Pemkab Sumenep Bersama Basnas, Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdamak Kekeringan

- Admin

Senin, 5 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep semakin dirasakan warga. Kemarau panjang membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut salah satunya dialami warga Desa Langsar, Kecamatan Saronggi. Mereka mengaku telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama kurang lebih empat bulan.

Merespons kondisi itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur bersama Baznas Kabupaten Sumenep menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Langsar, Senin (5/10/2026).

Dalam penyaluran tersebut, Baznas juga berkolaborasi dengan Kodim 0827 Sumenep, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Sumenep. Bupati Sumenep Achmad Fauzi turut turun langsung dalam pendistribusian air bersih kepada masyarakat.

Baca Juga:  Kantongi 3.300 Pil Berlogo Y, Dua Pria Diamankan Polres Sumenep

Ketua Baznas Sumenep Ahmad Rahman mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Kami Baznas Sumenep bersama Baznas Jawa Timur, bersama Bupati, BPBD dan Dinas Sosial, turun langsung memberikan bantuan air bersih kepada warga Langsar,” kata Ahmad Rahman.

Sementara itu, Ketua RT 13 Desa Langsar, Masdarun, mengungkapkan warga mulai mengalami kekurangan air bersih sejak Juli 2026.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa membeli air. Kondisi itu dinilai cukup membebani masyarakat, terutama karena kebutuhan air terus meningkat selama kemarau.

Baca Juga:  Sebanyak 200 Warga di Bojonegoro Terima Bantuan RTLH dari PT Imza Rizki Jaya

“Warga mulai mengalami kekurangan air bersih sejak bulan tujuh lalu. Untuk memenuhi kebutuhan air, warga terpaksa membeli. Satu pikap air harganya sekitar Rp80 ribu,” ujar Masdarun.

Menurutnya, air tersebut tidak hanya digunakan untuk minum dan memasak, tetapi juga untuk mandi serta berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan air bersih menjadi sangat berarti bagi warga yang selama beberapa bulan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air.

Ahmad Rahman memastikan pendistribusian air bersih akan terus dilakukan ke sejumlah wilayah di Sumenep yang mengalami krisis air akibat kemarau panjang.

Baca Juga:  DPRD Sumenep Lantik Anggota PAW dari Fraksi PDIP

Baznas Sumenep juga akan memberikan perhatian terhadap wilayah kepulauan yang saat ini turut menghadapi persoalan serupa.

“Kami akan terus melakukan distribusi air bersih ke daerah-daerah yang mengalami krisis air. Termasuk wilayah kepulauan, karena di sana juga banyak masyarakat yang terdampak kekeringan,” pungkasnya.

Penulis : Hairul

Editor : Putri

Berita Terkait

Presiden Bantu Tukang Becak, Politisi Gerindra Bojonegoro: Langkah Nyata Kepedulian Presiden
Menghidupkan Harapan di Sekolah Rakyat Bojonegoro, Kala Negara Hadir Memanusiakan Manusia
Gus Ipul di Bojonegoro: Bansos Kini Tak Lagi Permanen, Data Diperbarui Tiap 3 Bulan
Sengkarut Bantuan Listrik Bojonegoro, Data Damisda dan Realita Lapangan Tak Sinkron, Warga Tanjungharjo Jadi Korban
Yayasan Milik H. Her Memberikan Bantuan Bedah Rumah pada Warga Konang Pamekasan
Kandang Katandur Farm Menyerahkan Hewan Qurban Milik Presiden RI ke Bupati Pamekasan
Satu Rumah Warga di Sampang Roboh Diterjang Angin Kencang, BPBD Salurkan Bantuan
Bersama BPJS, Bupati Bojonegoro Berikan Santunan Jamsostek
Tag :

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terbaru

Daerah

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Senin, 5 Okt 2026 - 20:49 WIB