SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Dalam melestarikan kesenian pencak silat khususnya di Kabupaten Sumenep, Kodim 0827 Sumenep menggelar Festival Pencak Silat se-Kabupaten Sumenep 2020 yang bekerjasama dengan IPSI Kabupaten Sumenep, berlangsung di Taman Adipura, Sabtu (14/03).
Menurut Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Ato Sudiatna dalam sambutannya yang diwakili oleh Mayor Inf M. Hendro mengatakan bahwa pencak silat merupakan seni bela diri yang sudah lahir secara turun temurun dan berbagai keunikan.
Menurutnya, hal yang paling unik dalam dunia pencak silat meskipun mengajarkan berbagai teknik serangan, namun yang terpenting adalah mengajarkan kita untuk menahan diri dan menjaga keharmonisan.
“Oleh karena itu UNISCO menetapkan pencak silat sebagai warisan dunia tak benda di ibu kota Colombia, penetapan tersebut merupakan suatu kebanggan bagi kita, namun di balik penetapan tersebut ada tugas untuk kita agar menjaganya,” jelasnya.
Bupati Sumenep Busyro Karim menerangkan bahwa pencak silat sudah ada sejak zaman kerajaan-kerajaan di Nusantara, dan di dalamnya mengajarkan bagaimana kita menjalin interaksi sosial yang baik diantara sesama.
“Jika kita mengetahui secara mendalam terhadap dunia pencak silat, maka kita akan semakin bisa menghargai orang lain,” ungkapnya.
Bupati dua periode tersebut menambahkan, tradisi pencak silat di Sumenep jangan hanya menjadi cerita sejarah nenek moyang, namun dunia pencak silat diharapkan terus memiliki kemajuan.
“Saya harap seluruh Dinas terkait harus melakukan pembinaan terhadap pencak silat, sehingga dari Sumenep tumbuh pesilat-pesilat tangguh di kanca Nasional, atau bahkan Internasional,” harapnya Bupati Sumenep.
Mustofa, selaku ketua IPSI Sumenep juga sangat mengapresiasi atas kegiatan yang dilakukan Kodim 0827 Sumenep dengan diadakannya Festival Pencak Silat, tidak hanya itu ketua IPSI dua periode itu juga berharap kepada pihak Kodim Sumenep untuk diadakan kegiatan serupa dalam ajang perlombaan.
“Kami harap untuk selanjutnya, bisa ada semisal piala Dandim dan sebagainya, tentunya hanya semata-mata untuk terus menjaga tradisi pencak silat sebagai identitas Bangsa Indonesia,” tutupnya.

















