BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Jagat maya kembali dihebohkan dengan video memprihatinkan yang memperlihatkan warga Dusun Kaligede, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Hari Minggu 8/2/2026.
Dalam video tersebut, tampak sejumlah warga harus berjibaku menandu keranda jenazah sejauh beberapa kilometer melintasi jalanan tanah yang rusak parah dan berlumpur.
Kondisi jalan yang tidak memadai membuat kendaraan roda empat, termasuk ambulans, tidak dapat menjangkau lokasi. Hal ini memaksa warga mengambil langkah manual untuk mengantarkan jenazah ke peristirahatan terakhir.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sukur Priyanto, meminta publik untuk melihat persoalan ini secara proporsional.
Ia menilai bahwa menggotong jenazah memang merupakan bagian dari budaya masyarakat pedesaan, namun jarak yang ditempuh dalam kasus ini sudah di luar kewajaran.
“Gotong keranda itu sebenarnya bukan persoalan utama. Itu bagian dari budaya masyarakat yang memang sudah terbiasa. Kalau jaraknya dekat, 10 atau 20 meter, itu biasa. Tapi kalau sampai berkilo-kilo, nah ini yang harus kita cari benang merahnya, persoalan utamanya ada di mana,” ujar Sukur saat memberikan keterangan, Sabtu (7/2/2026). Disela sela resesnya Fraksi Demokrat Sudjono dapil 1.
Berdasarkan pendataan Komisi D, Sukur menegaskan bahwa akar masalah terletak pada pembangunan infrastruktur desa yang belum tuntas.
Desa Meduri, khususnya Dusun Kaligede, menghadapi tantangan keterbatasan anggaran desa (APBDes) untuk menangani jalan poros yang panjang.
Lelaki yang akrab dipanggil Sukur mendorong pemerintah desa agar lebih proaktif dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah (Pemkab) jika memang tidak sanggup mendanai perbaikan secara mandiri.
“Kalau desa merasa tidak mampu menyelesaikan jalan porosnya, tidak ada salahnya segera menyerahkan penanganannya ke pemerintah daerah,” jelasnya.
Lanjut, Sukur mengakui adanya kendala teknis dalam peningkatan status jalan (dari jalan desa menjadi kabupaten).
“Pemerintah daerah tentu ingin memberikan yang terbaik, tapi peningkatan status jalan itu butuh waktu, tidak bisa setiap tahun karena menyesuaikan kemampuan fiskal kita.”
Komitmen Perbaikan ke Depan
Pihak DPRD mencatat bahwa sementara jalan poros kecamatan dan kabupaten sudah hampir tuntas, jalan poros desa memang masih menyisakan banyak pekerjaan rumah (PR).
“Untuk jalan poros desa memang masih cukup banyak yang belum tertangani. Karena itu perlu duduk bersama, diskusi dengan seluruh instrumen pemerintahan agar bisa segera ditangani,” pungkas Sukur.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















