DKPP Bojonegoro Buat Gerakan Swasembada Lewat Inovasi Olahan Pangan, Begini Harapan Bupati Bojonegoro

- Admin

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro

Membuat gerakan yang berbasis inovasi olahan pangan, Melalui ajang ini Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap gerakan “Stop Boros Pangan” dapat menjadi budaya baru di masyarakat Bojonegoro.

Dengan tema Gerakan Masyarakat Selamatkan Pangan (Gema Pangan) dan Lomba Pangan 2025, “Bijak Kelola Pangan, Selamatkan Masa Depan.” Gerakan ini berharap menjadi budaya Swasembada pangan kedepan nya.

Selain itu, gerakan ini berdampak untuk menekan limbah pangan, serta kegiatan ini juga mendorong inovasi lokal berbasis pangan berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro.

Dalam laporannya Zainal Fanani selalu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian(DKPP) Bojonegoro, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan pangan yang bijak dan pengurangan limbah pangan.

Baca Juga:  Tahun 2022, Pemkab Bojonegoro Akan Bangun 6.033 Rumah Warga Miskin Lewat Program Aladin

“Apabila setiap warga Bojonegoro menyisakan satu butir nasi saja setiap kali makan, maka dalam setahun bisa terkumpul sekitar 50 ton beras yang terbuang sia-sia. Melalui gerakan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan kreatif dalam mengelola pangan,”Ungkapnya.

Lanjut Fanani,Gema Pangan 2025 diikuti oleh 112 peserta, yang terdiri dari anggota Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sebanyak 22 orang, guru dan siswa SMA sebanyak 80 orang, serta 10 finalis lomba inovasi sisa pangan.

Rangkaian kegiatan ini diawali dengan Lomba Inovasi Kelola Sisa Pangan “Sisa Jati Rasa Bojonegoro 2025” yang digelar pada 26 Agustus 2025 dan diikuti oleh 94 peserta.

“Sepuluh finalis terbaik kemudian berkompetisi di hadapan dewan juri untuk menampilkan kreasi olahan sisa pangan yang inovatif dan bernilai ekonomi.”Terangnya.

Baca Juga:  Bupati Bojonegoro Harapkan Dana Abadi Pendidikan Juga untuk pesantren

Bupati Setyo Wahono, dan Wakil Bupati Nurul Azizah, hadir dalam sesi penyerahan hadiah dan penghargaan kepada para pemenang lomba di Ruang Angling Dharma (11/11),Bojonegoro Provinsi Jawa timur.

Bupati Setyo Wahono dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut.

Bupati yang akrab di panggil mas Hono tersebut menekankan, bahwa isu ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal kesadaran dan tanggung jawab masyarakat dalam mengelola pangan dengan baik.

“Gerakan ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mengedukasi masyarakat untuk menghargai setiap butir pangan. Inovasi pengolahan sisa pangan bukan hanya mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan dan berharap, bahwa hasil dari agenda ini tidak boleh hanya berhenti sampai disini, Pemkab sebisa mungkin harus menyambungkan para pemenang dan peserta yang punya inovasi kepada Dinas Perdagangan untuk dibantu, apa saja yang dibutuhkan agar dapat berkembang menjadi UMKM yang memiliki usaha olahan limbah pangan berkelanjutan.

Baca Juga:  Sekitar 2,996 Warga Bojonegoro Menerima Program Makan Bergizi Gratis

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono juga menyerahkan trofi dan penghargaan kepada para pemenang lomba inovasi pangan,

Juara I: Afina Yura– “Bonika, Abon Dami Nangka”

Juara II: Sherly Rahayu Retnoningtyas – “Bekatul Crepe Roll Cake”

Juara III: Sri Hidayati – “Kerupuk Cangkang Telur Ayam Tulang Ikan Bandeng”

Juara Harapan I: Lenny Yudha Febriyanti – “EcoBloom Gummies”

Juara Harapan II: Yeni Ayu Wulandari – “Salad Galantin dari Ayam dan Kulit Pisang, Kecap Manis Kulit Pisang, dan Saus Tomat Kulit Buah Naga”

Juara Harapan III: Herlina Ari Safitri – “Nagabonar, Nagasari Kulit Pisang Bojonegoro Bernilai Rasa”.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027
Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan
Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027
Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA
Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021
Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru

Birokrasi

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:39 WIB