalah malam kehangatan kami di kedua belah pihak, ke depan mudah-mudahan tidak akan pernah terulang kembali konflik yang sempat terjadi antara kami yang berkeluarga ini,” ujarnya.
Pantauan awak media Hingga pukul 00:47 wib kedua belah pihak menyelesaikan perdamaian tersebut mulai dari penyelesaian adat kemudian menandatangani kesepakatan tertulis hingga ditutup dan do’a bersama.

















