Paradoks Integritas di Kota Angling Darmo

- Admin

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika Organisasi dan Elemen Masyarakat Menjadi Alat ‘Cari Muka’ Politik

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Di balik kemajuan pembangunan dan narasi kearifan lokal Kota Angling Darmo, sebuah fenomena sosiopolitik yang mengkhawatirkan tengah mengakar.

Perilaku “bermuka dua” kini tidak lagi sekadar urusan personal, melainkan telah menjadi budaya dalam perilaku organisasi dan elemen masyarakat. Strategi ini dijalankan secara sistematis demi memuluskan kepentingan politik pribadi maupun ambisi golongan.

Menurut pakar komunikasi yang sekarang sedang nyorong di malowopati FM,Bojonegoro Provinsi Jawa timur.

Mbah Dul mengatakan Manipulasi Organisasi sebagai “Kendaraan Bermuka Dua”.

Kini, organisasi massa (ormas) hingga lembaga swadaya di tingkat lokal terjebak dalam kontradiksi peran yang tajam.

Peta konflik ini terbagi menjadi dua modus operandi,
Di Internal: Mencari Muka ke Atas. Di dalam struktur, para pengurus organisasi kerap tampil seolah menjadi “pahlawan” bagi anggotanya dan menunjukkan loyalitas buta kepada aktor politik tertentu.

Baca Juga:  Dirlantas Polda Jatim Cek Pos Pam Ops Lilin Semeru 2019 di Nganjuk

Mereka sibuk mengemas laporan dan pencitraan agar dianggap sebagai mesin pendulang suara yang paling efektif demi mendapatkan kursi atau keuntungan finansial.

Di Eksternal, Menjelekkan demi Eksistensi. Di luar lingkaran kekuasaan, elemen-elemen ini sering kali melakukan infiltrasi ke masyarakat untuk menyebarkan narasi negatif terhadap pihak lawan.

Mereka memainkan peran “eksekutor” yang menjatuhkan reputasi pihak lain melalui desas-desus, namun secara ajaib muncul sebagai penengah saat konflik memuncak.

Menurutnya, Tren yang berkembang di Kota Angling Darmo menunjukkan bahwa banyak elemen masyarakat yang mulai kehilangan independensinya.

Baca Juga:  Terapkan New Normal, Pemohon SIM di Sampang Wajib Pakai Masker

Terjadi pergeseran dari Organisasi Berbasis Nilai menjadi Organisasi Berbasis Transaksi.

Program-program sosial organisasi sering kali hanya menjadi kulit luar. Di dalamnya, terdapat agenda politik praktis untuk menggalang dukungan secara sembunyi-sembunyi sambil terus menjelekkan pihak yang tidak sejalan.

Muncul narasi bahwa “hanya golongan kami yang bekerja,” sementara kontribusi pihak lain dihilangkan atau didistorsi.

Ini adalah upaya nyata mencari muka di hadapan “sang tuan” agar terlihat sebagai satu-satunya elemen masyarakat yang berjasa.

Kontradiksi di Balik Meja Perundingan
Dinamika ini menciptakan suasana organisasi yang beracun. Di dalam rapat resmi, para tokoh elemen masyarakat tampil santun dan penuh visi.

Baca Juga:  Mal Pelayanan Publik Diresmikan, Cara Pemkab Sampang Permudah Segala Urusan Administrasi

Namun, di luar forum, mereka aktif melakukan manuver politik yang destruktif terhadap sesama rekan seperjuangan demi mendapat perhatian lebih dari “sang majikan” politik.

Mengembalikan Marwah Organisasi
Pakar perilaku organisasi menegaskan bahwa “kanker” bermuka dua ini dapat menghancurkan modal sosial di Kota Angling Darmo.

Jika setiap elemen masyarakat hanya sibuk mencari muka dan menjatuhkan sesama demi kepentingan pribadi, maka kepercayaan publik terhadap organisasi akan mencapai titik nadir.

“Kepentingan politik pribadi yang dibungkus dengan baju organisasi adalah bentuk pengkhianatan terhadap mandat masyarakat. Di Kota Angling Darmo, pahlawan sejati adalah mereka yang bicaranya sama, baik di depan meja perundingan maupun di belakang punggung rakyat,” pungkasnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru