TAPSEL, SUARABANGSA.co.id – Yayasan Riandja Sangap Gabe Arita siap bersinergi untuk pembangunan dan penyelesaian Pembangkit Listrik Tenaga Air di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut).
Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Sitompul Luat Marancar Hotma Tua Sitompul (51) bersama ketua Yayasan Riandja Sangap Gabe Arita H. Albiner Sitompul S.I.P, M.I.P kepada awak media di Dusun Gunung Tua, Desa Gapuk Tua, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapsel, Senin Malam (07/02) sekira pukul 19:40 Wib malam.
“Untuk menciptakan kedamaian, kami sekeluarga sitompul yang ada di marancar dengan Yayasan Riandja Sangap Gabe Arita bersama PT. North Sumatera Hydro Energy (PT. NSHE) siap bekerja sama dengan tokoh adat dan pemangku kepentingan untuk mendukung penyelesaian pembangunan PLTA Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan,” ujar Hotma Tua Sitompul.
Bukti dukungan terhadap pembangunan PLTA marancar Hotma Tua juga mengatakan telah menyerahkan puluhan hektare tanah kepada Yayasan Riandja Sangap Gabe Arita.
“Benar pembuktian untuk mensukseskan penyelesaian pembangunan PLTA itu kita sudah serahkan tanah dengan luas 50 hektare kepada yayasan yang di pimpin H. Albiner Sitompul selaku orang tua kami, dan itu tertera diatas metrai secara tertulis,” tambah Hotma Tua.
Melalui silaturrahmi yang dilaksanakan Hotma Tua dengan kehadiran H. Brigjen Albiner Sitompul diketahui pihak mereka akan mengundang Presiden Republik Indonesia Ir. Jokowi Dodo dalam hal peresmian pembangunan PLTA marancar.
“Melalui Yayasan Riandja Sangap Gabe Arita kita akan berupaya mengundang Bapak Jokowi datang ke bumi Tapanuli Selatan dalam rangka peresmian penyelesaian pembangunan PLTA marancar,” tambah Albiner Sitompul.
Untuk diketahui bersama sebelumnya Lobu Sitompul marancar sempat berselisih dengan pihak PT. NSHE untuk pembangunan PLTA Simarboru.

















