Jelang Idul Adha, Pedagang Kambing di Sampang Keluhkan Sepi Pembeli dan Omzet Turun Drastis

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Tak terasa perayaan hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah tinggal menghitung hari. Idul Adha akan dirayakan pada Selasa 20 Juli 2021 mendatang.

Biasanya pada perayaan Idul Adha, umat Islam akan melakukan kurban hewan seperti kambing dan sapi. Namun perayaan Idul Adha di tengah penerapan kebijakan PPKM Darurat kali ini, penjualan hewan kambing merosot tajam.

Hal itu diakibatkan dengan kondisi pandemi Covid-19, jika sebelumnya pedagang mampu menjual lebih dari 100 ekor kambing, kini hanya laku terjual puluhan ekor saja.

Ahmadi, salah satu penjual kambing asal Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang mengatakan, permintaan akan penjualan hewan kurban pada tahun ini sangat sepi.

Pria yang sehari-hari menjual kambing ini mengeluhkan merosotnya penjualan itu, saat ini jumlah kambing yang terjual baru mencapai kurang lebih 40 ekor. Padahal biasanya sebelum pandemi, dirinya mampu menjual lebih dari 100 ekor kambing.

“Semenjak Indonesia dinyatakan pandemi, penjualan turun drastis. Kalau tahun lalu masih lumayan ramai, tapi kalau tahun ini benar-benar sepi pembeli,” ceritanya pada kontributor suarabangsa.co.id, Minggu (18/07/2021).

Penyebab signifikan penurunan penjualan, kata dia, adanya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat (PPKM) darurat yang berlangsung dari 3-20 Juli 2021. Ia mengaku omzetnya turun drastis akibat PPKM darurat tersebut.

“Jujur saja, kalau kondisi saat ini sangat berpengaruh terhadap penjualan saya. Apalagi sekarang lagi PPKM darurat. Itu hancur semua pedagang-pedagang,” keluhnya.

Ia mengaku, biasanya mendekati lebaran idul adha banyak permintaan dari pemesan. Namun, hingga saat ini kurang lebih hanya 40-an ekor yang sudah terjual. Ia biasanya menjual kambing-kambing itu dengan harga dari Rp2 juta hingga Rp4 juta per ekornya, tergantung bobot kambing itu sendiri.

“Kurang lebih 40 ekor yang sudah terjual. Kalau tidak terjual semua ya risiko, namanya dagang untung dan rugi udah pasti. Semoga saja di tahun yang sulit ini para penjual kambing bisa laku habis dagangannya,” harapnya.

Kini dia berharap agar pemerintah bisa mengambil kebijakan yang baik untuk masyarakat. Dia juga berharap agar masyarakat mau tertib menerapkan prokes dalam kegiatan sehari-hari agar pandemi ini segera berlalu.

“Mari kita sama-sama mendukung kebijakan pemerintah. Selalu terapkan prokes agar pandemi ini bisa segera berakhir suapaya perekonomian bisa berjalan dengan semestinya,” tandasnya.

Baca Juga:  Audiensi dengan DPRD, Paguyuban Perumahan Guru Minta Pemkab Sampang Kaji Ulang Soal Penertiban Rumdin

Leave a Reply