Ironi Cahaya Geratis di Bojonegoro, Stiker sudah Tercentang, Listrik Tak Kunjung Terang

- Admin

Minggu, 11 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Di atas kertas, laporan administratif Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mungkin terlihat gemilang.
Namun, di dinding-dinding kayu rumah warga miskin, yang tampak justru sebuah ironi.

Program pemasangan listrik gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah tahun anggaran 2024-2025 kini menuai sorotan tajam setelah ditemukan indikasi bantuan “fiktif” secara administratif.

Hasil penelusuran di lapangan mengungkap fakta yang menggetarkan nalar publik.

Di sejumlah desa, salah satunya di Desa Tanjungharjo, stiker “Warga Miskin” telah tertempel rapi.

Di sana, kolom “Sambungan Listrik Miskin” sudah tercentang sebuah tanda formal bahwa hak warga telah terpenuhi.

Namun, kenyataannya pahit,jangankan arus listrik yang mengalir, kabel instalasi maupun KWH meter pun tak tampak ada bantuan dari pemerintah.

Mata Rantai yang Terputus
Fenomena ini memicu kecurigaan adanya praktik “Asal Bapak Senang” (ABS) dalam pelaporan program yang menyasar 1.614 rumah tangga dengan nilai manfaat Rp2,5 juta per rumah ini.

Jika stiker sudah terpasang dan status bantuan sudah dicentang, secara administratif anggaran tersebut seharusnya sudah terserap, hal ini yang dimana disampaikan oleh para kordinator TKSK mau pun pendamping kemiskinan yang lainya.

Baca Juga:  Gedung Bekas SD Mayangrejo Bojonegoro akan Menjadi Tempat Transformasi Koperasi Merah putih Desa Mayangrejo

*Lalu,ke mana larinya fisik barang yang dijanjikan?*

Sedangkan,Pihak pemerintah desa (Pemdes) mengaku berada dalam posisi sulit. Mereka berdalih hanya menjadi “penerima tamu” atas data matang yang disodorkan pemerintah pusat dan kabupaten.

“Kami di desa tidak ikut mendata atau mencentang. Itu data dari BPS dan Dinas Sosial, kami hanya menerima hasil jadi,” ujar salah satu perangkat desa yang enggan disebutkan namanya.

Hal ini seolah menegaskan adanya jurang koordinasi yang lebar antara perencana kebijakan dan pelaksana di lapangan.

Dalih Proses dan Transisi Data, Menanggapi kegaduhan ini, Kepala Dinas Sosial Bojonegoro yang baru, Agus Susetyo Hardiyanto, S.STP memberikan klarifikasinya dalam sebuah diskusi di Podcast “dewan djegrank” di jalan Pondok Pinang, Bojonegoro.

Menurutnya, kegaduhan yang terjadi merupakan bagian dari proses panjang pemutakhiran data kemiskinan daerah.

Ia menjelaskan bahwa perpindahan data dari Damisda (Data Mandiri Sejahtera Daerah) menuju DTSEN (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional/versi daerah) membutuhkan waktu dan proses verifikasi yang tidak instan.

“Perpindahan data dari Damisda ini butuh waktu, jadi dari Damisda ke DTSEN itu harus berproses,” terang mantan camat kapas tersebut.

Baca Juga:  Jaga Sinergitas, Kapolda Jatim Sowan ke Gus Ali di Ponpes Bumi Sholawat

Ia pun mengapresiasi temuan lapangan ini sebagai bentuk pengawasan masyarakat. “Saya ucapkan terima kasih atas koordinasinya. Hal ini menjadi masukan bagi kami. Kami tidak bisa bekerja sendiri dan sangat butuh masukan-masukan dari masyarakat,” imbuhnya.

Dalam penempelan stiker ini bagi teman-teman aktifis yang mendambakan kejujuran dari semua pihak, hal ini adalah hal yang tepat, meskipun banyak yang harus ada yang diperbarui.

Bola Panas di Tangan Eksekutif
Meskipun ada pembelaan dari sisi administrasi data, pernyataan ini belum sepenuhnya menjawab pertanyaan mendasar, Mengapa stiker sudah dicentang jika proses verifikasi data masih berjalan dan fisik belum terpasang ?.

Bagaimana cara pemkab Bojonegoro, memadukan data bila data kemiskinan selalu ada dan tambah.bila pejabat dan leading sektor tidak jujur, ungkap moderator.

Hal yang berbeda ada Pernyataan dari akun Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah,yang juga memantau diskusi dewan Jegrang tersebut,
Dalam komen nya menyikapi seorang penanya dan yang memberi masukan kepada sang pengampu, di desa Tanjungharjo akan di pasang di tahun 2026 oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga:  Dituduh Jadi 'Cepu' Mafia Solar, Pekerja SPBU Glagahwangi Bojonegoro Dipecat Sepihak Tanpa Pesangon

“Yang dimaksud Mustakim didesa Tanjungharjo akan di pasang di 2026,oleh PU CK” jawab akun Nurul Azizah dikolom komentar dewan Jegrang.

Hal ini sebelumnya juga menambah kompleksitas masalah dengan menyebut bahwa realisasi bantuan di beberapa titik baru akan dilaksanakan pada tahun 2026 oleh Dinas PKP Cipta Karya, padahal sampai berita ini ditulis Kepala Dinas PKP Cipta Karya sampai berita ini ditulis sulit ditemui dan selalu bungkam ketika dihubungi.

Dalam diskusi terkait stiker secara terpisah, akun mbok dewor juga menyayangkan hal tersebut.

Saat dihubungi awak media lewat telpon nya, mbok dewor menjelaskan, Kesenjangan antara “proses data” yang disampaikan Dinsos dan “rencana fisik 2026” yang disampaikan Wabup menunjukkan adanya sinkronisasi yang lemah.

“Masyarakat kini berharap agar transparansi bukan sekadar pemanis di media sosial atau podcast, melainkan benar-benar berwujud cahaya yang menyala di rumah-rumah rakyat miskin.”Pungkasnya.

Catatan Redaksi: Labeling bantuan bukan sekadar formalitas stiker. Ketika status “sudah” dipublikasikan ke dinding rumah warga namun kenyataannya “belum”, maka integritas birokrasi sedang dipertaruhkan. Publik menanti aksi nyata, bukan sekadar janji proses yang berlarut-larut.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN
HJB ke-349 Diluncurkan, Bupati Tekankan Refleksi Sejarah dan Kualitas Pelayanan
HUT ke-104 PSHT Bojonegoro: Diikuti Ribuan Anggota, Diapresiasi Bupati dan Ketua Cabang
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Rabu, 23 September 2026 - 17:30 WIB

HJB ke-349 Diluncurkan, Bupati Tekankan Refleksi Sejarah dan Kualitas Pelayanan

Senin, 21 September 2026 - 12:26 WIB

HUT ke-104 PSHT Bojonegoro: Diikuti Ribuan Anggota, Diapresiasi Bupati dan Ketua Cabang

Minggu, 20 September 2026 - 13:57 WIB

Morula IVF Surabaya Siapkan Grand Prize IVF Gratis di Acara Future Family Planning

Berita Terbaru