Pasca Mengalami Pengeroyokan, Pemuda Bojonegoro Ini Alami Gangguan Ingatan

- Admin

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Akibat dikeroyok, Pemuda yang bernama Mahfud Saputra (23) asal Dusun Alas Tuwo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro mengami masalah pada ingatannya, pada Jumat dini hari, 14 Februari 2025.

Pengeroyokan secara brutal tersebut terjadi di Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Peristiwa mengenaskan ini menyebabkan Mahfud mengalami cedera serius di kepala, gangguan penglihatan pada mata kiri, Serta gangguan memori dan fungsi tubuh.

Menurut sang ayah, Akhmad Soesilo, kondisi Mahfud kini sangat memprihatinkan. Ia menyebut putranya sudah tidak seperti dulu lagi.

“Sekarang Seperti anak SD. Tidur Harus ditemani, pundaknya tidak seimbang, tangan kirinya belum normal Dan sering bergerak sendiri. Kadang juga mengeluh nyeri terus-menerus, Dan mata sebelah kiripun tidak normal, tidak bisa melihat kesamping,” ujarnya dengan mata sembab, Bojonegoro Hari Jumat 1/8/2025.

Baca Juga:  Bupati Bojonegoro Berangkatkan CJH Kloter Kedua

Tambahnya, dokter menyatakan Mahfud kehilangan sekitar 33 persen Fungsi ingatan, dan belum ada Jaminan bisa pulih kembali.

“Kami hanya bisa pasrah pada Allah,” tambah Soesilo.

Lanjut Susilo Mahfud sempat koma selama sepekan Dan dirawat intensif di ICU. Kondisinya Saat itu dinilai kritis Dengan peluang Hidup hanya 20 persen.

“Waktu itu Dokter bilang kemungkinan hidupnya cuma 20 persen. Saya benar-benar syok,” kenang Soesilo.

Akibat luka patah rahang Dan hidung, Mahfud juga harus Makan Melalui selang Dari hidung selama lebih dari sebulan, menggunakan cairan susu Yang disuntikkan setiap hari.

Keluarga Mahfud Harus menanggung sendiri biaya pengobatan Yang Hingga kini hampir mencapai Rp100 juta, Karena kasusnya tergolong pidana Dan tidak ditanggung BPJS.

“Biaya Rumah Sakit saja Rp75 juta. Itu belum termasuk terapi Dan kontrol. Kami jual motor Dan perabotan Rumah Untuk biayai pengobatan. Sekarang motor pun tidak punya,” jelasnya.

Baca Juga:  Terkait Pj Bupati Bojonegoro, Projo: yang terpenting bukan titipan

Untuk mencukupi kebutuhan harian, kini mereka hanya mengandalkan pendapatan Dari jualan nasi pecel sang istri.

“Saya dulu kerja ikut instalasi listrik, Tapi Sekarang kantornya tutup. Jadi hanya mengandalkan Dagangan istri,” ungkap Soesilo.

Sebelum kejadian, Mahfud bekerja sebagai kurir ekspedisi, Dan bisa membantu memenuhi kebutuhan Rumah tangga.

“Minimal dia bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. Tapi Sekarang, kemarin Saya ajak ke toko Sebelah saja tidak bisa pulang. Katanya bingung, gak tahu arah jalan,” tutur sang ayah.

Hingga kini, keluarga belum mengetahui motif pasti di balik pengeroyokan itu. Mereka hanya menduga ada keterlibatan orang dekat.

Baca Juga:  Untuk Pilkada Sumenep Damai, Sebanyak 463 Pesilat Rayon IV Ikuti Latihan Bersama Polres 

“Entah pacarnya atau teman dekatnya. Yang jelas sering ke sini. Tapi kok bisa sampai seperti ini?” ungkapnya.

Soesilo juga mengungkapkan Bahwa pada hari kejadian, Mahfud membawa uang setoran perusahaan Sekitar Rp 7 juta. Namun setelah insiden, uang yang tersisa di tasnya hanya Sekitar Rp2 juta.

“Saya tahu dia bawa uang setoran. Tapi setelah kejadian, uangnya berkurang Sekitar Rp 5 juta,” katanya.

Kasus ini kini bergulir di Pengadilan Negeri Blora, dengan Nomor Perkara: 49/Pid.B/2025/PN.Bla. Sidang pada Selasa (29/7/2025) lalu mengagendakan pembacaan pledoi dari para terdakwa.

Dari hasil penyelidikan dan Laporan Polisi Nomor: LP/B/2/II/2025/SPKT/POLSEK SAMBONG/POLRES BLORA/POLDA JATENG, tujuh Pelaku telah ditetapkan Sebagai tersangka. Dugaan Sementara, Mahfud menjadi korban pengeroyokan Akibat salah identitas, Hingga di serang secara massal Oleh orang-orang tak dikenal.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
Warga Batang-Batang Sumenep Ditemukan Meninggal Terbakar
Warga Bungur Bojonegoro Hantam Ibunya Pakai Paving, Lalu Menyerah Tanpa Busana
Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:01 WIB

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:28 WIB

Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:24 WIB

Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:53 WIB

DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:03 WIB

BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa

Berita Terbaru

Daerah

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Okt 2026 - 19:01 WIB