Fasilitasi UKM, Pemkab Pamekasan Akan Bangun Wamira di 13 Kecamatan

- Admin

Selasa, 22 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Berikan fasilitas pemasaran offline bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur akan mendirikan warung milik rakyat (wamira) mart.

Rencananya, wamira mart tersebut akan tersebar di 13 kecamatan pada tahun 2022. Wamira akan menampung produk UMKM untuk dijual di pasaran.

Wamira Mart digagas oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Menengah (UKM) Muttaqin, mengatakan bahwa Pada tahun 2021, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah telah mendirikan 9 Wamira Mart di Pamekasan, masing-masing berada di Jalan Jokotole atau sebelah barat Kantor Dinas Koperasi dan UKM, Wamira Mart di Kecamatan Waru tepatnya di simpang tiga sebelum Pasar Waru, Kecamatan Pakong tepatnya di depan SPBU Pakong, dan Wamira Mart di Kecamatan Palengaan atau di sebelah barat Ponpes Kebun Baru.

Baca Juga:  Jelang Peringatan Hari Kemerdekaan, Penjual Bendera Mulai Menjamur di Pamekasan

Kemudian Wamira Mart di Kecamatan Proppo sebelah barat pasar Pangurayan, di Kecamatan Larangan, di Kecamatan Tlanakan tepatnya di KUD Sumber Wangi, di Stadion Ratu Pamelingan, dan Wamira Mart tersebar. Wamira Mart tersebar merupakan Gerobak Wamira yang akan mengunjungi setiap ada kegiatan masyarakat.

Sementara pada tahun 2022, Pemkab Pamekasan di bawah naungan Diskop UKM akan mendirikan 91 Wamira Mart di 91 desa tersebar di 13 kecamatan. Hal itu untuk memaksimalkan pemasaran produk UMKM milik masyarakat Pamekasan.

Baca Juga:  Bupati Pamekasan Tekankan Program 'Peduli Lansia Sebatangkara' Harus Tepat Sasaran

“Wamira Mart kita perbanyak lah, dengan harapan bisa membantu pelaku UMKM yang kesulitan untuk mendapatkan tempat berjualan, dengan target 91 wamira mart,” katanya, selasa (22/2/2022).

Dikatakan, pihaknya menargetkan pendirian Wamira Mart bisa terealisasi pada tahun 2022 sehingga mampu meningkatkan perekonomian para pelaku usaha yang sebelumnya tidak mendapatkan fasilitasi dari pemerintah daerah.

“Kami siapkan yang PKL dulu (relokasi, red), nanti kalau PKL sudah berjalan kami siapkan dokumen perencanaannya,” ungkapnya.

Wamira Mart termasuk program prioritas Bupati Baddrut Tamam di bidang ekonomi, tidak hanya melatih masyarakat untuk berwirausaha, melainkan juga lengkap dengan fasilitas pemasarannya.

Baca Juga:  Harusnya Jadi Contoh bagi Masyarakat, Sejumlah ASN di Sampang Justru Malah Terjaring Razia Masker

Pemkab Pamekasan menargetkan mampu menciptakan 10 ribu pengusaha baru (sapu tangan biru) dengan program wirausaha baru (WUB). Melalui program ini, masyarakat mendapatkan pelatihan usaha gratis sesuai keinginan.

Setelah itu, para peserta WUB tersebut diberikan bantuan alat melalui dana corporate social respinsibility (CSR). Kemudian memberikan bantuan dengan modal satu persen selama setahun, dan fasilitasi pemasaran online ataupun offline. Sementara, fasilitasi pemasaran offline melalui pendirian Wamira Mart tersebut.

“Harapan kami, dengan adanya fasilitasi dari pemerintah ini, para pelaku UMKM, dan WUB secara khusus bisa berkembang sesuai harapan. Sehingga kesejahteraan di tengah-tengah masyarakat benar-benar terjadi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bahas Masalah Transportasi Laut, Bupati Sumenep Perjuangkan Masyarakat Kepulauan ke Kementerian Perhubungan
DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026
APBD Perubahan Bojonegoro 2026 Disepakati, Setyo Wahono Minta Perangkat Daerah Hindari Proyek Mangkrak
Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat
Pembangunan Bendungan Karangnongko Deadlock, DPRD Bojonegoro Desak Pucuk Pimpinan dan APH Turun Tangan
Bupati Setyo Wahono Ajak Media Gaungkan Layanan Unggulan RSUD dan Rencana Kampus UB di Bojonegoro
Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Bojonegoro Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Pertanian
Bupati Bojonegoro: Koperasi Modern Harus Jadi Penyerap Utama Hasil Bumi, Bukan Sekadar Papan Nama

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:03 WIB

APBD Perubahan Bojonegoro 2026 Disepakati, Setyo Wahono Minta Perangkat Daerah Hindari Proyek Mangkrak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:18 WIB

Pembangunan Bendungan Karangnongko Deadlock, DPRD Bojonegoro Desak Pucuk Pimpinan dan APH Turun Tangan

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:15 WIB

Bupati Setyo Wahono Ajak Media Gaungkan Layanan Unggulan RSUD dan Rencana Kampus UB di Bojonegoro

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:47 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Bojonegoro Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Pertanian

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:57 WIB

Bupati Bojonegoro: Koperasi Modern Harus Jadi Penyerap Utama Hasil Bumi, Bukan Sekadar Papan Nama

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:51 WIB

Meski Pendapatan Lampaui Target, DPRD Bojonegoro Soroti DBH Migas hingga Program Gayatri

Berita Terbaru