Transformasi Kopwan Bojonegoro, Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, Menuju Motor Ekonomi Desa

- Admin

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Koperasi Wanita (Kopwan) di Kabupaten Bojonegoro kini memasuki babak baru. Tidak lagi hanya menjadi wadah simpan pinjam konvensional, ribuan ibu-ibu yang tergabung dalam Kopwan PKK desa,seperti di Desa Tanjungharjo, kini didorong untuk bertransformasi menjadi penggerak ekonomi desa yang modern, transparan, dan terintegrasi secara nasional.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dinkopdag UM) Bojonegoro, Retno Wulandari, dalam sambutannya di Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku 2025 di Desa Tanjungharjo, Minggu (11/1/2026). Bojonegoro Provinsi Jawa timur.

Retno menekankan pentingnya perubahan paradigma bagi pengurus koperasi di era digital. Menurutnya, keterbukaan adalah kunci utama kepercayaan anggota.

Baca Juga:  SAH! Koperasi Desa Merah Putih Padang Trucuk Bojonegoro Resmi Berbadan Hukum

“Koperasi harus terbuka dan smart. Jika ada masalah, jangan saling menghakimi di luar. Bawa ke forum RAT, cari solusi lewat musyawarah. Itulah jati diri koperasi yang sebenarnya,” ujar Retno.

Untuk mendukung hal ini, Pemkab Bojonegoro telah menyiapkan sistem berbasis link digital. Melalui sistem ini, anggota dapat memantau kesehatan organisasi secara real-time untuk memastikan pengurus menjalankan amanah dengan sehat dan jujur.

Menurutnya, berdasarkan data terbaru, tantangan besar masih membentang. Dari total 480 unit Kopwan yang terdata di Bojonegoro, tercatat hanya 120 unit yang berstatus aktif, sementara 360 unit lainnya dalam kondisi tidak aktif.

“Target kita ke depan adalah menghidupkan kembali 360 unit yang pasif tersebut. Pemkab ingin koperasi bukan sekadar nama di papan, tapi benar-benar terasa manfaatnya bagi ekonomi keluarga,” jelasnya.

Baca Juga:  Keluarga Jemaah Haji asal Probolinggo Tidak Diperbolehkan Menjemput ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya

Retno mengimbau agar Kopwan yang aktif tidak hanya terpaku pada usaha simpan pinjam, tetapi mulai menggali potensi lokal dan membuka unit usaha baru di tingkat desa.

Saat disinggung terkait kemungkinan Integrasi Kopwan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Sebagai salah satu terobosan.

“Persoalannya KDMP sini Tanjungharjo baru atau lama, duluan mana dengan kopwan dengan KDMP,” ungkapnya.

Imbuhnya, integrasi antara Kopwan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Mestinya bisa karena setiap desa fariativ dan KBLI nya berbeda (red: terkait simpan pinjam) di KDMP tersebut, maka itu perlu duduk bersama.

Baca Juga:  Bikin Melongo, Segini Biaya Perjalanan Dinas Anggota DPRD Sampang, Jumlahnya Sampai Miliaran

Karena hal ini didukung didukung oleh regulasi terbaru tahun 2025 yang memperkuat struktur koperasi di tingkat akar rumput.

“Integrasi itu bisa, namun syarat utamanya adalah kesepakatan bersama. Koperasi mana yang baru dan mana yang lama, harus duduk bersama antara pengurus Kopwan dan KDMP, mau tidak, karena setiap desa berbeda dan fariatif,” tambah mantan Kepala Dinas PU Bina Marga tersebut.

Menutup keterangannya, Retno berharap Kopwan tidak cepat puas dengan pencapaian yang ada. Fokus utama ke depan adalah bagaimana koperasi mampu menghidupkan usaha para anggotanya dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki desa masing-masing.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Kutukan Migas Bojonegoro: APBD 2027 Diproyeksi Anjlok Rp5,2 Triliun, Tim Kartel Peringatkan Ancaman Lumpuh Fiskal
Peringati HUT ke-50 Koperasi Kareb, Begini Komentar Wabup Bojonegoro
Gelar Gebyar Sholawat Bersama Gus Iqdam, Koperasi Kareb Bojonegoro Peringati HUT ke-50, Kurang Lebih 35 Ribu Masa Padati MPS Dander
Tonton MotoGP Mandalika saat Warga Dilanda Kekeringan, Anggota DPRD Bojonegoro Dikritik
SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022
Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Kutukan Migas Bojonegoro: APBD 2027 Diproyeksi Anjlok Rp5,2 Triliun, Tim Kartel Peringatkan Ancaman Lumpuh Fiskal

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Peringati HUT ke-50 Koperasi Kareb, Begini Komentar Wabup Bojonegoro

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Gelar Gebyar Sholawat Bersama Gus Iqdam, Koperasi Kareb Bojonegoro Peringati HUT ke-50, Kurang Lebih 35 Ribu Masa Padati MPS Dander

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:03 WIB

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:45 WIB

DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Berita Terbaru