SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Imbas pandemi Covid-19 membuat perekonomian di segala bidang menurun. Tak terkecuali bidang transportasi laut, seperti yang terjadi di Pelabuhan Tanglok, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Pelabuhan Tanglok yang sehari-hari menyeberangkan penumpang dari Pulau Mandangin ke kota Sampang dan sebaliknya itu kini mengalami penurunan secara drastis. Bahkan, turun hingga sekitar 50 persen jika dibandingkan sebelum pandemi.
Informasi yang diterima kontributor suarabangsa.co.id, kondisi ini mengakibatkan pendapatan para awak kapal motor turun drastis. Bahkan, mereka kerap pulang tidak membawa hasil (uang).
“Penumpang sepi. Apalagi ada PPKM Darurat, cari 10 orang penumpang saja susah. Turunnya sangat drastis sekitar 50 persen,” tutur Satun, salah seorang pengemudi kapal motor, Sabtu (24/07/2021).
Lantaran sepi penumpang, kondisi perekonomiannya pun semakin menurun. Dan pendapatan dari kapal motor tak sebanding dengan biaya operasionalnya, seperti biaya bahan bakar dan setoran harian.
“Kalau kondisi seperti ini apanya yang mau di setor. Kadang hasil sehari itu sudah habis buat beli bahan bakarnya, satu PP (pulang-pergi) saja habis solar 20 liter,” keluhnya.
Dia mengaku tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa pasrah dalam menghadapi kondisi usaha jasa transportasi yang semakin terpuruk ini. Sebab dirinya harus tetap bekerja lantaran demi kebutuhan hidup keluarganya.
“Ya mau bagaimana lagi. Meski hasilnya pas-pasan, ya tetap bekerja. Siapa yang mau memenuhi kebutuhan anak istri di rumah,” imbuhya.
Satun pun berharap pemerintah memberikan sedikit perhatian kepada nasib para awak kapal motor. Ia juga berharap, fenomena sepinya penumpang segera berakhir. Hal itu tidak terlepas dari beban ekonomi yang harus ditanggung.
“Saya berharap agar pemerintah dapat mengatasi pandemi, sehingga Covid-19 segera berlalu. Saya mempercayakan sepenuhnya penanganan Covid-19 kepada pemimpin negeri yang telah diamanahi oleh rakyat kecil,” tandasnya.

















