SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Luki Hermawan, M.Si menerima audiensi dengan IMM (Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah) di Gedung Patuh Lantai 2 Polda Jatim.
Dalam sambutannya Kapolda Jatim menyatakan terima kasih kepada perwakilan audiensi dan atas kerja sama semua elemen masyarakat termasuk oramas Muhamadiyah sehingga kegiatan unras di Jawa Timur berjalan dengan lancar dan aman.
“Saya tidak melarang atau menghalangi kegiatan unjuk rasa yang merupakan proses demokrasi, tetapi yang perlu diingat yaitu asalkan unras yang berlangsung di tengah-tengah masyarakat tersebut berjalan dengan aman dan damai,” tutur Irjen Luki
Irjen Pol Luki menambahkan, pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan para mahasiswa serta elemen masyarakat lainnya untuk menjaga atau wujudkan Jawa Timur tetap aman sesuai dengan slogan ‘Jogo Jawa Timur Untuk Indonesia Damai’.
Dan perlu diketahui bahwa Polda Jawa Timur menjadi contoh dalam penanganan aksi unjuk rasa selama ini, Senin (30/09) sekitar pukul 13:45 Wib.
Mengenai insiden di Kendari yaitu giat unras yang menyebabkan dua mahasiswa meninggal dunia, ia selaku Kapolda Jatim, ikut bela sungkawa sebagai wujud simpati.
“Bahkan saya sudah perintahkan setiap Jajaran Polres/ta untuk melakukan sholat ghaib, dan do’a bersama serta mengirim karangan bunga kepada kantor perwakilan Muhamadiyah yang berada di wilayah masing masing,” kata Irjen Luki.
Menurutnya, atas insiden tersebut, Kapolri sudah membentuk team investigasi untuk lakukan penyelidikan kasus tersebut.
“Kami meminta Polri untuk melindungi unras yang dilakukan mahasiswa demi Indonesia maju serta menunggu hasil dari investigasi yang dilakukan oleh Polri atas insiden unras di Kendari yang menelan korban dua mahasiswa meninggal dunia,” pungkas Irjen Pol Drs Luki Hermawan.

















