Paradoks Integritas di Kota Angling Darmo

- Admin

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika Organisasi dan Elemen Masyarakat Menjadi Alat ‘Cari Muka’ Politik

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Di balik kemajuan pembangunan dan narasi kearifan lokal Kota Angling Darmo, sebuah fenomena sosiopolitik yang mengkhawatirkan tengah mengakar.

Perilaku “bermuka dua” kini tidak lagi sekadar urusan personal, melainkan telah menjadi budaya dalam perilaku organisasi dan elemen masyarakat. Strategi ini dijalankan secara sistematis demi memuluskan kepentingan politik pribadi maupun ambisi golongan.

Menurut pakar komunikasi yang sekarang sedang nyorong di malowopati FM,Bojonegoro Provinsi Jawa timur.

Mbah Dul mengatakan Manipulasi Organisasi sebagai “Kendaraan Bermuka Dua”.

Kini, organisasi massa (ormas) hingga lembaga swadaya di tingkat lokal terjebak dalam kontradiksi peran yang tajam.

Peta konflik ini terbagi menjadi dua modus operandi,
Di Internal: Mencari Muka ke Atas. Di dalam struktur, para pengurus organisasi kerap tampil seolah menjadi “pahlawan” bagi anggotanya dan menunjukkan loyalitas buta kepada aktor politik tertentu.

Baca Juga:  DKPP Probolinggo Berikan Sosialisasi Pemasangan Lampu Budidaya Bawang

Mereka sibuk mengemas laporan dan pencitraan agar dianggap sebagai mesin pendulang suara yang paling efektif demi mendapatkan kursi atau keuntungan finansial.

Di Eksternal, Menjelekkan demi Eksistensi. Di luar lingkaran kekuasaan, elemen-elemen ini sering kali melakukan infiltrasi ke masyarakat untuk menyebarkan narasi negatif terhadap pihak lawan.

Mereka memainkan peran “eksekutor” yang menjatuhkan reputasi pihak lain melalui desas-desus, namun secara ajaib muncul sebagai penengah saat konflik memuncak.

Menurutnya, Tren yang berkembang di Kota Angling Darmo menunjukkan bahwa banyak elemen masyarakat yang mulai kehilangan independensinya.

Baca Juga:  Putusan Hakim Tidak Memuaskan, Warga Desa Luat Lombang Minta Keadilan Kepada Presiden Jokowi

Terjadi pergeseran dari Organisasi Berbasis Nilai menjadi Organisasi Berbasis Transaksi.

Program-program sosial organisasi sering kali hanya menjadi kulit luar. Di dalamnya, terdapat agenda politik praktis untuk menggalang dukungan secara sembunyi-sembunyi sambil terus menjelekkan pihak yang tidak sejalan.

Muncul narasi bahwa “hanya golongan kami yang bekerja,” sementara kontribusi pihak lain dihilangkan atau didistorsi.

Ini adalah upaya nyata mencari muka di hadapan “sang tuan” agar terlihat sebagai satu-satunya elemen masyarakat yang berjasa.

Kontradiksi di Balik Meja Perundingan
Dinamika ini menciptakan suasana organisasi yang beracun. Di dalam rapat resmi, para tokoh elemen masyarakat tampil santun dan penuh visi.

Baca Juga:  Miris, Seorang Pelajar SMP di Sumenep Tewas Setelah Konsumsi Miras Oplosan

Namun, di luar forum, mereka aktif melakukan manuver politik yang destruktif terhadap sesama rekan seperjuangan demi mendapat perhatian lebih dari “sang majikan” politik.

Mengembalikan Marwah Organisasi
Pakar perilaku organisasi menegaskan bahwa “kanker” bermuka dua ini dapat menghancurkan modal sosial di Kota Angling Darmo.

Jika setiap elemen masyarakat hanya sibuk mencari muka dan menjatuhkan sesama demi kepentingan pribadi, maka kepercayaan publik terhadap organisasi akan mencapai titik nadir.

“Kepentingan politik pribadi yang dibungkus dengan baju organisasi adalah bentuk pengkhianatan terhadap mandat masyarakat. Di Kota Angling Darmo, pahlawan sejati adalah mereka yang bicaranya sama, baik di depan meja perundingan maupun di belakang punggung rakyat,” pungkasnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Dalam Sosialisasi UU KUHAP Baru Bagi PPNS, Kapolres Berharap, Penyidik harus Menjalankan Tugas Dengan Profesional
PK PMII INKADHA Pertanyakan Transparansi Pengadaan Lahan Markas Batalyon di Parsanga Sumenep
Menguak Gurita Masalah BPR Bojonegoro, Di Balik Konser Band Ungu dan Akhir Jabatan Direktur Utama
Dua Pengusaha asal Kalitidu Bojonegoro Berkorban Puluhan Sapi
Wuling Eksion Ramaikan IIMS Surabaya 2026, Tawarkan SUV Keluarga Berteknologi EV dan PHEV
IIMS Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Disperindag Jatim Sebut Jadi Simbol Kemajuan Industri Otomotif
Gubernur Jatim dan Bupati Setyo Wahono Kompak Layani Swafoto Ribuan Buruh di Dander
Kunjungi Bojonegoro, Gubernur Jatim Serahkan BLT DBHCHT Buruh Rokok dan Resmikan Masjid Nur Khofifah

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:02 WIB

Dalam Sosialisasi UU KUHAP Baru Bagi PPNS, Kapolres Berharap, Penyidik harus Menjalankan Tugas Dengan Profesional

Sabtu, 30 Mei 2026 - 03:47 WIB

PK PMII INKADHA Pertanyakan Transparansi Pengadaan Lahan Markas Batalyon di Parsanga Sumenep

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:47 WIB

Menguak Gurita Masalah BPR Bojonegoro, Di Balik Konser Band Ungu dan Akhir Jabatan Direktur Utama

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:51 WIB

Dua Pengusaha asal Kalitidu Bojonegoro Berkorban Puluhan Sapi

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:58 WIB

IIMS Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Disperindag Jatim Sebut Jadi Simbol Kemajuan Industri Otomotif

Senin, 25 Mei 2026 - 17:36 WIB

Gubernur Jatim dan Bupati Setyo Wahono Kompak Layani Swafoto Ribuan Buruh di Dander

Senin, 25 Mei 2026 - 15:50 WIB

Kunjungi Bojonegoro, Gubernur Jatim Serahkan BLT DBHCHT Buruh Rokok dan Resmikan Masjid Nur Khofifah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:14 WIB

Diisukan Masalah Ijazah, Anggota DPRD Bojonegoro SP Siap Laporkan Balik Pihak Pelapor jika Tak Terbukti

Berita Terbaru