SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Banyak pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur mengalami penurunan pendapatan secara drastis atau bahkan gulung tikar selama masa pandemi Covid-19.
Di tengah situasi krisis ini, perbankan menjadi salah satu sektor yang diharapkan dapat berpartisipasi mendorong pemulihan ekonomi.
Bertepatan dengan refleksi 3 tahun kepemimpinan Bupati H Slamet Junaidi dan Wakil Bupati H Abdullah Hidayat, PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bakti Artha Sejahtera (BAS) melaunching program Sahabat UMKM.
Launching tersebut ditandai dengan penyerahan pembiayaan kepada 15 pelaku usaha UMKM yang ada di Kabupaten Sampang.
Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten setempat, PT BPRS BAS memiliki komitmen yang selaras dengan pemerintah daerah untuk membangkitkan kembali UMKM sebagai langkah pemulihan ekonomi.
Direktur Utama PT BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang, Syaifullah Asyik menyebut, saat ini pertumbuhan ekonomi di Sampang tertekan akibat pandemi Covid-19 dan mengalami kontraksi cukup dalam.
“Bank Sampang ingin hadir dengan memberikan stimulus untuk membangkitkan ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang mikro dan ultra mikro yang dikemas dalam bentuk pembiayaan Sahabat UMKM,” ujarnya, Senin (31/01/2022).
Menurutnya, ada dua paket yang digulirkan oleh PT BPRS BAS yakni paket pertama adalah pembiayaan dengan plafon dibawah Rp 5juta tanpa jaminan.
“Paket pertama itu jaminannya hanya rekomendasi dari sesama pedagang yang tergabung dalam satu paguyuban atau komunitas,” imbuhnya.
Kemudian, lanjutnya untuk paket kedua adalah pembiayaan dengan plafon diatas Rp 5juta hingga Rp 50juta dengan jaminan BPKB maupun sertifikat. Kedua paket tersebut jangka waktunya sama, bisa 36 bulan atau 3 tahun.
“Untuk marginnya pun juga sama, yakni sebesar 5 persen per tahun. Jadi, misalnya pembiayaan Rp 1juta cukup membayar margin sebesar Rp 50ribu dalam setahun,” paparnya.
Syaifullah berharap, paket stimulus yang diberikan dapat membangkitkan perekonomian masyarakat akibat pandemi. Serta dapat menjadi modal untuk melanjutkan usaha yang terkendala akibat Covid-19.
“Dengan adanya angsuran yang super ringan tiap bulannya itu, para pedagang bisa lebih cepat lagi dalam memutar uangnya. Kan ada tambahan modal, dagangannya bisa naik, omzetnya pun bisa naik,” tandasnya.

















