TAPSEL, SUARABANGSA.co.id – Kehadiran Yayasan Riadja Sangap Gabe Arita, Sitompul Luat Marancar pastikan tidak ada perseteruan atau konflik antara pihak mereka dengan pihak pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Hal ini disampaikan koordinator Sitompul Luat Marancar Hotma Tua Sitompul (51) didampingi Ketua yayasan Riadja Sangap Gabe Arita Albiner Sitompul S. I. P, M.I.P, kepada awak media Jum’at (25/02/2022) sekira pukul 20:30 Wib malam di kediamannya tepatnya di Dusun Gunung Tua, Desa Gapuk Tua, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapsel.
“Kami menjamin tidak ada lagi konflik antara Sitompul Luat Marancar dengan pihak PLTA, dan kami pastikan persoalan yang pernah terjadi di kecamatan marancar akan dirembukkan secara kekeluargaan dan tidak dibawa-bawa keluar dari marancar ini dan pasti kita dahulukan sifat musyawarah dan mufakat,” ujar Hotma Tua.
Lanjut Hotma Tua Sitompul, untuk menciptakan kedamaian, pihaknya yang ada di marancar juga saat ini anggota Yayasan Riandja Sangap Gabe Arita bersama PT. North Sumatera Hydro Energy (PT. NSHE) siap bekerja sama dengan tokoh adat dan pemangku kepentingan untuk mendukung penyelesaian pembangunan PLTA Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Tegas Hotma Tua Sitompul
Pada kesempatan itu, Hotma Tua juga menyampaikan tindakan yang mereka sepakati untuk mendukung pembangunan PLTA semata-mata murni dari hati tampa ada unsur paksaan dari siapapun.
“Segala sesuatu itu kami mengikuti aturan yayasan, sebab kami sudah menarik kuasa hukum dari punguan raja toga sitompul (PRTS) dan sudah bergabung dengan yayasan riandja sangap gabe arita, karena ketua yayasan nya adalah orang yang kami tuakan dan kami anggap keluarga terdekat kami, dan tindakan ini murni atas kemauan kami sendiri,” tandasnya
Dalam berita sebelumnya sempat ada perseteruan antara pihak PLTA dengan Sitompul Luat Marancar.

















