Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sally: Mulai malam ini Waduk Gongseng kita suruh buka demi petani

- Admin

Jumat, 7 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Kelompok tani bersama Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Bojonegoro pada tanggal 5/6/2024 Datang ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bojonegoro, Provinsi Jawa timur.

Dalam pantauan Awak media Suara bangsa, Kurang lebih 100 orang mendatangi Kantor DPRD, untuk hearing dengan PU SDA Bojonegoro, PU SDA Provinsi Jawa timur, Dinas pertanian dan ketahanan pangan, BBWS Bengawan solo, Komisi B, dan nampak juga ada dari beberapa camat wilayah Kecamatan Sumberjo dan kecamatan Kapas, Kodim 0813, Perwakilan HIPPA Bojonegoro, K3PG Bojonegoro, serta Polres Bojonegoro juga nampak hadir di ruang pari purna.

Helmi elisabeth saat dicegat awak media suara bangsa untuk berkomentar terkait kekeringan di beberapa wilayah Bojonegoro bojonegoro belum bisa berkomentar, karena rapat bersama baru akan dilakukan untuk mencari solusi keluhan petani terkait pupuk dan kekeringan.

“Belum bisa komentar, ini rapat bersama baru akan di mulai,” ungkapnya.

Baca Juga:  Terkait Pupuk, Pemkab Bojonegoro terkait Pupuk Akan Konsolidasi Bersama PT Pupuk Indonesia dan ID FOOD

Dalam pantauan Awak media,Kelompok HIPPA kepada BBWS Bengawan solo dan Komisi B, serta ke Dinas Pertanian dan ketahan pangan mengeluhkan Air dimana lahan ribuan hektar di beberapa daerah tanaman padi terancam mati karena air irigasi dari Waduk pacal tidak mengalir.

Hal tersebut sempat menjadi perdebatan sengit dan panjang karena Waduk pacal sedang terjadi Sendimentasi dan perbaikan.

Secara terpisah Sally atyasasmi selaku ketua Komisi B dari Fraksi Gerindra mengatakan pada awak media memaksa pihak PU SDA Bojonegoro, PU SDA Provinsi dan BBWS bengawan solo mulai tanggal (5/6) harus membuka bendungan Waduk Gongseng.

Karena beberapa kelompok tani Wilayah Sumberjo, kapas, sidodadi, balen dan sekitarnya Sawah sawah sudah kering dan warga sudah datang kerumah Sally minta tolong tanaman nya hampir mati, kalau hal ini di undur maka akan terjadi gagal tanam dan gagal panen lebih kurang lebih 6 ribu Hektar, sedangkan Waduk pacal sedang terjadi perbaikan karena terjadi sendimentasi, lama perbaikan kurang lebih sepuluh hari,

Baca Juga:  Jelang Puncak Arus Mudik Lebaran, Bupati Bojonegoro Pantau Kesiapan Posko Pemudik

“Mulai nanti malam (5/6) Air dari waduk Gongseng kita suruh untuk di buka, di Waduk Gongseng ada 5 juta kubik, di waduk pacal itu ada air, tapi ada endapan sendimen sekitar 20 meter, jadi butuh 10 hari perbaikan mengeruk sendimentasi (endapan lumpur/kerikil) tersebut, setelah perbaikan selesai baru waduk pacal bisa normal”terangnya.

Disingung terkait Kekuatan Volume air di Waduk Gonseng, Wanita yang tahun ini kembali menjadi anggota Dewan dari Dapil dua, Waduk Gongseng Ada 5 juta kubik, dan nanti akan di buka 5 meter perkubik, menurutnya bila 5 juta kubik air ini dikelola dengan baik, maka dimungkinkan sampai waduk pacal selesai di perbaiki, petani 6 ribu hektar teraliri, dan hal tersebut harus di awasi oleh pihak pihak terkait, HIPPA Kodim,dan kepala desa jangan sampai terjadi Gesekan dibawah.

Baca Juga:  Kapolres Sumenep Dijabat Mantan Kasubdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim

“Di Waduk Gongseng nanti di buka 5 meter per kubik per detik, cadangan di gongseng itu ada 5 juta perkubik jadi cukuplah untuk sampai sepuluh hari, setelah itu Waduk pacal bisa operasi, dan ini harus dibuka tidak hanya di dam 5 tapi kalau bisa di 8, dan bukan buka tutup, dan ini juga harus di awasi oleh pihak,HIPPA, kodim dan kepolisian, dan kepala Desa,” harapnya.

Sally juga menambahkan hal tersebut harus dikelola dengan benar oleh Hippa, kepala Desa, dan desa desa harus membuat kesepakatan bersama agar tidak gejolak dan gesekan ditingkat desa dan mendahulukan yang benar benar membutuhkan air.

“Kesepakatan pengelolaan ada di HIPPA, yang dimana harus di musyawarah oleh hippa, kepala desa, dan harus merata, dimana daerah yang membutuhkan air harus diutamakan, kalau sudah ada air nya, ya jangan di kasih terus, agar yang dibawah merata,” pungkasnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Dari Lumbung Energi ke Lumbung Pangan, Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Ekonomi dan Kedaulatan Pangan 2026
DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027
Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan
Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027
Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA
Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 01:39 WIB

Perdami Jatim Gelar Baksos Operasi Katarak di RSUD Padangan, Tekan Angka Kebutaan di Bojonegoro

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:53 WIB

RSUD Padangan Gelar Baksos Operasi Katarak, Dinkes Bojonegoro Dorong Peningkatan Layanan dan Naik Kelas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Puncak Hari Jadi Bojonegoro ke-349, RSUD Padangan Bebaskan Biaya Operasi Katarak dan Obat-obatanya

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:28 WIB

Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Berita Terbaru