LPM Dialektika Bakal Gelar Acara Bedah Buku Kerrong ka Omba’ 

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dialektika STIT Al Karimiyyah akan menggelar bedah buku Kerrong ka Omba’ yang merupakan karya Mata Yoyu, bersama PAC IPNU-IPPNU Gapura, Kabupaten Sumenep pada Minggu (15/03) lusa.

Bedah buku tersebut dikemas dalam kegiatan Acator Sastra Madura yang akan dilaksanakan di Aula Aswaja Lantai II Kantor MWC NU Gapura. Buku yang akan di bedah tersebut merupakan kumpulan cerita pendek berbahasa Madura.

Menurut Ketua Panitia, Moh. Amin Rais yang juga menjabat sebagai Sekretaris LPM mengungkapkan, kegiatan bedah buku tersebut merupakan kerjasama antara LPM Dialektika STIT Al Karimiyyah dengan PAC IPNU-IPPNU Gapura.

Baca Juga:  Peduli, KBRS Perjuangan Berbagi Dengan Anak Yatim

“Jadi, kami memang sama-sama punya rencana membedah buku Kerrong ka Omba’. Mengingat Kak Toyu akan segera kembali ke Jogjakarta, akhirnya kami urun rembuk dan sepakat jadi satu acara saja,” kata Amin, Kamis (12/03).

Kegiatan yang dijadwalkan akan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB nanti, pihak panitia bakal menghadirkan F. Rizal Alief, sastrawan Madura penulis buku Ghai’ Bintang, sebagai narasumber.

“Kegiatan ini terbuka untuk pelajar, mahasiswa, santri dan umum dengan HTM hanya Rp 5 ribu. Tapi kuotanya hanya untuk 100 orang,” jelas Amin.

Pastinya ada maksud dan tujuan dalam acara bedah buku tersebut, hal itu disampaikan Ketua LPM Dialektika STIT Al Karimiyyah, Fathorrosi. Menurutnya acara yang akan digelar nanti diharapkan menumbuhkan semangat literasi di kalangan pelajar, mahasiswa, santri maupun masyarakat secara umum, dan mendorong kaum milenial agar cinta bahasa Madura.

Baca Juga:  Tidak Kalah Dengan SWAT Amerika Serikat, Ini Kehebatan Brimob Polri

“Kita ingin mendekatkan kaum milenial dengan bahasa Madura. Karena di zaman ini, jangankan menulis, berbicara menggunakan bahasa Madura saja sepertinya sudah enggan,” ujar Rosi.

Selain itu ia menambahkan, bedah buku tersebut juga akan jadi ruang apresiasi terhadap karya berbahasa Madura dari Mat Toyu. Karena jarang sekali para penulis Madura yang memilih menulis menggunakan bahasa ibu mereka sendiri.

“Bagaimanapun, sastra Madura masih belum banyak peminatnya. Semoga dengan Acator Sastra Madura melalui bedah buku ini nantinya mampu mendorong kaum milenial untuk mengikuti jejak Mat Toyu,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pengepul Barang Rongsokan di Tulungagung Kerap Cabuli Anak di Bawah Umur

Untuk diketahui, kegiatan Acator Sastra Madura; Bedah Buku Kerrong ka Omba’ ini didukung oleh sejumlah media dari sisi publikasi. Salah satunya yaitu oleh E-KABARI.COM, Suarabangsa.co.id, dan masih banyak lainnya.

Leave a Reply