Hidup Memprihatinkan, Nenek Asal Komis Kedungdung Sampang Ini Butuh Uluran Tangan Pemerintah

- Admin

Minggu, 3 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Sungguh ironis, ambisi Bupati H Slamet Junaidi untuk menjadikan Sampang sebagai kabupaten Hebat Bermartabat mungkin hanya isapan jempol semata. Bagaimana tidak, masih banyak warga miskin yang luput dari perhatian pemerintahan Kabupaten Sampang.

Seperti apa yang dialami oleh Nenek Buwat (79) warga Dusun Komis, Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang ini. Nenek tua tersebut hidup sebatang kara di rumah yang tidak layak huni dan luput dari perhatian Pemkab setempat.

Nenek Buwat menjadi salah satu potret kehidupan warga miskin di Kabupaten Sampang, hidup di bawah garis kemiskinan tentunya ia sangat membutuhkan perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun swasta.

Selama bertahun-tahun nenek Buwat hidup tanpa bantuan pemerintah. Sudah sepatutnya negera hadir karena sesuai Undang-Undang (UU), fakir miskin dan anak terlantar dipeliharan oleh negera. Sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 34 ayat (1).

Baca Juga:  Wakapolda Jatim Tanam Ribuan Bakau dan Lepaskan Benih Kepeting

Informasi yang berhasil dihimpun suarabangsa.co.id, untuk kebutuhan makan sehari-harinya nenek Buwat berprofesi sebagai pemulung tanpa didampingi seorang suami setelah kesetiaan cintanya putus karena panggilan tuhan dengan tanpa dikaruniai seorang anak.

Saat ditanya oleh awak media, Nenek Buwat mengatakan bahwa untuk bertahan hidup, dirinya setiap hari harus mencari dan mengumpulkan sampah plastik demi sesuap nasi..

“Saya setiap hari mencari dan mengumpulkan sampah plastik kemudian dijual untuk kebutuhan sehari hari,” ucapnya, dengan pipi yang sudah mengeriput, Minggu (03/01/2021).

Menurutnya, mencari sampah plastik adalah salah satu cara demi mempertahankan hidup semenjak ditinggal suami tercintanya.

Baca Juga:  Reses Kali ini, Anis Mustofa Bawa Aspirasi terkait PJU di Bojonegoro, Drainase dan Laptop untuk Paud

“Sudah puluhan tahun saya ditinggal suami dan semenjak itulah saya mencari sampah plastik, walaupun hasilnya tak seberapa yang penting halal dan berkah,” tuturnya.

Tak hanya itu, nenek Buwat mengharap bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sampang untuk membantu memperbaiki rumahnya yang sudah tidak layak huni.

“Seperti ini keadaan rumah yang saya tempati setiap hari, tak ada penerang lampu bahkan atap rumah pun bocor,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Komis, Ach Slamet saat dikonfirmasi membenarkan jika keadaan nenek Buwat sangat memprihatikan apalagi rumah yang ditempati penuh dengan sampah.

“Benar mas, keadaannya sangat memprihatinkan, seorang janda tua yang hidup sebatang kara dan demi mempertahankan hidupnya penuh dengan perjuangan,” ujarnya.

Baca Juga:  Sempat Bungkam, Kapolsek Sampang Akhirnya Buka Suara Terkait Penangkapan Bandar Togel di Gunung Maddah

Menurutnya, nenek Buwat merupakan salah satu masyarakat yang terdata sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

“Semenjak saya jadi kades, saya mengetahui keberadaan beliau namun sebelum ada BLT DD setiap bulan saya rutin membantu beliau dari sembako maupun uang tunai untuk meringankan beban hidupnya,” akunya.

Disinggung soal rumah yang tak layak huni, pihaknya mengaku telah dua kali mengajukan kepada Pemerintah untuk mendapatkan bantuan bedah rumah.

“Dua kali sudah saya ajukan, pertama memohon kepada Koramil dan tahun kemarin langsung ke Dinas yang menangani, tapi sampai saat ini belum ada titik temu,” pungkasnya.

Berita Terkait

Lampu Sorot di Balik Panggung Konser: Menyoal Transparansi Dana Sponsor dan CSR BPR Bank Daerah Bojonegoro
Sengketa TKD Desa Belun Temui Jalan Buntu: Camat Temayang Bungkam, Dinas PMD Sebut Tak Bisa Bergerak Tanpa Dokumen
Wujudkan Asta Cita Melalui Otoda, Pemkab Bojonegoro Raih Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik 2025
HUT BPR Bojonegoro Ke-30 Menuai Sorotan: Diduga Tabrak Perda KTR dan Regulasi Sponsor Rokok
Aset Desa Berubah Jadi Milik Pribadi Ahli Waris Pemdes Sebelumnya, Program Koperasi Merah Putih Terancam Layu Sebelum Berkembang
Warga Pamekasan Ini Butuh Uluran Tangan, Hidup Dalam Keterbatasan
Moch Mansur: IPSI Bojonegoro Harus Tegak Lurus pada Aturan, Jangan Terpancing Klaim Sepihak
KDMP di Desa Belun Bojonegoro terganjal dengan SHGB dan SHM, desa Belun terancam tidak punya KDMP

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 19:47 WIB

Lampu Sorot di Balik Panggung Konser: Menyoal Transparansi Dana Sponsor dan CSR BPR Bank Daerah Bojonegoro

Selasa, 28 April 2026 - 12:11 WIB

Sengketa TKD Desa Belun Temui Jalan Buntu: Camat Temayang Bungkam, Dinas PMD Sebut Tak Bisa Bergerak Tanpa Dokumen

Senin, 27 April 2026 - 17:58 WIB

Wujudkan Asta Cita Melalui Otoda, Pemkab Bojonegoro Raih Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik 2025

Minggu, 26 April 2026 - 11:45 WIB

HUT BPR Bojonegoro Ke-30 Menuai Sorotan: Diduga Tabrak Perda KTR dan Regulasi Sponsor Rokok

Sabtu, 25 April 2026 - 20:11 WIB

Aset Desa Berubah Jadi Milik Pribadi Ahli Waris Pemdes Sebelumnya, Program Koperasi Merah Putih Terancam Layu Sebelum Berkembang

Jumat, 24 April 2026 - 19:59 WIB

Moch Mansur: IPSI Bojonegoro Harus Tegak Lurus pada Aturan, Jangan Terpancing Klaim Sepihak

Jumat, 24 April 2026 - 08:15 WIB

KDMP di Desa Belun Bojonegoro terganjal dengan SHGB dan SHM, desa Belun terancam tidak punya KDMP

Jumat, 24 April 2026 - 08:10 WIB

Polemik Konser 3 Dekade BPR Bojonegoro: Antara Isu Anggaran Rp1,1 Miliar, Penjualan Tiket, dan Transparansi Aset Daerah

Berita Terbaru